
Fang Bai tidak menolak dan terus mengikuti wanita itu kedalam tandunya sedangkan Hong Liam dicegah saat ia ingin masuk dan dengan terpaksa ia berjalan bersama pengawal wanita iblis. Saat masuk kedalam Fang Bai dapat mencium bau harum khas wanita.
Didalam sana terlihat sebuah kursi kecil dan dekorasi serta beberapa camilan kecil milik wanita iblis.
Fang Bai segera duduk, dan diikuti dengan wanita iblis itu yang terlihat sedang menatap dirinya.
"Manusia, apakah tempat ini bagus." Tanya wanita iblis.
"Ya lumayan." Ujar Fang Bai dengan tenang.
"Lumayan, Manusia sleramu buruk, ini bukan lumayan, tapi sangat baik." Kata Wanita iblis.
"Terserah." Ucap Fang Bai dengan dingin.
"Manusia kamu sama sekali tidak berperasaan." ujar wanita iblis sedikit kesal.
Fang Bai hanya terdiam dan melirik wanita iblis itu yang terlihat lucu ketika cemberut.
"Manusia perkenalkan namaku Mo Lian Yin." Ucap Wanita iblis yang secara tiba tiba memperkenalkan dirinya tanpa alasan.
Fang Bai masih terdiam ia belum mengerti hati seorang wanita, mereka selalu berubah ubah, kadang bisa senang dalam sekejap dan kadang sebaliknya.
"Oh..."Fang Bai sedikit menanggapi.
"Manusia siapa namamu." Tanya Mo Lian Yin.
"Apakah kau harus tahu namaku." ucap Fang Bai ketus.
"Tentu saja, aku sudah memperkenalkan namaku sekarang giliranmu untuk memperkenalkan namamu." Ucap Mo Lian Yin.
"Fang Bai." Ucap Fang Bai secara sekilas.
"Fang Bai... Nama yang bagus." ujar Mo Lian Yin.
"Bai'gege.. kalau begitu aku memanggilmu Bai'gege" Mo Lian Yin tersenyum.
"Hei, aku bukan kakak atau suamimu jadi panggil aku Tuan Bai." Fang Bai sedikit tidak senang.
__ADS_1
"Tidak, aku tidak akan memanggilmu tuan, karena kamu bukan tuanku, tapi jika kamu menjadi suamiku aku sama sekali tidak masalah." Mo Lian Yin tersenyum menggoda.
"Cih.. Tidak." Fang Bai menolak.
"Hihi kalau begitu aku akan menjadikanmu suamiku." Mo Lian Yin tersenyum menggoda, ia sangat suka menggoda Fang Bai yang pemarahan dingin itu.
Mo Lian Yin mendekat dan duduk di pangkuan Fang Bai. Fang Bai seketika membelalakan matanya, pantat halus dan berkembang yang hanya berbalut kain tipis menempel di pahanya, Joni agung yang selalu hibernasi tiba tiba bangun saat mengendus bau lubang keramat.
"Wanita ini memang menyebalkan." Batin Fang Bai kesal. Selama hidupnya ia belum pernah mrrasa sekesal ini, bahkan ketika berhadapan oleh ribuan dewa yang mengepung dirinya ia masih tenang, tapi hanya karena gadis iblis kecil Fang Bai benar benar kesal.
Fang Bai mengangkat tanganya dan kemudian memyentil dahi Mo Lian Yin yang seputih giok.
"Tukk..."
"Akhhh.. Sakit." Mo Lian Yin sedikut menjauh, ia menatap Fang Bai kesal sambil mengusap dahinya yang berwarna merah.
"Manusia bau, ini sakit, aku tidak suka rasa sakit."Mo Lian Yin terlihat sedih, dengan air mata yang ingin lepad dari kelopak mata indahnya.
Fang Bai masih terdiam. Ia merasa bersalah karena ia tahu wanita iblis ini pasti sangat membenci rasa sakit, apalagi ketika para warga iblis menceritakan tentang para iblis yang dibantai, dijadikan budak, dan di buang kedaratan ini pasti membuat wanita ini trauma.
Fang Bai bingung harus bagaimana untuk menghiburnya, tapi Fang Bai refleks mengusap air mata kesedihan yang jatuh kepipi Mo Lian Yin.
Tapi kali ini ia benar benar melakukanya, sungguh kemajuan yang bagus.
Mo Lian Yan merasa aneh saat Fang Bai mengusap air matanya, ia merasakan getaran aneh dihatinya tapi dia tidak tahu apa itu.
Padahal dirinya hanya ingin bercanda saja dengan Fang Bai, tapi Fang Bai menanggapinya dengan hati yang tulus.
melihat Mo Lian Yin sudah berhenti menangis Fang Bai kembali datar dan memejamkan matanya sekali lagi, sedangkan Mo Lian Yin hanya mengoceh tidak jelas didampingnya.
Tak lama kemudian mereka berhenti, Fang Bai membuka matanya dan melihat wanita yang banyak bicara itu sedang menatapnya dengan geram, lalu ia keluar dari tandu yang disusul oleh Fang Bai yang berada dibelakangnya.
"Bai'gege bagaimana menurutmu tentang kastilku." Tanya Mo Lian Yin menunjuk arah bangunan besar yang menjulang tinggi, dengan beberapa pilar yang menyangga terbuat dari besi emas hitam, serta atap yang terbuat dari berlian murni dengan dindimg diselimuti dengan batu roh abadi.
Fang Bai melihat ini tertegun, barang barang itu sangat langka tapi bagaimana bisa dibuat seperti ini oleh bangsa iblis.
Walaupun iblis terkenal dengan kekayaanya tapi ia tidak pernah menyangka bangsa iblis menjadi seboros ini.
__ADS_1
"Memang bagus." Fang Bai menilai kastil besar didepanya.
Mendengar penilaian Fang Bai, Mo Lian Yin mengangguk puas.
"Tuan... Apakah anda baik baik saja."Tanya seorang pria tua yang tak lain dan tak bukan adalah Hong Liam.
"Seperti yang kau lihat aku baik baik saja." Jawab Fang Bai acuh.
"Syukurlah kalau begitu." Hong Liam merasa lega.
"Baiklah, Bai'gege ayo kita masuk kedalam." Ajak Mo Lian Yin.
Fang Bai mengangguk disusuk oleh Hong Liam dari belakang.
Para penjaga menyambut mereka dengan baik, walaupun mereka sedikit mengerutkan kening karena ada manusia di sini, tapi melihatnya akrab dengan tuan putri mereka tentu mereka menyambut mereka dengan hangat.
Melewati beberapa belokan dan taman kastil, Mereka akhirnya sampai di aula utama bangsa iblis.
Saat masuk mereka melihat banyak bangsac iblis yang sedang berkumpul disana seperti membahas sesuatu, di tengah aual terdapat pria tampan.yang sedang menyimak pembicaraan sekali memberikan masukan pada iblis lainya.
"Kakak." Wanita iblis berteriak dan kemudian berjalan kearah pria tersebut.
Pria tadi menoleh, dan menatap adik kesayanganya yang sedang berjalan kearahnya dengan tatapa bersemangat.
"Adik, kamu sudah pulang dan membawa manusia yang akan menyelamatkan kita." Ucap pria tadi yang merupakan kakak kandung Mo Lian Yin.
Fang Bai mendengar ini mengerutkan kening, ia tidak segaja mendengar pembicaraan keduanya, mendengar ini saja Fang Bai menarik kesimpulan bahwa ia dibawa kemari hanya untuk dimanfaatkan agar bangsa iblis dapat bebas.
Mungkin ini adalah ramalan dari leluhur mereka dimasa lalu tentang kedatangan manusia yang akan menyelamatkan bangsa iblis.
Fang Bai merasa marah karena telah dibodohi oleh mereka. Karena telah mendengar rencana asli mereka, Fang Bai tidak punya waktu untuk berlama lama lagi disini.
Dia paling tidak suka dengan orang yang tidak jujur.
Jika mereka mengatakan yang sejujurnya dari awal mungkin Fang Bai akan membantu mereka, tapi mereka sama sekali tidak mengatakanya.
"Hong Liam ayo pergi dari sini." Fang Bai seketika berbalik.
__ADS_1
.......
Bersambunggg...