
"Jadi aku harus meminta tolong kepada siapa." Tanya Fang Gang.
"Menurutku kau tidak perlu melakukan itu, rasa cinta adalah sesuatu yang dapat kita rasakan dari hati dan itu tidak bisa diungkapkan dengan sebuah kata, lagipula aku melihat Hao Ming Yu bukan tipe wanita yang suka digoda dengan ungkapan cinta, dengan kepribadianya ia kemungkinan lebih suka dengan cara bagaimana kau memperlakukanya." ucap Fang Bai.
"Saudara aku tak menyangka kau sangat pintar, aku bahkan tidak terpikirkan hal itu." Ucap Fang Gang berbinar.
"Tapi aku masih tidak terpikir bagaimana cara melakukanya, apakah saudara Bai punya masukan." Tanya Fang Gang.
Fang Bai berpikir sejenak dan kemudian berkata"Tidak...."
Mendengar itu Fang Gang terdiam dan mendesah pelan, lalu kemudian ia berpikir mencoba mencari cara.
"Hahaha... Aku tahu." Fang Gang tersenyum dan kemudian tertawa.
Melihat itu Fang Bai mengernyitkan alisnya.
"Memangnya apa yang kau tahu." Tanya Fang Bai.
"Coba tebak." Ucap Fang Gang tersenyum misterius.
Fang Bai berpikir sejenak dan kemudian berbicara." Jangan Bilang kau akan menjadi pahlawan yang melawan bandit.
Mendengar itu Fang Gang terdiam dan menatap Fang Bai dengan serius, wajahnya menunjukan kengerian.
"Ba... Bagaimana kau tahu saudara." Fang Gang terbata bata.
Fang Bai hanya menebak, alur percintaan seperti ini banyak sekali di sinetron Televisi di bumi dulu.
Biasanya dikisahkan seorang mc yang membuat rencana menyewa perampok atau preman yang di setting untuk menganggu si heroin perempuanya, dan ketika perempuan itu diganggu, si mc akan datang layaknya pahlawan kesiangan dan lalu mc akan menghajar semua preman itu, melihat kehebatan sang mc akhirnya si wanita kagum dan jatuh cinta kepada mc.
Mengingat plot alur sinetron yang klise seperti itu selalu membuat Fang Bai tertawa getir tetapi ya bagaimana lagi namanya juga sinetron, semua itu tergantung kepada sipembuat naskah cerita, seperti pembuat cerita ini yang serampangan tidak lihat alur, pokoknya asal nulis saja yang penting jadi novel.
"Aku hanya menebaknya." Jawab Fang Bai.
__ADS_1
"Aku tidak pernah tahu, tebakan seseorang bisa setepat ini." Ujar Fang Gang kagum.
Fang Bai mengernyitkan alisnya, tentu saja ia tahu, setiap hari dia lihat sinetron ikan terbang jadi hal seperti ini hanyalah hal yang sepele.
"Tapi aku tidak yakin jika nanti kau yang akan menyelamatkanya, karena kau tahukan kekuatan Hao Ming Yu itu, bahkan kau masih dibawahnya dalam hal kultivasi, jika kau menggunakan rencana seperti ini yang ada bandit suruhanmu akan babak belur olehnya." Ujar Fang Bai.
"Ini....Sepertinya harus ganti rencana lain." Pikir Fang Gang.
"Hehe... Tapi bagaimana jika bandit itu adalah saudara Bai, aku yakin dia tidak akan bisa mengalahkanmu, dan ketika dia nanti kewalahan aku akan datang menyelamatkanya dan saudara Bai akan berpura pura kalah... Bagaima dengan rencana ini bukankah sempurna." Ucap Fang Gang dan melihat bahwa Fang Bai sudah tidak ada disampingnya.
"Eh... Dimana saudara Bai, nampaknya aku harus mencari cara lain." Fang Gang berpikir kembali.
......
Sementara itu diatas awan, Fang Bai sedang menatap ke arah timur.
Sekitar 20 orang sedang bersembunyi, Fang Bai sebenarnya sudah merasakan ini sejak lama, tapi ia masih membiarkanya, tapi kali ini ia tidak akan lagi membiarkan mereka karena mereka mengarahkan niat membunuh kepada keluarga Fang.
Semua orang itu berada di ranah dao kaisar atau satu ranah lebih tinggi dari kloningan milik Fang Bai.
"orang orang ini sepertinya menyelinap secara diam diam kemari, jika tidak pasti salah satu kloning miliku akan menyadarinya, tapi sayangnya mereka datang kemari hanya dengan kultivasi yang lemah, jadi aku tidak bisa bersenang senang dengan puas." Fang Bai menduga.
"Tetua Hong Jing, apakah kita akan langdung menyerang." Tanya salah satu tetua bernama Hong Meng.
"Tidak, aku pikir kita harus memberi tahu kepada lord Li tentang ini, musuh kita kali ini benar benar kuat, kau ingat aura seribu orang yang sama yang menjaga benua barat ini, aku yakin jika itu adalah kloning dari orang yang menghancurkan istana kekaisaran Hong, eksistensi seperti itu kemungkinan adalah dewa, maka dari itu kita harus hati-hati." Kata tetua Hong Jing yang disetujui oleh semuanya.
mereka tidak tahu bahwa semua itu sudah dilihat dan didengar oleh Fang Bai yang mengamati dari atas awan.
20 tetua Hong ini adalah tetua dari keluarga Hong cabang yang berada di benua barat, walaupun hanya cabang kekuatan ini mampu memporak porandakan sebuah istana kekaisaran, jika yang pusat datang kemari maka mungkin benua barat tidak akan pernah melihat matahari lagi, tapi kejadian itu hanya jika tidak ada Fang Bai disana.
"Haha... Ingin mundur setelah datang kemari, kalian bermimpi." Fang Bai menyeringai.
Ia menghilang dari tempatnya dan kemudian muncul dibelakang mereka tanpa memperlihatkan auranya sehingga tidak menyadarinya.
__ADS_1
"Apakah kalian mencatiku." Fang Bai berkata dengan tenang.
Mendengar suara dari belakang, ke 20 tetua itu menoleh dan melihat Seorang pemuda dengan rambut hitam legam kuncir kuda dengan wajah yang sangat tampan dan kulit seperti giok menatap mereka dengan tenang.
Melihat Fang Bai mereka mematung dan mulai saling melirik.
"Kalian semua tunggu aba abaku, setelah aku hitung sampai 3 kita akan berpencar dan kabur untuk memberitahukan hak ini kepada Lord Li." Kata Hong Jing dengan transmisi suara, tapi Fang Bai masih bisa mendengarnya dengan jelas.
Fang Bai tersenyum, dia sudah tahu akan hal ini jadi ia menjentikan jarinya dan sebuah penghalang tidak terlihat menutupi area hingga 500 meter dari hutan itu.
Berapa saat setelah Hong Jing mengintruksi tetua lainya mereka berpencar kesegala arah berharap Fang Bai akan bingung sehingga jika salah satu dari mereka bisa selamat ada yang akan menyampaikan hal ini kepada Lord Li.
Setelah melesat dengan kecepatan penuh mereka beberapa detik kemudian terdengar suara benturan keras dari segala arah.
Brok...
Bukk...
Brukk....
Fang Bai melihat dari atas mereka semua menabrak dinding tak terlihat membuat tubuh mereka kesakitan, tetapi hanya sesaat mereka pulih kembali dan mencoba menghancurkan dinding tak terlihat.
"Hahaha... Tikus tikus kecil benar benar lucu, mereka tetap berusaha meski tahu mereka tidak akan pernah bisa menghancurkanya." Fang Bai terkekeh.
Setelah melihat kerja keras yang sia sia sedikit lama, Fang Bai merasa bosan dan kemudian ia mengangkat sedikit jarinya.
20 pedang Qi sebesar pohon terbentuk diudara mengarah ke arah 20 tetua keluaega Hong.
Dengan wajah dingin Fang Bai mengayunkan pedang Qi dengan pelan, tapi pedang Qi itu tidak bergerak pelan, itu bergerak sangat cepat hingga dalam sekejab 20 ledakan terjadi secara bersamaan menghancurkan lima ratus meter hutan.
...............
BERSAMBUNGGG....
__ADS_1