Destiny Love Sky

Destiny Love Sky
Pertarungan pangeran langit


__ADS_3

Raja langit duduk kembali ke singgasana nya dan berpikir


" ayahanda menaruh harapan besar kepada kalian anak ku, semoga kalian kembali dengan selamat " ucap raja yang menyandarkan badan nya di singgasana dan menghela napas panjang.


Ratu langit berjalan menghampiri sang suami yang terlihat memejamkan mata


" siapa yang membuat raja begitu khawatir? " tanya ratu yang duduk di samping Raja


" tidak ada ratu, hanya saja saya khawatir dengan anak kita apakah mereka bisa melakukan nya "


Ratu langit memberikan mangkok kaca kristal yang berisi kan obat herbal penenang


" tadi saya ke balai pengobatan untuk meminta obat ini buat raja, minum lah " Ratu meletakkan obat itu di depan raja


" Saya tau raja khawatir tapi jaga kesehatan juga, kan ada anak kita yang luar biasa untuk mempertahankan alam ini " ucap ratu untuk menenangkan raja


Ratu langit memijit pelan yang membuat raja sedikit nyaman.


Raja meminum obat tadi sampai habis dan memegang tangan ratu yang berada di bahu nya.


" kamu ga usah khawatir, saya seorang raja yang memiliki tanggung jawab besar untuk 3 alam ini, bagaimana pun cara nya saya harus melindungi kalian semua "


Raja dan ratu saling senyum dan menguatkan.


.


Saat LongYue dan Longfei berjalan menuju gerbang istana langit mereka di hampiri dewi bunga yang membawa satu piring kue


" salam pangeran dan putri" ucap Li Hua


" ada apa, dewi bunga? " tanya LongYue


" saya mau berbicara dengan pangeran saja " Li Hua menatap ke arah Longfei seakan akan menyuruh nya untuk pergi


" Longfei kamu tunggu di luar gerbang, Kaka ada yang mau di bicarakan sama Dewi bunga "


Longfei yang langsung menatap Dewi bunga dan pergi meninggalkan mereka


" Dewi bunga sialan, sudah ratusan tahun masih saja mengejar Kaka LongYue " ucap Longfei yang berbicara sendiri sambil berjalan


" ada apa? " tanya LongYue lagi


" tidak ada masalah, hanya saja saya mau memberikan ini untuk perjalanan pangeran nanti " Dewi bunga memberikan piring yang berisi kue tadi kepada LongYue


" terimakasih saya tidak suka yang manis, lain kali jangan beri saya apa apa lagi " ucap LongYue dengan tegas menolak niat baik Dewi bunga dan langsung pergi menyusul Longfei yang sudah di luar gerbang


" kapan hati kamu akan tergerak LongYue, sudah ratusan tahun kamu tidak menerima aku " ucap Dewi bunga yang sangat berharap dengan cinta LongYue


( Dewi bunga lebih tua ribuan tahun dari LongYue, dia yang melihat LongYue tumbuh besar dan dewasa. Tanpa sadar Dewi bunga memendam rasa ingin memiliki LongYue dan pangeran langit itu sudah berkali kali menolak niat Dewi tetapi Dewi bunga tidak menyerah, malah dia melakukan apa pun untuk memikat hati LongYue.)


" Longfei ayo kita berangkat " ajak LongYue

__ADS_1


" bentar ka, ngapain Dewi itu? Bicara apa dia? " tanya Longfei


" tidak apa apa, cepat kita turun ke alam manusia "


" Kaka, sudah ku bilang jangan dekat dekat sama itu Dewi, dia tidak ada niat yang baik " ucap Longfei yang menasihati Kaka nya


" iya adik ku, bisa kan sekarang kita berangkat " ajak LongYue lagi


Longfei tersenyum dan langsung pergi seperti kilat yang terbang, LongYue di belakang mengikuti adik nya


Dalam sekejap mereka sudah sampai di alam manusia tepat nya di desa Zhou Shang . .


Langit sudah gelap suasana di sana semakin mencekam di tambah lagi tidak satu pun warga yang terlihat, semua rumah tampak berdebu dan berantakan seperti tidak pernah di tinggali.


Mereka berjalan melewati rumah demi rumah, melihat di sekeliling tampak seperti kota mati tidak berpenghuni.


" kak, apa kita sudah terlambat? " tanya Longfei


" kita liat ke arah sana dulu "


Kaka beradik itu berjalan pelan tanpa suara, angin berhembus sangat kencang dan hanya terdengar suara gemuruh nya saja


LongYue dan Longfei berada di tengah desa


" Berhenti. . " ucap LongYue, yang menarik lengan adik nya


" kenapa ka " tanya Longfei, menoleh ke arah Kaka nya


" ada sesuatu yang datang " jawab LongYue


" Kaka tidak apa? " tanya Longfei lagi


" tidak apa, kita harus hati hati. Bisa saja bayangan itu datang tiba tiba lagi " jawab LongYue yang mengingatkan adik nya


Setelah mengucapkan itu mereka di serang bayangan hitam dari segala arah tanpa henti nya


" hati hati " teriak LongYue


Mereka terbang ke arah belakang mencari tempat yang luas untuk bertarung dengan bayangan itu


" Kenapa bayangan nya makin banyak dari yang tadi " ucap Longfei yang keheranan


" cepat kita tuntaskan mereka " teriak LongYue lagi


Mereka mengeluarkan senjata spritual masing-masing


Pedang LongYue (Bara api) yang membuat musuh terbakar dalam jarak jauh.


Panah Longfei (Embun salju) satu anak panah nya saja bisa mengeluarkan ratusan anak panah yang lain, dalam sekejap musuh akan mati beku karena ujung panah nya ada racun es yang sangat samar


LongYue dan Longfei bertarung melawan ratusan bayangan hitam itu tetapi sekeras bagaimana mereka bertarung bayangan itu tidak bisa hilang.

__ADS_1


" bagaimana ini ka? tidak bisa di singkirkan, malah makin bertambah " tanya Longfei


" Serang terus dan usahakan atur pernapasan karena di bayangan itu keluar racun yang bersatu dengan udara " ucap LongYue yang melihat di sekeliling lagi


Longfei sendirian melawan bayangan itu, LongYue duduk bersila memejam kan mata nya dengan posisi tangan seperti meditasi


LongYue mengeluarkan mata elang nya, jadi dia harus fokus mencari siapa yang mengendalikan bayangan itu. Di sekeliling mereka tidak ada , di liat nya lagi dengan teliti dan sekilas di langit ada seseorang yang berdiri mengenakan pakaian hitam dan merah.


" ternyata kamu disitu " ucap LongYue dengan pelan


Dia berdiri dan langsung terbang ke atas yang meninggalkan Longfei sendirian bertarung karena LongYue percaya Longfei bisa mengatasi semua nya.


Longfei mendongak ke atas, melihat Kaka nya terbang dengan cepat


" baik bayangan hitam, kita tuntaskan dengan cepat " teriak Longfei yang sudah melayang di atas


Dia melepaskan 2 anak panah ke bawah, bayangan hitam itu langsung membeku di tempat tetapi bayangan itu tidak sepenuhnya habis


Dari sisi kiri dan kanan datang lagi puluhan bayangan menyerang Longfei.


" masih belum puas ya? Baik lah akan ku habisi kalian " ucap Longfei yang mengeluarkan semua jurus nya


.


.


.


Di langit LongYue berhadapan dengan pengendali bayangan itu


" pangeran iblis? Gongzen? " ucap LongYue yang tidak menyangka pangeran iblis turun tangan


" kesempatan langka sekali bisa melihat dewa perang alam langit ada di sini, ada apa pangeran? Lagi jalan jalan ya? Sendirian? Aaa sama jendral langit ya " ejek Gongzen sambil memegang balok kecil berwarna hitam yang mengeluarkan sesuatu seperti asap


" tidak usah banyak bicara, hentikan ini semua " teriak LongYue


" apa? Kalo aku bilang tidak mau, mau apa kamu? " ucap Gongzen dengan percaya diri nya


Tidak menjawab pertanyaan Gongzen, LongYue langsung menyerang tanpa ampun.


Gongzen yang terkejut langsung meloncat ke atas dan mengeluarkan pedang pembelah jiwa.


Sekarang mereka hanya berjarak 10 meter, LongYue yang masih memegang pendang nya menatap ke arah pedang yang di pegang pangeran iblis


" pedang pembelah jiwa? " ucap LongYue yang terkejut


" kenapa? Kamu bertanya tanya, kenapa aku punya pedang ini"


LongYue hanya diam menatap tajam ke arah Gongzen


.

__ADS_1


.


( Bersambung. . )


__ADS_2