Dewa Abadi Kekacauan Kuno

Dewa Abadi Kekacauan Kuno
Ch 33 - kekalahan Mo Shu


__ADS_3

Mo Lian Yin menoleh, ia mendapati Fang Bai dan Hong Liam berjalan keluar, dia tahu pasti mereka mendengar perkataan dari kakaknya.


Mo Lian Yin memang merahasiakan hal ini kepada Fang Bai, tapi ia tidak bermaksud untuk memanfaatkan Fang Bai. Ia tidak mengatakanya dari awal karena ia takut jika Fang Bai akan langsung menolaknya.


Tapi kenyataanya Fang Bai lebih tidak suka dengan orang yang tidak berkata jujur, mungkin jika MO Lian Yin mengatakan yang sebenarnya mungkin ia akan mempertimbangkanya karena ia memang ingin keluar dari daratan ini.


Tapi jika sudah begini, dia sudah kecewa.


Mo Lian Yin secara cepat berlari untuk mencegah mereka pergi dari sini.


"Tunggu.. Bai'gege dengarkan penjelasanku." Ucap Mo lian Yin.


Fang Bai terus berjalan tanpa melihat kearah Mo Lian Yin.


Hong Liam bahkan menatap Mo Lian Yon acuh, walaupun ia tidak tahu apa yang membuat tuanya marah tapi ia tahu pasti penyebabnya adalah Mo Lian Yin.


"Tunggu Bai'gege jangan pergi, aku minta maaf kepadamu karena tidak mengatakan yang sebenarnya." Teriak Mo Lian Yin memohon, tapi Fang Bai tetap tidak menggubrisnya sama sekali.


Kakak Mo Lian Yin, Mo Shu terlihat marah ketika ia melihat adik kesayanganya memohon sesuatu kepada manusia.


"Semuanya hentikan manusia itu." Ucapnya dengan penuh amarah.


Semua anggota bangsawan iblis segera mengejar Fang Bai dan mengelilinginya, Fang Bai sama sekali tidak tertekan.


Dengan santai ia menghilang dan setelah itu tiba tiba saja semua iblis yang mengepungnya pingsan dengan wajahnya yang terdapat sebuah tamparan diwajah mereka masing masing.


Hong Liam disisi lain telah menghadapi selusin iblis dengan tingkat prajurit dewa awal dengan serius.


Mo Lian yin menunduk lesu ditanah ketika melihat situasi yang sudah diluar kendalinya.


Ia menangis karena merasa bersalah akan hal ini. Mo Shu menghampirinya dan menatap adik kesayanganya yang sedang menangis dengan hatinya yang merasa sakit.


"Adik, karena dia telah membuatmu menangis maka biarkan kakakmu menyelesaikan semua ini." Ucap Mo Shu mencoba menghibur.


"Tidak.. Kakak hentikan ini semua." Mo lian Yin berteriak marah.


Mo Shu tertegun dan menyuruh mereka untuk berhenti.


"Semuanya berhenti" teriak Mo Shu.


Setelah Mo Shu berteriak seketika suasana menjadi hening.


Sementara itu Fang Bai terus berjalan bersama Hong Liam yang masih setia mengekor dibelakangnya.

__ADS_1


"Manusia kau berhenti juga, kuta bisa bicarakan hal ini dengan baik." Kata Mo Shu.


Fang Bai berhenti dan menoleh kebelakang dengan tatapan sinis.


"Hahaha... Sepertinya tidak ada ruang untuk ini kecuali kalian para iblis tunduk padaku." Ucap Fang Bai menyeringai.


"Manusia rendahan jangan mimpi, aku sedikit menghormatimu karena adiku tetapi kau sudah melewati batasmu, aku sebagai pemimpin bangsa iblis tidak rela akan hal ini, aku akan mengampunimu sekarang jika kau bersujud dan minta maaf kepada adiku." Mo Shu marah.


"Hahaha... Tunduk kepadamu bahkan kaisar segalanya tidak mampu untuk menundukanku, tapi kau hanya iblis belaka berani sekali, bahkan leluhurmu dimasa lalu akan menghormatiku jika ia berhadapan denganku, kau hanya keturunanya bahkan tidak pantas untuk menjadi pencuci kakikku." Fang Bai merendahkan.


"omong kosong terima ini." Mo Shu melesat dengan sangat cepat menembak kerah Fang Bai.


Fang Bai hanya tersenyum, walaupun ranah Mo Shu berada diranah dewa surgawi yang berarti lebih tinggi dari Fang Bai tapi pengalaman tempurnya sangat kuat jadi hal seperti ini tidak membuatnya mundur.


Dengan santai ia melakukan gerakan Taichi sederhana dan pukukan Mo Shu yang kasar seketika dibalikan begitu saja oleh Fang Bai.


Wushh...


Bang...


Fang Bai meninju wajah Mo Shu dengan keras, Mo Shu menghindarinya dan kemudian ia hendak mengunci pergelangan Fang Bai, tapi Fang Bai mendorongnya dengan pukulan keras sehingga tercipta ledakan Qi kuat.


Keduanya sama sama mundur, tapi dapat bahwa Fang Bai lebih unggul.


Api hijau giok alkimia dan api nether, melihat hal ini para iblis merasa panas di sekujur tubuhnya, apalagi ketika melihat api nether wajah mereka menggelap dengan wajah ketakutan.


Fang Bai menjentikan jarinya kembali, seketika kedua api itu membentuk seekor naga api dengan dua warna hitam dan hijau.


Naga api itu tepat diatas kepala Fang Bai, naga Itu mengaum dengan marah menatap tajam kearah para iblis dengan tatapan meremehkan.


Mo shu melihat ini terdiam, dengan terpaksa ia mengeluarkan kartu trufnya, perisai leluhur iblis lucifer serta pedang iblis kehancuran.


Ketika kedua senjata itu keluar, daya hancur yang sangat kuat mulai menyelimuti aula bahkan langit berubah gelap. Walaupun sangat kuat tapi tidak membuat gentar naga api, bahkan naga api masih terliha meremehkan.


"Manusia mati....!!!" Mo Shu berlari dengan kecepatan cahaya dengan pedang bergerak membelah.


Fang Bai melihat keatas, dan tersenyum kepada naga api diatasnya.


"Aku serahkan padamu." ujar Fang Bai sembari menggerakan jarinya.


"Wushh....


Boommmmm...

__ADS_1


kedua kekuatan meledak sangat dahsyat, aula kastil hancur terkena daya ledakan yang sangat mengerikan itu.


Para iblis disekitar diubahnya menjadi daging panggangg, Fang Baipun juga tidak terelakan oleh luka.


Tapi karena ia mempunyai api hijau giok alkimia dengan cepat tubuhnya pulih kembali tanpa sedikutpun luka ditubuhnya.


Asap masih menutupi area ledakan, belum ada tanda tanda kemunculan mo shu, tetapi Fang Bai masih bisa merasakan keberadaanya.


Setelah beberapa saat terlihat tubuh Mo Shu terkoyak koyak oleh kekuatan ledakan. Mo Shu mencoba berdiri, ia masih belum menyerah, ia tidak terima kalah dengan manusia.


Saat Mo Shu ingin meneyerang kembali seorang wanita cantik memeluknya yang tak lain adalah Mo Lian Yin.


"Kakak berhenti, aku tidak mau kakak terluka lagi." Kata Mo Lian Yin dengan penuh kasih sayang seorang adik.


"Tidak...!! kakak harus membunuhnya, kakak tidak terima jika kalah dengan manusia rendahan sepertinya." Mo Shu berteriak marah dan mendorong Mo Lian Yin hingga jatuh.


"Bocah iblis ini sudah terpengaruh oleh kedua senjata jahat ini." Gumam Fang Bai.


Aura Mo Shu bertambah dengan sangat cepat, para iblis yang memiliki garis darah yang lebih lemah darinya mulai mati satu persatu karena darahnya terhisap oleh kedua senjata Mo Shu.


"Wushhh....!!


Angin berhembus kencang, petir menggelegar, awan menghitam. Aura darah mulai menyelimuti sekitarnya.


"Sepertinya aku akan menyelesaikanya dengan cepat." Mata Fang Bai berubah, menjadi emas, biru, merah, dan hitam rambutnya berubah menjadi merah dan biru.


Kekuatanya meningkat dengan pesat bahkan setara dengan ranah guru dewa.


"Bang...


Aura darah seketika menghilang, kekuatan suci mulai menyelimuti sekitarnya.


Dengan kecepatan diluar akal manusia Fang Bai bergerak, sekali ia bergerak angin kencang akan mengikutinya, bahkan setiap gerakanya langit dan bumi seakan ingin terbalik.


Wushh...


Bommm...


hanya satu pukulan biasa mo shu terpental dan langsung pingsan ditempat.


...


BERAAMBUNGGG......

__ADS_1


__ADS_2