Devara

Devara
Cp. 09 Nasi goreng dan titipan Oma


__ADS_3

Di dalam apartemen, Lea hanya duduk seraya menonton Netflix. Ia juga bingung entah kemana Dev pergi, sejak tadi belum terlihat batang hidungnya.


Kruk


Lea memegang perutnya yang kini merasakan perih, karena sejak tadi siang belum juga makan. Lea berjalan ke arah dapur, membuka lemari ice dan ternyata hanya ada telur, dan beberapa bahan lainnya.


"Mau masak apa gue? Kan gue ngga bisa masak" Monolog nya.


Lea pun berfikir mungkin akan membuat nasi goreng saja, makanan yang simpel. Lea mengeluarkan bahan-bahan yang memang di butuhkannnya.


Lea memulai memasak dengan rambut yang di ikat cempol. Sebelum nya ia juga mengganti baju dengan baju yang sehari-hari ia pake, kaos hitam king size dan celana sepaha hitam.


Pintu apartemen di buka oleh Dev, ia baru saja kembali dari luar. Ia menenteng kantong kresek yang berisi cemilan. Ketika masuk ia mencium aroma masakan, wanginya begitu menggoda. Seperti nya itu enak, pikir Dev.


"Yang masak Lea? Tapi kalo bukan dia siapa lagi" Gumamnya.


Dev menyimpan tentengannya di meja, dan berjalan ke arah dapur. Terlihat Lea yang sedang memasak dengan keringat yang membasahi kening nya. Namun tatapan Dev mengarah kearah leher jenjang milik Lea kali ini. Leher yang putih nan mulus itu, membuat Dev hampir hilang kendali.


"Dev! Lo di situ, ngapain?" Tanya Lea.


"Eh-- iya tadi nya ingin mengambil minum" Jawab Dev gugup.


"Kalo gitu duduk aja, nanti gue ambilin".


Dev hanya mengangguk.


Dev berlalu. Lea yang melihat itu dengan cepat menuangkan air putih ke dalam gelas milik Dev dan juga miliknya. Nasi gorengnya pun ia bawa, namun hanya satu piring.


"Dev ini minum nya" Tutur Lea.


"Hem" Dev meneguk air putih itu hingga tandas.


Lea menatap nasi goreng yang telah ia buat. "Dev gimana ya? Nasi goreng nya cuman satu. Tadi nya mau gue buat juga buat Lo tapi nasi nya tinggal sedikit".


"Ya udah ngga pa-pa, Lo makan aja".


Lea mengangguk dan menyantap nasi goreng nya, sedangkan Dev fokus dengan sebuah film dan sesekali menatap ke arah Lea.


Lea melihat Dev sekilas, Lea juga tahu pasti Dev belum makan. "Dev Lo mau?".


"Ngga usah, buat Lo-- huammpph".


Sesendok nasi goreng memenuhi mulut Dev, Lea menyuapi Dev dengan sendok yang sama. Dev sempat terdiam dengan sikap Lea yang tiba-tiba itu. Lea hanya tersenyum tipis, membuat Dev terpana.


Akhirnya nasi goreng itu di makan oleh keduanya, dengan Lea yang menyuapi Dev. Hingga habis ludes. "Habis deh... gimana, enak ngga?" Tanya Lea.


"Enak" Singkat Dev.


"Oh iya, maaf ya gue ngga bisa masak. Gue cuman bisa masak nasi goreng aja" Cicitnya.

__ADS_1


"Ngga pa-pa kita bisa makan di luar, atau pesan makanan saya mencari istri bukan pembantu".


Lea senang dengan jawaban Dev. "Makasih".


Dev hanya mengangguk. Tak lama, terdengar suara bel dari luar, Lea berdiri berniat untuk membukakan pintu namun tangan Lea di cekal oleh Dev. Lea menoleh, "Biar saya saja. Kamu duduk" Titah Dev.


Lea mengangguk. Dev melangkah kakinya ke arah pintu. Pintu ia buka, terlihat Zion yang berdiri di ambang pintu, dengan membawa koper dan bag kecil dari tangan nya. "Ada apa?" Tanya Dev.


"Ini saya mengantar--"


"Oh iya sini. Dan itu?" Tatapannya mengarah pada bag kecil berwarna hitam.


"Oh ini titipan Oma untuk Lea".


"Lea? Dari Oma?".


"Iya. Ya sudah bos saya permisi".


"Iya, terimakasih".


Zion mengangguk dan berlalu. Dev masuk kembali dengan koper dan titipan Oma yang ia bawa. "Dari Oma? Apa ya kira-kira?" Gumamnya.


"Siapa?" Tanya Lea.


"Zion, sekertaris pribadi. Oh ini katanya ada titipan dari Oma".


"Iya itu Oma, nih".


Lea mengambil bag berwarna hitam itu, Lea menatap Dev. "Boleh gue buka?".


"Hem".


Lea membuka, dan mengambilnya. Awalnya ia bingung, namun setelah di keluar kan dan di tunjukkan pada Dev, ternyata itu sebuah lingerie sangat tipis berwarna merah maroon.


Lea spontan membelakkan matanya. "Lingerie?Buat apa ini?".


Dev menggeleng kan kepala nya. Bisa-bisanya Oma membelikan itu untuk Lea. Namun, Dev memiliki ide konyol. "Bagus!" Tutur Dev seraya tersenyum jail.


Lea yang mendengar itu, spontan memasukkan lingerie itu lagi ke dalam bag yang tadi. Jantung nya berdetak kencang mendengar penuturan Dev. Pipinya memerah, blusshing.


"Baju kurang bahan gini, bagus? Mata Lo katarak apa gimana?".


"Mata saya sehat, makanya bilang bagus. Jika kamu mema--".


"Lo apa-apaan sih? Jangan ngadi-ngadi Lo ya?!" Sentak Lea.


Dev tertawa lepas, sungguh ia tak bisa lagi menahan tawanya. Lea hanya mendengus kesal. "Puas Lo ngerjain, gue?".


"Maaf. Terlalu mudah untuk mengerjai kamu".

__ADS_1


Lea memanyunkan bibirnya, ia memeragakan ucapan Dev, tadi. Dev tertawa lebih lepas lagi, tolong itu lucu baginya.


"Ish, malah ketawa!" Kesal Lea.


"Iya ngga-ngga" Tutur Dev, berusaha berhenti tertawa.


"Oh iya tadi Lo keluar ngapain?".


"Beli cemilan, mau? Makan saja".


"Ngga deh nanti aja. Oh iya, besok gue kuliah udah dua hari gue ngga masuk".


"Ya sudah kuliah saja. Jam berapa?".


"Besok sih kuliah pagi".


Dev mengangguk, lalu duduk di sebelah Lea. "Kamu suka film horor?".


"Suka"


Tanpa menjawab, Dev mencari film yang bergenre horor. Setelah ketemu, ia memencet tombol play. Lea menatap serius film horor itu, begitupun dengan Dev. Cemilan yang tadi Dev beli, di buka dan di makan oleh Lea. Tak lupa juga Lea memberikannya untuk Dev.


"Gimana seru?" Tanya Dev.


"Seruuu!" Pekik Lea.


Bibir Dev terangkat ke atas, bibir nya tersenyum tipis melihat wajah cantik Lea yang sedang serius dan tertawa, akibat adegan film.


...***...


Tit


Tit


Tit


Terdengar suara alarm begitu jelas di pendengaran Dev. Dev membuka matanya, menyibak selimut dan mematikan alarm. Pukul 06.00 Dev memasuki kamar mandi, tapi sebelum itu ia melihat wajah cantik milik Lea sekilas.


"Huammpph... ternyata udah pagi" Gumam Lea, ia mendengar gerimicikan air itu pasti Dev, pikir Lea. Lea menyibakkan selimut nya, lalu merapihkan kasur yang agak berantakan itu. Ya, memang semalam mereka tidur bersama.


"Udah bangun?" Tanya Dev, keluar dengan memakai handuk nya.


Lea mengangguk. Lea berjalan ke arah lemari, memilih kan baju kerja untuk Dev. Melihat itu Dev awalnya kaget, namun ia tak menunjukkan itu. "Ini bajunya, di pake ya" Tutur Lea.


Dev mengangguk. "Sip. Gue mau mandi dulu" Lea memasuki kamar mandi.


Dev memakai pakaian yang di pilihkan oleh Lea, sang istri. Lea juga memilih kan dasi yang begitu cocok dengan pakaian yang di kenakan Dev.


"Seleranya bagus juga" Gumam Dev, tersenyum tipis ke arah cermin.

__ADS_1


__ADS_2