Devara

Devara
Cp. 06 Wedding day


__ADS_3

Sejak kejadian di restauran waktu itu, Lea lebih sering berada di dalam kamar dan tidak banyak bicara. Albion dan Tulsa hanya bisa diam, karena mereka pun tak bisa membatalkan perjodohannya.


Kembali ke hari itu, keadaan Lea sangat kacau. Katakanlah kedua orangtuanya egois, namun Lea pun tak bisa melawan keinginan mereka. Untuk Aksa? Biarlah itu menjadi urusannya, dan untuk sekarang biarkan hubungan di antara keduanya masih terlihat baik-baik saja.


Hari ini adalah hari di mana Lea akan segera melangsungkan pernikahan dengan Dev. Pernikahan mereka sederhana dan hanya di hadiri oleh keluarga kedua belah pihak saja. Bisa dikatakan, mereka nikah secara diam-diam.


Di dalam kamar Lea duduk di sebelah Mamahnya, Tulsa. Sedangkan di ruang tamu sedang proses akad.


"Sah"


Satu kata itu terdengar jelas oleh Lea. Ia memandang Tulsa, ia tersenyum seraya memeluk tubuh berisi milik Tulsa. "Sayang ayo turun. Suami kamu sudah menunggu" Ucapnya.


Lea melepaskan pelukannya. "Hem... ayo!" Jawabnya pelan.


Seluruh keluarga menatap kedatangan Tulsa dan juga pengantin wanitanya, Lea dengan kagum. Gadis yang sangat cantik, bahkan Senna pun tersenyum lebar ke arah Lea.


Kini, Lea duduk di sebelah Dev. Tatapan Dev menoleh ke arah wajah cantik Lea, lalu mengalihkan pandangannya lagi.


"Menantu... dia gadis yang cantik bukan?" Tanya Oma yang memang datang menyaksikan pernikahan cucu keduanya itu.


Senna mengangguk. "Jelas Oma dia sangat cantik, dan dia juga gadis yang sopan".


Doa Omanya kini terkabul, menyuruh untuk dekat. Eh jadinya malah menikah.


"Bun, kenapa tidak untuk Verrel saja? Jika dia di jodohkan dengan Verrel, pasti Verrel tidak akan menolak nya" Ujarnya pelan.


"Hush! Jangan berbicara seperti itu. Sekarang dia adik ipar kamu".


Verrel terkekeh.


"Baik sekarang silahkan bertukar cincin. Di mulai dari pengantin pria dulu" Ucap pak penghulu.


Dev mengambil sebuah cincin indah nan simple itu. Spontan Lea mengangkat tangan nya. Namun di sana ternyata masih ada cincin yang di berikan oleh Aksa. Dev menatap wajah Lea tajam, Lea menelan ludahnya kasar. Lalu ia membuka cincin nya.


Setelah itu, Dev memakaikannya cincin yang ia pegang di jari manis Lea. Begitu pun Lea memasang kan cincin di jari manis milik Dev, tak lupa juga ia mencium punggung tangan Dev. Yang sekarang adalah suami sah nya.


Dev tahu itu cincin pasti di berikan oleh kekasih Lea. Waktu itu, Lea bilang baru saja di lamar. Akan tetapi ia sedikit kecewa, dimana cincin itu masih di pakai oleh Lea. Tapi ia juga sadar, ia bukan orang istimewa bagi Lea dan begitupun sebaliknya.


...***...


Hari sudah berganti menjadi sore hari. Semua keluarga telah pulang. Bahkan Baskara, Senna, Oma, dan Verrel telah kembali ke rumah nya. Sedangkan Dev? Ia masih berada di rumah Lea.


Kebetulan, Albion dan Tulsa pergi keluar karena ada urusan yang harus di selesaikan. Tinggal lah Dev, Lea, dan bibi.


Ketika masuk kamar, Lea lantas membersihkan dirinya. Setelah selesai Lea kembali lagi keluar.

__ADS_1


"Lo ngapain di sini? Mau mandi juga? Kan ada kamar yang lain! Kenapa harus di kamar gue" Ketusnya.


Dev berdiri dari duduknya. "Saya suami kamu saat ini" Jawabnya hendak memasuki kamar mandi. Namun langkah nya terhenti menatap Lea sekilas, dan tersenyum miring.


"Ngga pake celana, kamu?" Cibirnya.


Lea membulat kan matanya mendengar penuturan dari Dev. Lalu ia menatap dirinya dari bawah, selepas itu ia menatap wajah Dev dengan mimik wajah yang kesal.


"Ini pake celana, ogeb! Mata Lo buta atau gimana? Perlu gue bawa Lo ke dokter mata?!" Ketusnya.


"Ngga perlu, saya sehat" Jawab Dev.


Lea merutuki dirinya sendiri. Bagaimana bisa ia menanggapi ocehan yang tak bermutu dari Dev.


Tring


Notif pesan masuk. Lea mengambil handphone nya dan membuat room chat. Di sana ada beberapa pesan.


Dian: Lo kemana ogeb? Ngga masuk kuliah.


Dian: Tapi tenang gue absenin kok. Bilang makasih kek ama gue Lo!


Lea tersenyum melihat chat dari Dian.


Lalu Lea membuka pesan dari Aksa.


Aksađź–¤: Sayang... kamu kemana? Ngga ada kabar sama sekali.


Aksađź–¤: Oh iya gimana sama jawaban kamu? Ingat lhoo... aku tidak ingin penolakan.


Aksađź–¤: Lee...


Lea menghela napasnya. Ia bingung harus membalas apa, dadanya sesak melihat Aksa yang mengirim pesan itu sedangkan dirinya kini sudah menjadi milik orang lain. Akhirnya, Lea hanya meng-read tanpa membalas nya.


Melihat kedatangan Dev, Lea menyimpan handphone nya di meja. Ia menatap Dev dari atas sampai bawah. Rambut yang basah dan tubuh yang atletis terpampang jelas, dan roti sebek nya berkotak-kotak membuat Lea menelan saliva.


Dev tersenyum miring melihat arah tatapan Lea. Ia tersenyum jail. "Kamu terpesona? Ingin pegang? Atau--" Sensual Dev.


"Apaan si? Lo pikir gue tertarik? Sama sekali ngga!" Ketus Lea.


Dev tak menanggapi Lea. Ia berjalan ke arah meja yang sudah tersedia laptop milik nya. Dev, fokus dengan itu. Lea, ia bingung sekarang harus melakukan apa. Oh sungguh, dirinya tak menyangka akan menikah di usia muda.


Terdengar suara telepon dari handphone Dev yang berada di dekat Lea duduk saat ini. Lea memberikan pada Dev. "Handphone Lo bunyi".


Dev mengambil nya tanpa melihat wajah Lea. "Makasih" Singkat nya.

__ADS_1


Dev mengangkat telepon nya.


Dev: Halo Zion kenapa?


Zion: ......


Dev: Hem... urus semuanya dulu.


Dev mengakhiri telepon nya. Ia menatap Lea yang sudah tertidur di atas kasur. Sejak tadi Dev melihat biodata Lea.


"Leacenna Ashavana Albion" Gumamnya.


Tak terasa kini hari sudah berganti malam. Dev bangkit dari duduk nya dan memasuki kamar mandi. "Eeuhhgg..." Lenguh Lea. Lea terbangun karena mendengar gerimicikan air dari kamar mandi.


"Huh! Udah malem aja, jam 18.45 lagi" Gumam nya.


Lea bangkit, ia berjalan ke arah kamar mandi. "Woy! Buruan dong, gue mau mandi. Lima menit lagi Lo harus udah beres, gue ngga mau tahu!" Seru Lea.


Ceklek


Pintu terbuka. Dev melihat Lea yang bersandar di dinding dengan tangan yang melipat di dada. "Tuh udah" Singkat Dev.


Tanpa basa basi lagi, Lea memasuki kamar mandi nya.


Karena sudah waktu makan malam, Dev turun ke bawah tanpa menunggu Lea. Akan lama, pikirnya.


Di meja makan ternyata sudah ada mertuanya. "Malam Pah, Mah" Ujar Dev, duduk.


"Malam Dev. Lho Lea mana?" Tanya Albion.


"Lea lagi mandi Pah".


Albion mengangguk.


Tak berselang lama, Lea datang dengan pakaian rumahan dan rambut yang masih agak basah. Albion dan Tulsa saling pandang.


"Lee... ayo ambilkan makanan untuk Dev" Ucap Tulsa.


Lea menurut, ia mengambil nasi untuk Dev. "Lauknya mau apa?" Tanyanya dengan nada biasa.


"Terserah, saya makan apa aja" Jawab Dev.


Lea menatap Dev dengan ekor matanya. Lalu ia mengambil kan sayur dan ayam. Selepas dari itu, mereka memulai makan malamnya dengan tenang.


...______...

__ADS_1


__ADS_2