
Gelombang kekuatan yang sangat besar membuat langit terbelah menjadi dua, kekuatan ini sangat menakutkan bahkan alam juga ikut gelisah.
Nomor 4 yang terkena ledakan itu jatuh dengan kekuatanya yang mulai melemah, karena ia telah mengeluarkan 80 persen kekuatanya.
Fang Bai tidak memperdulikan nomor 4 ia terus membenturkan tinjunya kepada 9 orang yang masih berada diudara.
"Hanya ini kekuatan kalian, jika seperti ini lebih baik kalian kembali dan minta pada orang yang mengirim kalian, supaya memberikan yang lebih kuat lagi." EjeK Fang Bai.
"Sialan, ini diluar dugaan kita, apa yang harus kita lakukan sekarang." Tanya nomor 9 tertekan.
"Gunakan formasi penghakiman surga...!! dan segel kekuatanya supaya dia tidak menyerang." Ucap Nomor lima memberi ide.
Mendengar pendapat dari nomor lima, semua penyerang seketika mengangguk setuju.
"Semua atur formasi." Teriak nomor lima mengintruksi semuanya.
" Sedikit menarik, apakah ini formasi penghakiman surga...?, hmm... Tapi walau begitu didepan mataku formasi ini hanyalah mainan anak anak." Ujar Fang Bai tanpa ekspresi.
"Langit menghukum dewa, surga penghakim dewa, seluruh alam bersatu hancurkan para dewa dan musnahkan penghalang takdir." Sebuah lantunan aneh terdengar dengan jelas, dan setelah beberapa saat melantunkan hal itu sebuah fenomena alam terjadi secara tiba tiba.
Langit menjadi sangat gelap bahkan lebih gelap dari malam hari, hingga cahayapun tidak bisa menghentikan kegelapan tersebut, angin mulai berhembus kencang dan bait bait petir terus menyambar satu demi satu, membuat hari itu menjadi hari tergelap sepanjang sejarah.
Semua makhluk hidup di alam dewa langit terlihat ketakutan saat melihat fenomena mengerikan itu.
"Apakah ini akhir dunia." Ucap Salah seorang manusia yang sedang menatap langit dengan wajah ketakutan.
........
Kembali di tempat Fang Bai berada.
Sebuah petir berwarna merah terlihat muncul di langit dengan aura kehancuran yang sangat besar hingga membuatnya sedikit tertekan walaupun dirinya sudah berada di alam raja dewa.
Petir itu berbentuk seperti seorang jendral yang sedang menaiki kuda dengan sebuah tombak panjang yang mengarah kepadanya.
"Hahaha... Kemari, aku akan lihat bagaimana rasanya penghakiman surga." Fang Bai tertawa menyambut kedatangan petir itu.
Ketika Fang Bai berbicara seperti itu, petir berbentuk seorang jendral surgawi merasa tertantang dan melesat dengan sangat cepat untuk menyambar Fang Bai.
__ADS_1
Swinggg.....
Bommmm......
Tabrakan petir yang mengenai Fang Bai terdengar sangat dahyat, bahkan saking dahsyatnya semua orang di alam dewa langit dapat mendengarnya.
Asap ledakan itu mengepul dan Fang Bai tidak terlihat keberadaanya.
"Aku yakin pria itu sudah mati." Ucap nomor 3 dengan yakin.
"hahaha..... Penghakiman surga merupakan formasi pamungkas yang di berikan oleh tuan kita, tentu saja dia pasti akan mati, dengan formasi penghakiman surga seorang prajurit dewa akan mati, jendral dewa akan sekarat, raja dewa akan terluka, dan aku yakin orang tadi walaupun auranya kuat dia hanya prajurit dewa saja bukan raja dewa." Ucap Nomor 7 dengan bangga.
"Kalian sangat begitu yakin, tapi sayangnya aku harus mengecewakan keyakinan kalian." Sebuah suara terdengar dari dalam kepulan asap.
Dan perlahan terlihat sosok tampan dengan rambut yang ia kuncir tergerai panjang dan halus dan kemudian rambutnya tertiup angin.
Sosok seperti ini memang sangat tampan dan merupakan incaran semua wanita, dan dia adalah Fang Bai.
Fang Bai mendekat ke arah mereka dengan tubuhnya yang terlilit oleh baut baut petir berwarna merah yang menyala nyala.
"Ba... Bagaimana mungkin kau masih hidup, dan bagaimana kau bisa menyerap petir penghakiman surgawi." Ucap nomor semua musuh Fang Bai dengan terkejut.
"Karena kalian menyerangku menggunakan petir penghakiman surgawi, maka aku akan melakukan hal yang sama." Fang Bai berbicara sembari mengangkat jarinya.
"Petir penghakiman surgawi penghancuran semesta." Ucap Fang Bai dan seketika sebuah petir berwarna merah muncul dari langit dan mulai menyambar mereka dengan ganas.
"Duar.....
Arkhhhh...
Bommm....
Argkhhh....
Ledakan dan teriakan terjadi silih berganti membuat suasana menjadi seperti dineraka.
" Tuan tolong hentikan petir petir ini, kami berjanji setelah ini kami akan pergi." Ucap nomor 8 yang terlihat sangat lemas.
__ADS_1
"Oh, apakah aku akan membiarkan kalian pergi, setelah ingin membuat kekacauan di wilayahku...!!! jangan bermimpi untuk pergi kecuali kau pergi dengan nyawamu untuk menemui penjaga neraka."
Jutaan sambaran petir terjadi hanya dalam satu Jam, dan 10 half God sekarang sudah hilang tak tersisa.
Ranah Half God memang kuat tetapi jika menghadapi petir penghakiman surgawi maka ranah half god sama sekali tidak memenuhi syarat.
Adapun bagaimana Fang Bai bisa memiliki elemen petir penghakiman surgawi itu dikarenakan tubuhnya yang merupakan tubuh kekacauan kuno, dan juga tubuh pertama yang terbentuk setelah primordial chaos di alam semesta terjadi, jadi dengan tubuh spesialnya itu Fang Bai dapat memahami atau menyerap elemen apapun di seluruh multiverse dengan mudah.
Setelah sepuluh half God mati alam dewa langit yang tadinya gelap gulita menjadi terang benderang.
Melihat alam sudah berubah kembali semua orang di alam dewa langit bernapas lega, dan mereka yang merupakan kultivator dewa juga merasakan hal yang sama tapi bedanya mereka tahu bahwa bencana yang membuat perubahan pada langit adalah pertempuran yang maha dashyat, dan bukan hanya sekedar bencana alam saja.
Melihat menghilangnya sepuluh Half God Fang Bai terdiam dan kemudian ia bergerak untuk menangkap sedikit esendi kehidupan yang masih tertinggal di sekitarnya.
"Jangan berpikir untuk pergi dariku dan memberikan informasi kepada tuanmu, Sudah aku bilang bahwa kalian hanya boleh menemui raja neraka setelah berhadan denganku." Ucap Fang Bai dengan melambaikan tanganya dengan sepotong esensi kehidupan.
Cloning di sini juga memiliki sebuah nyawa walaupun hanya terbentuk mengunakan esensi kekuatan dewa. Cloning bukan hanya tiruan dari pemilik cloningan saja, cloning disini bisa berfikir atau melakukan apapun layaknya manusia, tetapi kekuatan cloning tidak bisa meningkat kecuali sang pemilik cloning meningkatkan kekuatan cloning itu sendiri.
Fang Bai menggenggam esensi kehidupan itu, lalu ia melepaskan kekuatan jiwanya dan kemudian membungkus esensi kehidupan itu.
Sebuah ingatan asing kemudian muncul didalam pikiramg Fang Bai.
"Oh ternyata bocah kecil itu yang mencoba membuat kekacauan di alam dewa langit, aku tidak menyangka bocah yang dahulu memanggilku paman sekarang sudah memiliki kekuasaan sendiri, tapi sayangnya ia memilih untuk berada di jalan kegelapan." Fang Bai tersenyum sembari meggelengkan kepalanya.
"Yang lebih mengejutkan lagi adalah ternyata ada dua pusaka semesta yang ada di alam dewa langit ini." Gumam Fang Bai dengam serius.
"Huf... Aku yakin berita tentang dua pusaka ini pasti cepat atau lambat akan menyebar dengan sangat cepat, dan setelah itu banyak dari para dewa akan membuat cloningan mereka untuk membuat kekacauan di alam dewa langit ini." Gumam Fang Bai.
"Kekacauan kali ini akan menjadi penentu bagaimana nasib alam dewa langit, apakah akan hancur atau bahkan bangkit kembali."
Setelah mengetahui itu kemudian Fang Bai segera menghancurkan esensi kehidupan tersebut.
.........
AYOLAH Gaes jangan lupa like supaya author lebih semangat lagi dalam menulis novel ini, dan juga kalau bisa komen juga, hujat juga gapapa yang penting ada tanda kalau novel ini tidak terlalu sepi sepi amat.
Thanks yang sudah Likeπππ
__ADS_1
BERSAMBUNG