
...****************...
~KAMAR FENGXING~
Yu fang membawa masuk FengXing dan merebahkannya di ranjang kamar, FengXing dalam keadaan mabuk masih ngoceh hal yang tidak karuan
FengXing: naga bodoh . . Sini kamu . . Aku tidak takut sama kamu
Yu fang menyelimuti tubuh FengXing dengan selimut agar tubuh nya tidak kemasukan angin
Yu fang: iya iya naga bodoh . . Saat nya Phoenix nakal tidur saja . .
Yu fang sangat menyayangi FengXing di jagain nya sampai pagi, sampai sadar putri Phoenix itu.
(Pagi hari)
FengXing yang perlahan lahan membuka mata dan tangan nya memegang kepala
FengXing: pusing sekali . . Kaka yu fang? Kenapa bisa ada disini?
Yu fang duduk di bawah dan kepala nya miring ke samping dekat tangan FengXing
FengXing: Kaka yu fang . . Bangun, kenapa Kaka tidur disini?
Yu fang yang badan nya di goyangkan FengXing terbangun dari tidur nya
Yu fang: kamu sudah bangun FengXing? Bagaimana? Masih sakit kepala nya?
FengXing: sedikit sakit, tapi Kaka kenapa disini?
Yu fang: ya karena kamu lah, kamu kemarin sangat mabuk Xing Xing aku yang membawa kamu ke kamar
FengXing: apa aku melakukan hal bodoh ka?
Yu fang: kamu pasti dapat masalah, kemarin kamu ngoceh di aula dan nyebut naga bodoh FengXing
Bak di sambar petir di siang panas, FengXing tertunduk dan mematung beberapa detik
FengXing: kenapa bisa gitu? Tidak biasa nya aku mabuk seperti ini?
Yu fang: mungkin saja karena kamu terus menerus memikirkan bagaimana cara nya menghindar dari kaka ke 3 jadi nya ke bawa ke alam bawah sadar kamu
FengXing: ah . . Ka sangat memalukan sekali . .
Yu fang: terima kenyataan Xing Xing . . Tunggu ya aku ambilkan air madu dulu
__ADS_1
Yu fang keluar kamar menuju ke arah dapur dan FengXing masih tidak percaya dengan apa yang di ucapkan semalam saat mabuk
FengXing: FengXing ah FengXing kali ini kamu tidak dapat lari lagi. Kamu sudah menyinggung dewa perang . .
FengXing menyelimuti tubuh nya kembali dan berteriak sekeras-kerasnya untuk meluapkan amarah nya
Yu fang kembali lagi ke kamar FengXing dengan membawa satu mangkuk air madu yang di bawa nya dari dapur
Yu fang: FengXing cepat bangun, minum air madu ini . .
yu fang duduk di kursi tengah dan meletakkan mangkuk nya di atas meja
FengXing dengan tidak ada semangat nya berjalan menuju kursi tengah
FengXing: iya ka . .
Perlahan lahan FengXing meminum air madu itu menggunakan sendok
Yu fang: pangeran langit LongYue dan adik nya pulang ke istana langit pagi tadi
FengXing: hah? Beneran ka? Bagus deh kalo dia pulang jadi dia tidak mengungkit masalah semalam. Pergi jauh lebih baik . . Naga bodoh . .
Yu fang: FengXing. .
FengXing: maaf ka, kelewat ngomong lagi . . Hehe . . Hehe
...****************...
(Aula istana)
Berbaris dewa/Dewi di dalam aula dan di tengah nya singgasana raja yang di duduki raja langit, mereka menunggu kepulangan LongYue dan Longfei termasuk para ketua pasukan langit juga ada untuk merencanakan strategi apa menghadapi alam iblis malam nanti
LongYue dan Longfei memasuki aula istana, berhenti di tengah dekat dengan singgasana
Longfei dan LongYue: salam raja langit
Raja langit: bagaimana perjalanan kalian ke gunung Nawu?
LongYue: semua lancar raja, hanya saja guru latihan tertutup jadi kami tidak bisa mengobrol banyak
Raja langit: latihan tertutup?
Mereka yang hadir disana mendengar Dewi Chen Wu latihan tertutup merasa panik
Dewa hujan: bagaimana ini raja? Kalau Dewi Chen Wu latihan tertutup siapa yang akan membantu kita melawan alam iblis? Peperangan yang terkahir saja kalau bukan karena Dewi Chen Wu pasukan langit akan lebih banyak yang mati
__ADS_1
LongYue: kalian tidak perlu khawatir, guru menyampaikan pesan sebelum beliau latihan tertutup. Kalau semua murid gunung Nawu akan turun untuk ikut berperang
Dewa hujan: semua murid? Sangat bagus, dengan bantuan murid gunung Nawu kemenangan kita akan makin besar raja . .
Raja langit: bagus . . Dewa/Dewi lain, ketua pasukan, setiap raja klan, jenderal langit siapkan pasukan kalian dan ikut berperang melawan alam iblis. Strategi kita masih sama seperti peperangan sebelum nya hanya saja pasukan depan di tambah untuk memperkuat pertahan.
Semua yang ada di aula: Baik raja . .
Semua orang pergi kecuali LongYue dan Longfei yang masih di aula
Raja langit menghampiri kedua anak nya
Raja langit: bagaimana kabar kalian nak?
Longfei: kami baik baik saja ayahanda
Raja langit: gimana kesehatan kamu Longfei?
Longfei: sudah sembuh ayahanda, ayahanda tidak perlu khawatir. Aku sangat sehat . .
Raja langit: kamu ini . . Sudah tidak kecil lagi masih saja tidak bisa serius
Longfei: kan aku putri satu satunya ayahanda
Longfei merangkul tangan Ayahanda nya dengan sedikit manja
LongYue: ayahanda kami akan kembali dulu, untuk mempersiapkan semua nya
Raja langit: baik . . Pergi lah kalian, jaga diri kalian baik baik. Pulang lah dengan selamat, ayahanda dan ibunda termasuk adik kamu menunggu kembali nya kalian
LongYue dan Longfei: baik ayahanda kami tidak akan mengecewakan kalian
Mereka pergi meninggalkan aula dengan kekuatan nya masing-masing
Menyisakan raja yang sendirian di aula besar
Raja langit: orang datang dan pergi silih berganti, cinta orang tua akan ada sampai mati, semoga kalian kembali dengan selamat anak ku . .
Raja sangat sedih melihat anak nya yang ikut berperang sedangkan diri nya tidak bisa melindungi mereka.
Raja langit tidak bisa keluar dari istana saat keadaan genting karena istana langit tidak boleh tidak ada pemimpin dalam situasi apapun
.
.
__ADS_1
(Bersambung . . )