
Fang Bai saat ini sedang menyesap anggur di balkon rumahnya, pagi yang tenang dengan ditemani sebotol angur dan sejuknya udara pagi merupakan hal yang sangat menyenangkan, apalagi dengan ketenangan dan kedamaian ini, membuat Fang Bai merasakan kerinduan yang mendalam.
"Sudah lama aku tidak seperti ini, andai tidak ada keserakahan dalam hati manusia, pasti hidup ini akan damai." Fang Bai berandai andai.
"Anggur ini, walaupun tidak ada apa apanya dengan anggur raja bulan yang aku minum dulu, tapi kesanya lebih tenang dan perasaan kasih sayang dalam pembuatanya juga terasa menyejukan hati dan pikiran ini,memang benar sebuah kasih sayang dalam pembuatan lebih enak dari pada hanya bertujuan diminum sendiri atau hanya untuk dijual demi keuntungan sendiri." Gumam Fang Bai menilai anggur buatan keluarga Fang sendiri.
"Hum... Semua kloningan miliku selama beberapa minggu terakhir ini selalu menghadapi orang orang serakah dari benua lain, untungnya aku sudah meningkatkan kekuatan semua kloningan menjadi dao raja, jadi mereka akan lebih mudah dalam menghadapi orang orang serakah itu." Ujar Fang Bai kembali menyesap anggur.
Fang Bai berdiri ia melihat ke atas langit, sebuah karma jahat yang besar sedang mengalir kesatu titik, dan membuat gumpalan karma itu semakin besar dan lebih besar.
Hanya orang orang di alam dewa yang bisa melihat kehadiran karma, jika ini diteruskan maka gumpalan karma ini bisa saja membuat sebuah malapetaka kutukan atau bahkan hal yang berbahaya lainya.
"Sayangnya hanya seorang ditahap guru dewa yang bisa menghancurkan karma, dan sedangkan aku hanya di ranah raja dewa puncak, maka aku hanya dapat berdoa semoga kekuatan karma Buruk ini melemah." Gumam Fang Bai menatap langit.
"Aku harus segera meningkatkan kekuatanku." Fang Bai berjalan menuju kamarnya, saat sudah berada di kamar miliknya, Fang Bai menatap batu giok kekacauan primordial miliknya.
Setelah menyelesaikan semua segel didalam batu giok kekacauan kuno Fang Bai melihat sebuah alam yang cukup besar dengan diameter yang sama dengan bumi, tempat kevin dahulu sebelum ia berpindah ketubuh Fang Bai.
"Tempat ini cukup besar, jika aku membangun sebuah peradaban didalamnya mungkin akan sangat bagus, tapi untuk saat ini sepertinya aku harus menundanya terlebih dahulu, banyak hal yang harus aku perhatikan." Gumam Fang Bai.
"Yang lebih mengejutkan lagi dari ini semua adalah aliran waktu disini lebih cepat dari aliran waktu di dunia luar, satu hari didunia luar sama dengan 30 hari di alam ini dengan begini kultivasiku akan meningkat lebih cepat." Ujarnya merasa senang melihat penemuanya ini.
"Hmm... mungkin aku bisa menbuat pasukan tersembunyi dialam kecil ini, maka dengan begitu aku bisa bersantai sambil kembali meningkatkan kekuatanku." Gumam Fang Bai kembali.
Fang Bai mencari tempat yang cocok untuk kultivasinya, beberapa saat kemudian Fang Bai menemukan sebuah tempat yang cocok untuknya, tempat ini mirip dengan tempat kultivasi tertutupnya dulu, dan juga sama sama berada di kaki gunung dan dekat dengam Goa.
Fang Bai kemudian duduk disebuah batu besar dan mulai menutup matanya, saat ini ia berada pada ujung terobosan keranah kaisar dewa.
Energi alam yang sangat besar berkumpul disatu titik di atas langit dan tepat dibawahnya adalah Fang Bai yang sedang berkultivasi.
Energi alam itu mendekat dan kemudian mulai menyelimuti tubuh Fang Bai, setelah itu energi alam itu mulai mengalir melalui meridian menuju kedalam tempat penyimpanan Qi yang kita sebut Dantian.
__ADS_1
Dantian Fang Bai mulai terisi penuh tetapi pintu untuk menuju kaisar dewa masih tertutup untuknya, ia saat ini bagaikan seorang tamu yang tidak dijinkan masuk kedalam, dan dia hanya berdiri diam menunggu dengan patuh diluar.
Fang Bai tahu bahwa masih ada hal yang kurang, ia mengingat kembali dan ia sekarang ingat jika dia belum meningkatkan pemahamanya tentang dao kehidupan dan kematianya sehingga dia masih belum bisa menerobos.
Untuk orang yang normal mereka akan menguasai 1 atau 2 dao saja sehingga mereka akan memahami dengan lebih sedikit usaha tentang dao yang mereka pelajari.
Tapi tetap saja untuk mempelajari sebuah Dao akan memakan waktu yang sangat lama bahkan hanya peningkatan kecil saja bisa memakan waktu ribuan tahun atau bahkan ratusan ribu tahun.
Fang Bai merupakan orang yang berbeda, dia adalah satu satunya makhluk hidup yang mempelajari semua Dao, tidak maksudnya yang kedua, Fang Bai merupakan orang kedua yang mempelajari semua Dao, dan yang pertama mempelajari semua dao adalah Kaisar segalanya, dia adalah orang terkuat pada saat ini dan juga satu satunya orang yang tidak terpengaruh oleh aturan alam semesta maupun aturan surgawi.
Kekuatanya memang diluar nalar, tapi walau begitu orang itu tidak pernah keluar dari alamnya sendiri, walaupun dia adalah kaisar segalanya yang tak terkalahkan dia selalu dalam pengasingan diri, entah apa yang sebenarnya orang itu kejar, padahal sudah memiliki kultivasi puncak semua multiverse tapi masih saja melakukan pengasingan diri dalam kultivasi.
Jika itu adalah Fang Bai mungkin dia akan membuat sebuah hal baru dan memerintah semua pemimpin multiverse dan membuat peraturan baru agar semuanya menjadi aman dan tenteram.
"Sialan, kenapa aku malah memikirkan kaisar segalanya itu." Gumam Fang Bai mengutuk dirinya sendiri.
Dengan pengalamanya dikehidupan sebelumnya dia langsung meningkatkan pemahamanya tentang dao kehidupan dan kematianya.
Wushh....
Angin bertiup kencang, pintu kaisar dewa yang tadinya tertutup terbuka lebar.
Bommmmm....
Fang Bai menerobos ranah kaisar dewa.
Fang Bai membuka matanya dengan senyum puas.
"Tidak buruk, kaisar dewa menengah dalam sekali terobosan." Gumam Fang Bai.
Tak menyangka bahwa Fang Bai sudah berkultivasi selama 1 tahun, yang berarti didunia luar adalah 12 hari.
__ADS_1
Fang Bai keluar dari alam batu giok kekacauan primordial, dan menatap keadaan keluarga Fang yang sudah mulai berkembang pesat.
Bagaimanapun Fang Bai membantu keluarga ini dengan membuat beberapa tekhnik yang kuat dan memberikan pil untuk meningkatkan kultivasi.
Pada saat ia keluar ia melihat saudaranya yang sedang terdiam sambil melemparkan batu ke halaman dengan tatapan sedih.
"Saudara Gang apa yang terjadi denganmu.?" Tanya Fang Bai.
Fang Gang menoleh dan menatap Fang Bai dengan tatapan sendu.
"Saudara tolong bantu aku?." Fang Gang menangis, sambil memegang bahu Fang Bai.
"Bantu apa??." Tanya Fang Bai.
"Bantu aku bagaimana mengungkapkan rasa cinta kepada seorang wanita, aku benar benar gugup kali ini karena malam nanti Hao Ming Yu mengajaku berkencan dan aku bingung harus melakukan apa." Fang Gang berterus terang.
"Eh... Aku kira kau sangat mahir dalam cinta, tapi tak kusangka kau bahkan tidak tahu cara mengungkapkan rasa cinta." Ucap Fang Bai dengan tatapan mengejek.
"Jadi apakah saudara Bai bisa membantuku." Tanya Fang Gang.
"Tentu saja, tidak." Ucap Fang Bai.
"Hah.. Kenapa." Tanya Fang Gang.
"Karena aku juga tidak tahu bagaimana mengungkapkan rasa cinta kepada wanita." Ucap Fang Bai Santai.
"Lalu kenapa tadi kau mengejeku." Tanya Fang Gang.
"Siapa yang mengejekmu, aku tadi hanya sedikit heran saja denganmu." Ucap Fang Bai.
......
__ADS_1
BERSAMBUNGGG