
"Cih ku kira kau akan melihat saja"cibir liu changhai pada seseoran pemuda.
"Sudah ku duga kau merasakan nya ."jawab pemuda itu."sekarang kau bisa fokus pada pertarungan mu."
"Terima kasih."jawab liu changhai sambil tersenyum
"Jangan sombong dulu sialan kau hanya tingkat bulan tahap-."
Sebelum selesai bicara orang itu langsung kehilangan kepala nya sontak orang di sebelahnyah nya langsung kaget ,sebelum terkejutannya reda sebuah pedang tertancab di dada kiri .
"Mustahil ini adalah teknik "langkah halilintar" -uhuk."sebelum orang itu selesai bicara ia terjatuh dan tak bernafas lagi.
"Kau seharusnya bangga melihat teknik ini." ucap liu changhai sambil mengibas kan pedang nya untuk membersihkan darah pada pedang nya.
"Ehh kau sangat aneh kenapa kau tidak menggunakan teknik itu dari tadi kenapa kau harus menunggu dirimu terluka ."ucap xiuhuan sambil mengikat wanita yg tadi melemparkan pisau.
"karena itu adalah teknik dari kitab dewa petir." jawab liu changhai santai
"Ohhhhhh"balas xiuhuan sambil menggantungkan wanita tadi di salah satu dahan pohon.
Di sisi lain liu Fei juga telah membunuh musuh nya dan prajurit lain juga sudah membunuh dan juga menangkap beberapa orang berbaju hitam.
"Semuanya kita istirahat di sini dan memulihkan diri kita akan melanjutkan perjalanan besok."teriak liu changhai pada para prajurit.
Para prajurit mengangguk lalu memasang tenda di sekitar.lalu liu changhai menghampiri xiuhuan.
"Kau mengenal nya ."tanya xiuhuan pada liu changhai
__ADS_1
"Em"jawab liu changhai."dia adik seperguruan ku."
"Namanya han yu."lanjut liu changhai
"Perebutan pewaris kitab dewa emang merepotkan ya ."guman xiuhuan.
Dua orang di sana kaget tentang perkataan xiuhuan ,bagai mana dia bisa tahu tentang perebutan kitab dewa ?.itulah yg ada di pikiran liu changhai dan han yu.
"Jadi apa yg harus kita lakukan pada wanita ini."
Pertanyaan xiuhuan memecah lamunan liu changhai.
"Tunggu jangan bunuh aku ,aku akan membe-."sebelum han yu selesai bicara kepalanya sudah terlepas dari tempat nya.
"Aku tak akan mengampuni seorang wanita manapun."ucap liu changhai dengan nada dingin.
Xiuhuan langsung menghela nafas ,apa yang di deritanya sampai sampai dia sangat membenci perempuan .begitulah isi kepala xiuhuan sekarang.
Seketika itu juga liu changhai langsung tertawa terbahak bahak.
"Hey apa kah aku terlihat seperti penunggu ." ucap xiuhuan sambil menunjuk wajah nya." mana ada penunggu setampan diri ku."
"Oh maaf ."ucap liu Fei sambil tersenyum canggung.
"Bisa kah kau berhenti tertawa emmm."ucap xiuhuan kebingungan.
"Liu changhai ."jawab liu changhai yang mengerti kebingungan xiuhuan.
__ADS_1
"Ohhhh namaku xiuhuan salam kenal."ucap xiuhuan sambil mengulurkan tangan nya.
"Salam kenal ."jawab liu changhai sambil membalas salam xiuhuan.
"Pangeran lebih baik kau memulihkan diri dulu di tenda ."ucap liu Fei sambil menunjuk tenda .
"Kau benar ."jawab liu changhai
liu changhai langsung masuk ke tenda dan xiuhuan dia bersandar di kayu dekat api unggun.
"Guru."guman xiuhuan sambil menutup matanya.
Xiuhuan bangun sangat pagi hari itu bahkan matahari belum terbit .ia melihat liu changhai yg sedang melamun sendirian.
"Semoga saja adik akan baik baik saja dengan tanaman ini."pikir liu changhai
"liu changhai."
Panggilan itu langsung memecah lamunan liu changhai itu adalah xiuhuan .
"Kau sudah bangun ."
"Ya."jawab xiuhuan."Apa yg kau pikirkan hai'er" tanya xiuhuan
"Bukan apa apa."jawab liu changhai sambil menggelengkan kepala nya
"Boleh ku tanya sesuatu ."ucap liu changhai
__ADS_1
Xiuhuan menjawab dengan anggukan.
"Kenapa kau bisa tau perebutan kitab dewa." tanya liu changhai dengan nada serius.