
Hong Liam mengangkat tanganya keatas, ia memusatkan pikiran dan membayangkan tempat yang mereka akan tuju, dan setelah itu Hong Liam membuka matanya dan menatap kedepan, dengan energi qinya Hong Liam merobek ruang dengan sedikit kesusahan, tapi wajar karena ini adalah pertama kalinya dia melakukan hal ini.
Daya tarik yang kuat tiba tiba saja keluar dari dalam robekan ruang, dan menarik keduanya masuk kedalam.
Ketika mereka masuk, robekan ruang itu menutup kembali seperti sedia kala, didalam kekosongan keduanya terseret arus ruang menuju ke tanah jahat neraka hitam.
Sekitar satu menitan mereka melihat sebuah cahaya terang, mereka tahu bahwa ini adalah tanah jahat neraka hitam.
Saat mereka berdua semakin dekat dengan cahaya itu, sebuah guncangan ruang angkasa terjadi, sebuah badai ruang muncul tepat sebelum mereka keluar.
"Badai ruang." Gumam Fang Bai.
"Tuan..? Apakah ini badai ruang angkasa yang legendaris itu." Tanya Hong Liam.
Fang Bai hanya mengangguk dengan wajah serius.
"Ada yang tidak beres." Gumam Fang Bai melirik sekitarmya.
Fang Bai menatap ke arah selatan, dengan persepsi spiritualnya. Di sekosongan yang tak jauh dari lubang cacing itu ternyata ada sebuah kapal kecil yang diprakasai oleh seorang taoist berbaju putih, pria itu duduk dikapal kecil itu sembari mendayung kapal dengan tenang.
Sekilas saja Fang Bai tahu jika pria itu adalah seorang pertapa tersembunyi yang sangat kuat, dan badai ruang itu disebabkan olehnya.
Hong Liam disisi lain juga terkejut saat melihat ahli tua ini, walaupun dia tidak bisa merasakan kekuatan pria tua itu tapi intuisinya mengatakan bahwa orang ini tidak bisa disinggung.
Fang Bai sekilas berkata.
"Ahli berada di tingkat sage dewa."
__ADS_1
Fang Bai masih tenang, walaupun pihak lain adalah sage dewa dia sama sekali tidak gentar.
"Rekan taoist, maafkan yang tua ini karena menghentikan perjalanan anda." ucap pria tua itu tersenyum kearah Fang Bai.
Fang Bai melihat ini ia dapat menebak pikiran dari pria tua ini. Pasti pria tua ini akan membuat dirinya menjadi bidak caturnya di alam dewa langit, tentu Fang Bai adalah seorang dewa yang bermartabat pasti akan menolaknya.
Fang Bai bukan orang yang suka dikendalikan, bahkan jika pihak lain lebih kuat darinya.
Jika di kehidupan sebelumnya ranah sage dewa hanya seekor semut bagi Fang Bai, bahkan ranah sage dewa tidak layak menjadi seorang bawahanya.
"Pak tua aku tidak tahu apa yang membuatmu menghentikan kami." ujar Fang Bai yang masih tenang dan berpura pura tidak tahu.
"Rekan taoist, pak tua ini hanya orang lewat yang menanggung kesepian, kebetulan sekali alam semesta ini menghendaki kita berdua untuk bertemu, pak tua ini hanya ingin memberi tahu rekan taoist, jika alam dewa langit sudah kacau dan sebentar lagi hukuman kehendak semesta pasti akan terjadi, jadi pak tua ini harap rekan taoist membantu yang tua ini bekerja sama untuk melindungi alam dewa langit dari perbuatan iblis keji." Pria tua itu berbicara dengan gaya orang kuno.
"Itu sudah pasti!, tanpa anda suruhpun saya pasti akan melindungi alam dewa langit dengan segenap jiwa dan raga." Jawab Fang Bai dengan datar.
"Tidak, aku tidak butuh dilindungi atau dikasihani, bahkan walaupun kau adalah ranah sage dewa sekalipun tidak." Fang Bai menolak mentah metah.
"Aku Fang Bai tidak takut kepada siapapun."
"Rekan Taoist, anda bercandakan, lagipula anda hanya kaisar dewa, pasti anda bercanda." Pria tua itu berbicar dengan tidak percaya bahwa perkintaanya ditolak secara mrntah mentah.
"Kau tidak tahu maksudku, atau pura pura tak tahu!! Meski kau adalah sage tapi kau ternyata tidak bisa mendengar dengan jelas, oh ya aku lupa kau kan sudah tua jadi hal itu biasa." Ujar Fang Bai mengejek.
"Sudah lama tidak ada orang yang mengejekku seperti ini, sungguh menarik, tapi aku Liu Shen tidak akan mengampuni siapapun yang mengejek diriku." ucap Liu Shen kesal.
"Cih bahkan sifatmu seperti anak kecil, di ejek Sedikit saja sudah marah, dasar pak tua peyot yang bodoh." Ucap Fang Bai dengan sinis.
__ADS_1
"Aku benar benar suka dengan orang yang akan mati sepertimu, ingat aku Liu Shen Dewa Angin yang membunuhmu, apakah ada permintaan terakhir sebelum kau mati."Nada bicara Liu Shen menjadi dingin.
"Mati?, pak tua kau sepertinya bodoh." Fang Bai tertawa sedikit dan masuk kedalam ruang yang baru ia robek dan langsung menutupnya dengan cepat.
Fang Bai dari tadi memprofokasi Liu Shen karena ia ingin membuat Liu Shen marah dan kehilangan fokusnya, dan secara diam diam dia membuat rebekan ruang lainya dan setelah selesai Fang Bai dan Liu Shen memasukinya.
Walaupun Fang Bai tidak takut dengan Liu Shen, ia masih tetap waspada, jika dia disuruh berhadapan dengan liu shen sudah jelas siapa yang akan menang, maka dari pada bertarung dan mungkin membuat dirinya kehilangan nyawa lebih baik kabur, bukanya dia pengecut, jika ranahnya hanya satu atau dua ranah lebih tinggi darinya, ia masih bisa mengalahkanya dengan segala usahanya, tapi ini bahkan sudah beda alam kultivasi dan tentunya mungkin hanya dengan beberapa gerakan Liu Shen dapat membuat Fang Bai terluka cukup dalam.
Melihat dirinya dibodohi Liu Shen menjadi murka, dia juga ikut merobek ruang tapi sayanganya dia langsung kehilangan jejak dari Fang Bai dan Hong Liam.
"Sialan mereka kabur cepat sekali." Ujar Liu Shen kesal, dan angin puyuh yang kuat muncul dan meluluh lantahkan sebuah matahari.yang berada dikekosongan.
"Argggkkkh Bocah Bajingan tunggu saja pembalasanku."Liu Shen meraung marah.
Fang Bai dan Hong Liam melesat dengan cepat dan muncul ditempat asing.
"Apakah ini tanah jahat neraka hitam." Tanya Fang Bai kepada Hong Liam.
"Tidak tuan ini bukan tanah jahat neraka hitam, melainkan neraka 7 inti kejahatan." Jelas Hong Liam.
"Memangnya apa bedanya dengan tanah jahat neraka hitam."
"Sebenarnya tempat ini memang didaratan tanah jahat neraka hitam, tapi ini adalah bagian terdalam dan penuh dengan orang kuat serta penjahat tingkat atas." jawab Hong Liam.
"Selain itu tempat ini juga termasuk tempat terlarang bagi manusia. Yang berada di sini sebenarnya bukan manusia melainkan para iblis yang terbuang dari alam atas, alasan kenapa mereka berada disini karena mereka tidak bisa keluar, hal itu terjadi karena para dewa sudah membatasi mereka, tapu walau begitu kekuatan mereka sangat kuat, bahkan keluarga kami tidak ada yang bisa dibandingkan dengan iblis disini." Ujar Hong Liam dengan wajah takut.
........
__ADS_1
BERSAMBUNGG...