
"Huft....huft."
Seorang pria berumur sekitar 25 tahun berlari di padang es sambil memegang perutnya yg terluka.
"Aku harus mencari goa di dekat sini."batin pria itu
Lalu pria itu menemukan sebuah goa yg lumayan besar lalu pria itu memasuki goa tersebut tanpa basa basi.
"Aku harus menghilangkan jejak ku."guman pria itu.
Dengan sekali kibasan tangan goa itu tertutup batu dan salju.
****
"Cari di setiap sudut."seorang pria dengan umur sekitar 30 tahun berteriak pada prajuritnya.
"Jendral Fei kami tidak menemukan nya."ucap salah satu prajurit.
Tiba tiba sebuah tombak menancab di perut prajurit itu sampai tembus ke punggung nya.
"Sudah ku bilang cari."teriak jendral Fei kepada prajuritnya sambil mengeluarkan nafsu membunuh.
"Jendral sepertinya dia sudah tidak ada di sini."ucap seseorang yg berada di kanan jendral itu.
"Sepertinya begitu perwira cu."balas jendral Fei sambil memegang kening nya."Tapi bagai mana cara dia lari dengan luka separah itu."
__ADS_1
"Jendral lebih baik kita pergi ke markas dan laporkan semua ini."ucap seseorang yg berada di kiri jendral Fei.
"Kau benar."jawab jendral Fei sambil menghela nafas.
****
Sesampainya di markas jendral Fei di sambut oleh banyak prajuritnya.
Jendral Fei langsung memasuki sebuah tenda,di dalam tenda itu ada seorang pemuda berumur sekitar 18 tahun sedang duduk di sebuah kursi.
"Pangeran kami tidak berhasil menemukannya."ucap jendral Fei sambil bersujud.
"Jadi kita tidak mendapatkan kitab dewa kegelapan kah."ucap pangeran sambil menghela nafas.
"Itu mustahil,bagai mana di bisa kabur dengan luka separah itu."ucap seseorang yg terbaring lemas di sebuah kasur dengan mata yg penuh amarah.
"Sepertinya ada yg membantunya."ucap pangeran sambil memegang dagunya.
"Kau benar pangeran."ucap ke dua orang yg ada di ruangan itu mengangguk setuju.
"Pangeran apa kita akan melanjutkan mencari."ucap jendral Fei.
"Sudah lah kita pulang ke ibu kota para prajurit sudah kedinginan."ucap pangeran itu sambil mengibas ngibas tangannya."kita berangkat besok."
"Baik pangeran."ucap jendral Fei sambil keluar dari tenda.
__ADS_1
****
"Hah......hah."
Seorang pria berambut hitam berumur sekitar 30 tahun dengan nafas yg memburu melihat seseorang dengan baju serba hitam dengan tajam.
"Jadi ini seseorang paling jenius selama 100 tahun terakhir."ucap pria berbaju hitam sambil tersenyum menghina."padahal aku sempat berharap kau bisa melukai ku raja yao atau harus ku pangila sang NAGA API."ucap pria itu sambil mengeluarkan nafsu membunuh.
"Sial bagai mana tua bangka ini masih hidup setelah di bunuh 500 tahun lalu."batin pria berambut hitam.
"Kau pasti berpikir kenapa aku masih bisa hidup sampai sekarang bukan NAGA API."ucap pria berbaju hitam dengan menarik nafsu membunuhnya."biar ku beri tahu padamu kebenaranya."sambil tersenyum.
"Sebenarnya aku tidak mati 500 tahun lalu aku di selamatkan oleh sosok yg bernama dewa iblis,lalu aku pun di beri kekuatan yg sangat dasyat bahkan dewa kegelapan harus mengorbankan setengah kekuatannya utuk kabur dari ku."ucap pria itu sambil tertawa ter bahak bahak.
Sontak kaget raja yao mendengar bahwa dewa kegelapan yg di gadang gadang memiliki kekuatan yg hampir menembus keranah surgawi di buat lari oleh orang ini.
"Kita akhiri saja pembicaraan ini."ucap raja yao sambil tersenyum tipis
"Ho....baiklah."jawab pria berbaju hitam sambil mencabut pedang yg ada di pinggang nya.
Raja yao hanya tersenyum sambil melesat ke arah pria berbaju hitam."ayo kita mati bersama raja iblis.
Sontak raja iblis kaget dengan kata kata raja yao sambil mundur ke belakang dia mengibaskan pedang nya pada raja yao seketika itu juga sebuah energy berwarna merah kehitaman melesat menuju raja yao,tapi raja yao tidak menghindar dan dia malah tersenyum tipis seketika itu juga sebuah enegy terkumpul di dada raja yao lalu tubuh raja yau terhisap ke dalam dadanya seketika itu juga ledakan besar terjadi.
"DUARRRRRR."
__ADS_1
"Sial aku benar benar tak menyangka dia akan meledakan diri."ucap raja iblis dengan nafas terengah engah."aku harus pergi dan memulihkan diri."raja iblis lalu terbang dengan kecepatan tinggi