Dewa Kegelapan

Dewa Kegelapan
Bab 11


__ADS_3

Singkat cerita Satu tahun telah berlalu,selama satu tahun penuh Bai Chen terus fokus dalam berlatih juga meningkatkan tingkat kultifasi nya yang telah berada di Ranah Yayasan tahap akhir bintang delapan,Dengan kekuatannya sekarang Bai Chen mampu melawan kultifator Ranah Inti Energi tahap awal.


Selama satu tahun Bai Chen telah menguasai Teknik pedang,teknik tombak,teknik alkemis,teknik Ruang dan waktu dan teknik formasi sedangkan untuk teknik seruling Bai Chen belum telah menguasai dasar-dasar nya saja karena dirinya tidak memiliki seruling untuk berlatih,Guru Dao Zu saja awalnya tidak menyangka jika Bai Chen akan mempelajari teknik seruling sedangkan untuknya saja walaupun dia memiliki kitab itu selama bertahun-tahun Guru Dao Zu tidak pernah mempelajari teknik seruling yang menurutnya sangat rumit karena untuk memainkan seruling hanya cocok untuk orang yang suka dengan musik agar memudahkan mempelajarinya.


Di suatu kediaman yang indah terdapat seorang pemuda berumur 13 tahun dengan rambut hitam yang lumayan panjang,mata hitam kulit putih membuat pemuda itu terlihat sangat tampan apalagi dengan jubah yang dia gunakan yaitu jubah berwarna merah bercorak Phoenix dengan ikat pinggang warnah hitam.


Pemuda itu adalah Bai Chen yang sedang duduk disebuah taman.


"Sudah setahun aku disini tak sekalipun keluar dari kediaman Kun yang terus fokus dalam berlatih"Gumam Bai Chen,Selama satu tahun memang Bai Chen hanya fokus berlatih dan tidak pernah sekalipun dirinya keluar dari kediamannya,Bai Chen berencana untuk keluar dari kediamannya untuk melihat lihat sekte awan.


Tidak lama Annchi datang menghampiri Bai Chen yang sedang duduk sendirian,Annchi datang dengan membawa segelas teh hangat untuk Bai Chen,Selama satu tahun juga Bai Chen dan Annchi sudah semakin dekat bahkan kecanggungan diantara mereka sudah tidak ada yang sudah digantikan dengan keakraban.


"Kakak Chen"panggil Annchi sambil menghampiri Bai Chen


"Chi'er "Balas Bai Chen


"Ini Chi'er bawakan teh"Ucap Annchi menyodorkan gelas teh


Bai Chen langsung menerimanya dan meminumnya


"Terimakasih Chi'er,Selama ini kamu sudah menemaniku dan selalu melayaniku dengan baik bahkan kau bagikan seorang istri yang melayani suami hanya saja ada beberapa hal yang belum"Ucap Bai Chen sambil tersenyum menggoda Annchi


"Kakak Chen tidak perlu berterimakasih dan jangan tersenyum seperti itu kakak Chen membuatku tidak bisa bernafas"Balas Annchi yang balik menggoda


"Hahahahah...kau sangat menggemaskan Chi'er"Balas Bai Chen yang langsung mencubit pipi Annchi hingga membuatnya merintih kesakitan


"Kakak Chen sakit"Ucap Annchi sambil mengelus pipinya yang dicubit Bai Chen


"Chi'er maukah kamu menemaniku berkeliling sekte?"Tanya Bai Chen

__ADS_1


"Kakak Chen ingin berkeliling,baiklah aku mau, kakak Chen juga sudah setahun disini tapi tidak pernah keluar Kediaman"Balas Annchi sambil tersenyum menyetujui ajakan Bai Chen


Bai Chen dan Annchi akhirnya pergi ke pusat sekte dimana disana sedang diadakan latih tanding para murid untuk pemilihan sebagai murid dalam,Bai Chen yang tertarik membawa Annchi untuk menonton.


Saat mereka tiba banyak sekali sepasang mata yang memperhatikan Bai Chen dan Annchi,untuk Annchi sendiri sebagian murid sudah mengenalnya tapi tidak dengan Bai chen yang untuk pertama kalinya mereka melihat.


"Siapa pemuda itu?"


"Nona Annchi membawa siapa?"


"Lihat pemuda itu sangat tampan"


"Siapa dia kenapa kita tidak pernah melihatnya"


Semua murid bertanya tanya siapa sebenarnya Bai Chen karena Meraka baru pertama kali melihat Bai Chen.


Para tetua yang ada ditempat itu yang sedang mengawasi prosesnya latih tanding mengerutkan keningnya melihat Bai Chen.


-Tetua Kian Bo


-Tetua Guang Lou


"Bukankah dia pemuda yang dibawa oleh Tetua Agung satu tahun lalu"Ucap Tetua Kian Bo yang mengetahui Bai Chen karena sewaktu dirinya bersama Dao Zu dirinya diajak untuk mengunjungi Bai Chen.


"Sepertinya begitu"Balas Tetua Heguo yang juga seperi mengenali Bai Chen


Bai Chen yang merasa semua orang memperhatikan dirinya dan Annchi membuatnya sedikit terganggu.


"Meraka memperhatikanku terus dan kebanyakan dari mereka menatapku dengan tatapan permusuhan"Batin Bai Chen

__ADS_1


Ya memang ada beberapa murid yang terlihat sangat membenci Bai Chen karena Bai Chen berani dekat dengan Annchi.


Untuk beberapa murid yang mengenal Annchi sangat mengidolakan Annchi karena kecantikannya yang sangat luar biasa,Salah satunya adalah Chu Shan .


Chu Shan adalah murid dalam sekte awan dia juga salah satu jenius sekte dengan umur 17 tahun dia telah mencapai Ranah Yayasan tahap menengah bintang Tujuh,Karena dirinya seorang murid jenius membuatnya mendapatkan perhatian lebih dari para tetua yang selalu memberikan sumber daya tiap bulanya dan membuat dirinya selalu bersikap arogan ke murid murid lainya.


Chu Shan yang kesal karena wanita pujaan hatinya didekati oleh Bai Chen mencoba untuk menghampiri Bai Chen dan Annchi.


"Nona Annchi sudah lama kita tidak bertemu"Ucap Chu Shan


Annchi yang ditanya oleh Chu Shan hanya tersenyum sebagai jawaban.


Chu Shan yang tidak mendapatkan jawaban mencoba untuk tenang dan mencoba mencari cara untuk mengajak Annchi bersamanya.


"Nona Annchi jika Nona Annchi memiliki waktu bisakah kita berjalan berdua ?"Tanya Chu Shan sekali lagi sambil mencoba memegang tangan Annchi


"Tidak,Aku tidak punya waktu karena waktuku hanya untuk Kakak Chen"Balas Annchi yang langsung mundur kebelakang Bai Chen dan memegang lengan baju Bai Chen


Bai Chen mendengar itu mengangkat alisnya karena sedikit heran dengan sikap Annchi yang sedikit manja padanya.


"Nona Annchi ..."Ucapan Chu Shan yang terhenti karena mendengar ucapan Bai Chen


"Sudahlah Nona Annchi tidak ingin diganggu olehmu"Ucap Bai Chen memotong ucapan Chu Shan


Chu Shan mengerutkan keningnya menatap Bai Chen dengan mengeluarkan sedikit auranya untuk menekan Bai Chen karena Chu Shan melihat jika Bai Chen hanya kultifator Ranah Petarung tahap awal,Bai Chen sengaja menekan kultifasi nya saat dirinya keluar dari kediamannya karena dirinya ingin melihat reaksi murid sekte awan dan sikap dari para murid-murid sekte.


"Aku tidak punya urusan denganmu jadi kau tidak usah ikut campur jika tidak ingin babak belur "Ancam Chu Shan pada Bai Chen namun Bai Chen hanya diam tidak bergeming dengan ancaman Chu Shan


Chu Shan kembali mendekati Annchi namun langkanya dihalangi Bai Chen,Chu Shan yang sudah kesal langsung mengepalkan tinjunya mendaratkan kepalan tangannya kearah dada Bai Chen.

__ADS_1


Bai Chen tidak memperhatikan gerakan Chu Shan terpaksa harus menerima serangan dari Chu Shan,Semua orang yang ada disana dan ketiga tetua begitu terkejut dengan kejadian yang barusan terjadi.


__ADS_2