
Merasakan kehadiran orang lain, pria baya itu segera membuka matanya, dan ia melihat seorang pemuda yang masuk kedalam aula miliknya dengan tatapan acuh.
Disisi lain Fang Bai juga menatapnya, Fang Bai menduga pria paruh baya ini pasti pemimpin dari keluarga hong cabang disini.
Ranah pria paruh baya itu berada di Dao suci bintang 7 puncak, yang sedikit lagi akan naik keranah half God, tentu ahli seperti ini sangat sedikit di alam dewa langit, bahkan orang orang dengan ranah ini dapat dihitung dengan jari, orang seperti ini biasanya sudah tidak mencampuri hal duniawi lagi, dan akan lebih mendalami ilmu daoist.
Tapi tidak semuanya seperti itu, karena banyak juga semakin kuat orang, maka semakin sombong dan pamer kepada orang yang lebih lemah.
Pria paruh baya itu menatap mata Fang Bai dengan seksama, dan mencoba menganalisisnya tapi alhasil pria paruh baya itu hanya menemui lingkaran hitam yang seakan akan memblokir penglihatanya.
Melihat itu, entah kenapa perasaan pria paruh baya itu merasakan bahaya yang mengerikan, seakan alam bawah sadarnya memberitahu dirinya agar tidak memprofokasi pria yang berdiri tak jauh darinya.
"Nak, siapa kau?." Pria patuh baya itu bertanya.
"Pak tua. Bukankah kau yang menyuruh pasukanmu untuk memata matai diriku." Ujar Fang Bai dengan acuh.
Pria patuh baya itu hanya tersenyum.
"Jadi itu kau, haha.. maaf aku sedikit pelupa, mungkin karena usiaku yang sudah tua jadi aku tidak terlalu mengingatmu." Pria paruh baya itu tertawa, tapi hawa membunuh terlintas ditawanya.
Pria paruh baya itu menduga jika Fang Bai disini, hanya ada satu kemungkinan bahwa para tetua itu sudah mati.
"Pak tua, sebenarnya aku tidak terlalu suka membuat keributan, aku hanya akan menawarimu satu kesempatan, bergabunglah denganku maka kau akan aman atau menolak tetapi kau harus mati." Fang Bai berucap dengan santai, tapi setiap bicaranya membawa penuh penekanan.
__ADS_1
"Bergabung denganmu??, apakah kau pikir aku adalah orang bodoh! Sampai kapanpun aku tidak akan pernah menghianati keluargaku sendiri, bahkan jika kau menyiksaku sampai mati." Pria patuh baya itu menolak mentah mentah.
"Aku Hong Liam Salah satu tetua terkuat di keluarga Hong, dan prinsipku adalah hidup dan mati hanya untuk keluarga dan tuanku, selain itu hanyalah sampah." Hong Liam kembali berbicara.
"Oh, Jadi begitu, sayang sekali kesempatan hanya datang sekali dan kau sama sekali tidak menghargainya, maka aku hanya bisa membuatmu tersiksa didalam apiku." Fang Bai menjentikan jarinya dan keluar api giok hijau alkimia dan api netherworld.
"Omong kosong, mati kau." Hong Liam melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Hong Liam melakukan gerakan memutar dan hendak menendang Fang Bai, kekuatan tendangan ini sama dengan kekuatan yang dapat menghancurkan sebuah gunung sekalipun.
Fang Bai masih ditempatnya, tangan kanan Fang Bai mengarah keatas dan menangkap tendangan Hong Liam dengan mudah.
Hong Liam terkejut, seseorang benar benar dapat menangkap tendanganya, bahkan hanya dengan tangan kosong, Walaupun Fang Bai hebat seharusnya ia akan menangkapnya dengan sedikit usaha, tapi Fang Bai bahkan tidak mengerahkan sedikit Energinya.
Bahkan Jika Fang Bai mau dia bisa saja meningkatkan kultivasinya dengan sangat cepat tanpa harus memikirkan pondasinya, tapi ia tidak akan melakukanya, karena ia yakin jika begini akan membuat iri semua dewa dan bahkan alam sekalipun dan jika ini terjadi, maka kehidupanya kali ini tidak berbeda dari kehidupanya yang sebelumnya.
Fang Bai tidak mau ini terjadi lagi, dan dia juga akan berusaha meningkatkan kekuatanya secara pelan sembari mencari pecahan jiwanya.
Fang Bai mencengkram kaki Hong Liam, lalu ia membanting Hong Liam kelantai hingga menciptakan kawah yang cukup besar, lantai disana terbuat dari marmer teratai giok, dan merupakan marmer setingkat berlian tapi hanya dengan bantingan itu marmer dengan kekerasan layaknya berlian sekejap hancur.
"Sebenarnya aku merasa bersalah karena membanting orang tua, tapi kau sebagai orang yang sudah tua benar benar keras kepala." Fang Bai menjentikan api kecil dijarinya dan mengecilkan kekuatan api itu hingga tingkat yang terkecil untuk membakar seorang Dao Suci puncak.
Walau kecil tapi sudah cukup, jika kekuatan api ini tidak diperkecil maka Hong Liam akan musnah hingga jiwanya hancur, karena bagaimanapun api netherworld adalah api dunia bawah yang digunakan untuk menyiksa jiwa jiwa yang berada di neraka.
__ADS_1
Tak hanya itu mungkin alam dewa akan terkena dampaknya karena kedua api milik Fang Bai adalah Kaisar dari api yang berada dilevel bawahnya, dan bahkan matahari ini akan meredup dan bersujud kepada api netherworld dan api giok hijau alkimia.
Hong Liam disiksa oleh Fang Bai, dia dibakar hingga hangus dab kemudian diaembuhkan kembali, siklus ini terus terulang ulang hingga Hong Liam tidak bisa menahanya lagi.
"Tu..tuan aku menyerah aku bersedia menjadi pelayanmu yang paling setia." Hong Liam berkata dengan putus asa.
"Hahaha.. Bukankah seharusnya dari 0l0tadi begini, dan aku tidak perlu repot repot memberikan pelajaran padamu." Ujar Fang Bai kesal ia merasa Hong Liam membuang buang waktunya.
"Yah, karena kau sudah menyerah maka cepat teteskan darahmu dan buat perjanjian darah kesetiaan denganku. Aku tidak suka dengan seorang penghianat dan kau juga harus setuju jika tidak maka aku akan terus menyiksamu." Fang Bai berkata debgan tersenyum.
Hong Liam tertegun sejenak, ia sudah menduga ini, tapi bagaimana lagi ini adalah satu satunya cara agar dia tidak merasakan sakit yang menyebalkan itu secara terus menerus.
Hong Liam dengan enggan mengginggit jarinya dan darah menetes kebawah, Fang Bai dengan cepat membuat segel darah dan darah itu bersinar terang dan dengan begini Hong Liam sudah resmi menjadi pelayan Fang Bai.
Hong Liam melakukan ini tidak sepenuhnya rugi, karena setelah proses itu terjadi dengan gila Hong Liam menerobos sampai ranah prajurit dewa awal, Bahkan ia hanya beberapa menit merasakan ranah Half God.
Tentu ini adalah manfaat seorang pelayan dari Fang Bai. dengan darah Fang Bai yang mengikat Hong Liam, maka Hong Liam juga mendapatkan sedikit konstitusi dari tubuh Fang Bai. Selain dapat mendapatkan manfaat Fang Bai juga dapat menghancurkan orang itu hanya dengan jarinya.
"Saya.. saya memberi hormat kepada tuan" Hong Liam merasa senang dan juga takut saat menunduk kearah Fang Bai.
"Fiuhh.. Aku tidak menyangka darahku sangat berharga, hanya sekali jalan dapat membuatmy melompat keranah prajurit dewa awal, tapi aku harap setelah mendapatkan manfaat ini kau tidak menghianatiku jika kau menghianatiku maka kau akan menerima akibatnya." Ujar Fang Bai penuh dominasi.
.........
__ADS_1
BERSAMBUNGG...