
" Siapa yang menolong mu saat bertarung tadi? " tanya LongYue
(Longfei berpikir sebentar dan mengingat kembali)
" iya ka ada, saat aku terserang racun itu tubuh ku sudah tidak kuat lagi dia yang datang menolong " jawab Longfei
" kamu tau wajah nya seperti apa? "
" wajah nya aku tidak ingat tapi nama nya feng . . Feng . . Aku lupa tapi yang aku ingat nama awal nya Feng kata terakhir yang dia ucapkan aku langsung pingsan " jawab Longfei yang sudah berusaha mengingat nama penyelamat nya
" kaka tadi memeriksa di tubuh mu ada kekuatan Phoenix yang menekan racun di tubuh mu "
" Phoenix? . . Aaa aku baru ingat ka saat tubuh ku masih sedikit bertahan, aku melihat dia melawan semua bayangan hitam itu sendirian. Terlihat dia memiliki kekuatan yang cukup kuat, di sekitar tubuh nya mengeluarkan cahaya orange keemasan dan dia memakai pedang merak merah "
" pedang merak merah? Itu salah satu pedang terkuat ke 3 dari 5 pedang yang ada di alam langit "
" siapa orang itu? Pasti dia salah satu Dewi tertinggi alam langit, aku pasti akan menemukan penyelamat ku " ucap Longfei
" tidak usah di pikirkan, kamu istirahat dulu. Tubuh masih ada racun yang belum keluar " kata LongYue yang membantu adik nya berbaring
" oh iya ka, siapa pengendali bayangan hitam? Kaka sudah cari tahu? " tanya Longfei
" sudah dan Kaka bertarung sama dia, dia adalah Gongzen pangeran iblis? "
" Gongzen? Pangeran pertama alam iblis? " tanya Longfei lagi
" iya, saat Kaka mau menangkap nya dia terkena semburan naga api, setelah itu dia pergi dengan cepat. Kaka belum sempat mengejar karena melihat kamu yang tergeletak di bawah, tetapi luka di tubuh Gongzen tidak mungkin akan cepat sembuh "
Ditengah perbicangan mereka terdengar suara 2 orang sedang berlari di atas atap.
" Kaka . . "
LongYue mengisyaratkan ke feifei untuk diam
" kamu tunggu disini, Kaka yang akan mengejarnya " ucap LongYue dengan suara pelan
" hati hati ya ka "
LongYue terbang ke atas lewat jendela kamar, disana dia melihat seorang perempuan bertarung melawan sosok iblis hitam.
Tanpa pikir panjang LongYue membantu perempuan itu dengan pedang milik nya, dalam sekejap iblis itu mati di tempat hanya menyisakan abu panas
" wanita muda, kamu tidak apa? " tanya LongYue
FengXing hanyut dalam lamunan menatap wajah LongYue yang mempunyai paras sangat tampan
__ADS_1
" dalam jarak sedekat ini aku bisa melihat wajah dewa perang, ke beruntung an ku kali ini. sungguh sosok mempesona dan menawan di tambah lagi dengan sinar bulan yang menyinari wajah nya " batin FengXing yang masih menatap LongYue
" wanita muda, kenapa kamu melamun seperti itu? " tanya LongYue lagi dengan menggoyang kan tubuh FengXing
" hah . . Tidak apa aku tidak apa, terimakasih tuan sudah menolong saya " ucap FengXing dengan sedikit menundukkan badan nya
" kamu cepat pulang, nanti kalau ketemu iblis yang lain lagi " ucap LongYue yang membalikkan badan untuk pergi
" tunggu, maaf sebelumnya tuan. Saya mau . . " ucap FengXing terbata bata
" kenapa ? Wanita muda "
" saya tadi melihat warga desa di kurung di hutan belakang, saya hanya manusia biasa yang sedikit memiliki kekuatan dalam jadi saya tidak bisa membantu mereka. Tuan kan punya kekuatan yang besar, bisa kah tuan menyelamatkan mereka? " tanya FengXing
" bisa, arahkan jalan nya "
" iya tuan, tapi saya tidak bisa terbang lagi. Kekuatan saya lemah saat di kejar iblis tadi " ucap FengXing dengan nada yang terlihat lemah
" tidak apa, pegang tangan saya "
FengXing menatap mata nya LongYue dan memegang tangan nya, mereka terbang di atas awan.
Tangan kanan LongYue di belakang, tangan satu nya lagi di pegang FengXing.
Pada malam itu sinar bulan sangat terang, desa yang gelap bisa kelihatan dari bawah
" dimana letak pasti nya " tanya LongYue
" di . . Disana tuan, sebentar lagi sampai "
"FengXing ah FengXing kenapa kamu seperti ini, sadar lah sadar kenapa kamu hanyut dengan pesona nya. Dewa ini sungguh berbahaya " batin FengXing
Dari kejauhan terlihat ada sekelompok orang di tengah hutan dikelilingi oleh sosok hitam
Mereka turun ke bawah di dekat para iblis itu
FengXing masih memegang tangan LongYue seperti orang yang saling kenal.
" wanita muda, kita sudah sampai "
" sudah sampai ya, maaf maaf tuan " ucap FengXing yang langsung melepaskan tangan LongYue
" kamu tunggu disini, sembunyi saja. Biar saya yang menolong mereka"
FengXing mengngagguk dan bersembunyi di balik pohon besar
__ADS_1
LongYue mengeluarkan pedang dan menghadapi 10 sosok iblis yang ada di situ dengan kekuatannya dia bisa membunuh semua iblis dengan cepat
Kesekian kali nya FengXing kagum dengan sosok dewa perang ini, di lihat nya dari jauh dan lagi lagi hanyut dalam lamunan
" ternyata turun ke alam manusia tidak sia sia, bisa melihat pertarungan pangeran langit yang sangat menawan. Dulu aku hanya melihat dia dari jauh sekarang bisa melihat dari jarak dekat malah aku pegang tangan nya lagi " ucap FengXing yang bicara sendiri
Setelah pertarungan itu 10 sosok iblis jadi abu panas seperti iblis yang di atas atap tadi, semua warga yang di kurung di lepaskan LongYue.
Mereka sangat berterimakasih dengan pertolongan nya.
( padahal dengan kekuatan FengXing dia bisa menyelamatkan warga itu, tetapi Phoenix nakal ini menyegel kekuatan nya dan mengaku jadi manusia biasa hanya karena ingin dekat dengan pangeran langit.)
FengXing menghampiri LongYue yang berada di dekat abu para iblis
" tuan semua sudah selesai kan, saya mau kembali dulu. Terimakasih tuan sudah menolong mereka " ucap FengXing, yang sudah melangkah untuk pergi
" wanita muda tunggu dulu, malam malam seperti ini baik saya antar kamu saja " ajak LongYue
" apa tidak merepotkan tuan? " tanya FengXing
" tidak apa, saya juga mau kembali ke penginapan "
" baik lah, terimakasih tuan "
FengXing kembali memegang tangan LongYue dan mereka terbang menuju arah pulang
" ternyata dewa perang ini gampang juga di bodohi nya, cara mendekati pria yang di ajarkan Kaka ke 11 sangat ampuh " batin FengXing yang kegirangan karena trik yang dia lakukan terhadap LongYue berhasil
Dari kejauhan nampak jalan di tengah desa dekat dengan penginapan yang di tinggali LongYue, padahal FengXing juga nginap disitu tetapi dia merencanakan semuanya agar bisa lebih lama lagi bersama LongYue.
" tuan turunkan saya disana, rumah saya tidak jauh dari situ " ucap FengXing, yang mengarahkan jari nya ke arah jalan itu
" baik lah . . "
Mereka sampai di jalan desa dan suasana nya masih sepi, tetapi sangat terang karena sinar bulan
" sekali lagi terimakasih tuan " ucap FengXing yang sedikit membungkuk dan LongYue juga seperti itu
" hati hati wanita muda "
FengXing hanya tersenyum dan pergi memasuki jalan desa yang ada di belakang nya
.
.
__ADS_1
(Bersambung. . )