
"....Serang!!!..."
Clang! Clang! Clang!
Di sebuah daratan yang luas terlihat ribuan tokoh sedang bertempur hidup dan mati. Pertempuran ini adalah pertempuran berskala besar yang pernah terjadi selama 1000 tahun antara bangsa iblis dan manusia. Pertempuran ini akan menentukan nasib dari kedua bangsa di mana yang kalah akan tunduk dan yang menang akan menjadi raja.
Darah segar dari para prajurit yang meninggal setelah tabrakan antara dua pasukan berhamburan di tanah, benturan pedang dan pekikkan dari orang-orang menggema di seluruh area pertempuran. Bulan purnama menjadi saksi dari pertempuran besar tersebut. Ribuan anak panah yang di balut dengan Qi mewarnai langit yang gelap.
Di tengah-tengah pertempuran brutal itu, terlihat dua tokoh yang sedang bertukar serangan. Dua tokoh itu adalah seorang pria tampan yang menggunakan zirah full armor dengan pedang hitam di tangannya sementara yang satunya adalah wanita cantik yang menggunakan kain sutra putih dengan panah di tangannya.
Pria dan wanita itu adalah Ken Chen si dewa Kultivator dan Lin Xue si dewi iblis. Keduanya adalah pasangan yang saling mencintai namun karena takdir membuat keduanya harus terlibat dalam pertarungan hidup dan mati.
Ken Chen menatap wanita cantik di hadapannya dengan wajah senduh. Tidak pernah terpikirkan olehnya bahwa dia akan bertarung melawan wanita yang paling dia cintai. Kenyataan ini sungguh menyakitkan.
"... Jendral Ken Chen. Majulah!, jangan menahan apapun..."Lin Xue menatap Ken Chen dengan wajah dingin, namun di dalam hatinya dia merasa sangat sakit.
Ken Chen menggertakkan giginya, dia mencoba untuk menahan semua perasaannya. Pedang legam hitam itu di ayun dan Ken Chen muncul di hadapan Lin Xue dalam satu kedipan mata.
Lin Xue terkejut melihat kecepatan Ken Chen. Dalam hal kekuatan, Ken Chen memang jauh lebih hebat darinya. Alasan mengapa dirinya belum terbunuh saat bertukar serangan dengan Ken Chen karena ken Chen terus menahan diri.
Ken Chen membalut pedang legam hitam dengan energi Qi berwarna merah terang kemudian pedang legam hitam di retas ke arah Lin Xue.
Lin Xue tidak sempat merespon dengan baik. Kecepatan yang di tunjukkan oleh Ken Chen benar-benar di luar kemampuannya. Lin Chen yang melihat pedang legam hitam yang di perbesar di matanya hanya bisa menutup kedua matanya.
"...Lagi. Lagi-lagi aku tidak bisa melakukannya!..."
******* Ken Chen membuat Lin Chen membuka matanya. Dia melihat pedang legam hitam yang tergantung di udara dan Ken Chen yang menatapnya dengan wajah tak berdaya.
"..Jika kau tidak bisa melakukannya maka aku yang akan membunuhmu!!!..."Lin Xue mendengus dingin. Busurnya terangkat, jari halusnya menarik tali busur. Segera anak panah yang terbuat dari es muncul di busur. Hawa dingin langsung menyebar di seluruh area pertempuran.
"..Huh..."Ken Chen menghela nafas panjang. Dia tersenyum pahit kemudian berkata."....Dulu. saat kita masih kecil, aku selalu bermimpi bahwa suatu hari ketika perang ini berakhir. Aku akan membawamu ke tempat di mana hanya ada kita berdua..."
Lin Xue yang mengerahkan busur ke arah Ken Chen tiba-tiba bergetar. Matanya seketika panas seolah-olah sesuatu akan keluar dari sana.
__ADS_1
Lin Xua tidak pernah melupakan masa kecil yang indah itu, masa di mana mereka pertama kali bertemu, di mana Ken Chen hanyalah tuan muda sampah dari clan Chen dan dirinya adalah anak yang sebatang kara.
Tidak ada yang paling mengerti kehidupan menyedihkan apa yang mereka jalani selain mereka berdua. Orang-orang mungkin memandang Ken Chen sebagai dewa Kultivator yang tidak tertandingi, namun Lin Xue tahu seberat apa perjalanan yang Ken Chen tempuh hingga menjadi seperti sekarang ini. Begitu juga dirinya, seperti apa kepahitan yang dia alami, hanya Ken Chen yang tahu.
Perjalanan panjang itu membuat mereka berdua saling mencintai. Jika perang ini tidak terjadi, jika Ken Chen bukan dewa Kultivator dan Lin Xue bukan dewi iblis, mungkin mereka akan menjadi pasangan yang paling bahagia. Tapi biar bagaimanapun, semua itu hanyalah mimpi. Ken Chen yang sekarang bukan lagi pemuda yang dia temui waktu itu dan Lin Xue bukan lagi gadis lugu dan manja di masa lalu. Saat ini mereka adalah pemimpin yang bergantung jawab atas kelangsungan hidup bangsa mereka masing-masing.
"...Ken Chen. Apapun yang kau katakan tidak akan pernah bisa merubah keadaan. Sekarang angkat pedangmu dan lawan aku!!..."Ucap Lin Xue setelah menekan jauh-jauh perasaannya.
Ken Chen mendengus dan menggelengkan kepalanya. Ya, memang benar. Saat ini mereka bedua adalah musuh, tapi seberapa kuatpun Ken Chen mencoba untuk menekan perasaannya, bayangan gadis cantik dan lugu itu selalu muncul di matanya. Sekarang gadis yang lugu itu sudah menjadi gadis yang kuat, dia sudah bisa mengangkat senjatanya untuk menghabisi musuh-musuhnya. Lin Xue tidak membutuhkan kehadiran Ken Chen lagi. Gadis lugu itu sudah bisa menjaga dirinya sendiri. Ken Chen bersyukur untuk itu.
Ken Chen menghirup nafas dalam-dalam. Dia manatap Lin Xue dengan senyuman."....Gadis lugu ini sudah sekuat ini. Hahaha, setelah hari ini kau harus berjanji..."
Ken Chen tiba-tiba muncul di hadapan Lin Xue. Tubuh Lin Xue bergetar, dia ragu apakah akan melepaskan serangannya ataukah membiarkannya.
Ken Chen yang berada di hadapan Lin Xue tiba-tiba berkata."...Kau harus berjanji bahwa kau akan melupakanku!..."
Lin Xue membelalakkan matanya, tatapannya beralih di kedua tangan Ken Chen yang sedang membuat segel. tubuh Lin Xue seketika menegang. Dia sangat hafal dengan tehnik segel yang ada di tangan Lin Chen. Itulah adalah tehnik segel 'dewa kematian'. Kultivator yang menggunakan segel ini akan mati dan kekuatannya di berikan kepada orang yang paling dekat dengannya. Itu artinya Ken Chen memilih untuk menyerah dan memutuskan untuk bunuh diri serta menyerahkan seluh energi Qi nya kepada Lin Xue.
Duarrr!!!!
Syok!
Lin Xue menatap darah yang melekat di seluruh pakaiannya dengan mata bergetar. Ken Chen mati di hadapannya.
-
-
Di tempat yang sangat gelap, seorang pria tampan duduk bersila dengan mata tertutup. Pria itu adalah Ken Chen yang tubuhnya meledak hingga berkepala.
"...Tidak di sangka setelah menjadi dewa Kultivator kau masih tidak bisa membuang perasaanmu.."Sebuah suara besar terdengar di dalam tempat gelap itu.
Ken Chen perlahan membuka matanya. Di lihatnya kegelapan tak berujung.
__ADS_1
"...Dia adalah wanitaku. Aku tidak akan pernah bisa membunuhnya.."Ken Chen menggelangkan kepalanya.
".... Sungguh di sayangkan.."Suara besar itu menghela nafas kasar. Tampaknya dia juga tidak menduga bahwa Ken Chen akan melakukan aksi bunuh diri.
"...Dewa kematian. Kita tidak perlu banyak bicara lagi, sekarang kau bisa mengambil jiwa spiritualku sebagai persembahanku terhadap segel dewa kematian..."Ujar Ken Chen.
"...Oh iya. Aku lupa memberitahumu bahwa sang pencipta sangat tidak puas dengan apa yang kau lakukan. Terlebih kekasih kecilmu itu melakukan bunuh diri. Kalian berdua adalah eksistensi tertinggi di benua Qi, tanpa kalian maka benua Qi akan mengalami kehancuran. apa lagi sekarang musuh yang sebenarnya telah tiba..."Ucap suara besar tersebut. Kemudian sebuah gambaran peristiwa yang terjadi di dunia tiba-tiba muncul di hadapan Ken Chen.
Setelah kematian Ken Chen dan Lin Xue yang melakukan bunuh diri, benua Qi tiba-tiba di serang oleh sekelompok mahluk aneh. Makhluk-makhluk itu memiliki jumlah milliar dan tersebar di seluruh daratan. Mahluk-mahluk ini memiliki tubuh yang kekar dan besar. Mereka memiliki empat tangan dan juga empat kaki, warna kulit mereka putih pucat, selain itu mereka juga memiliki gigi taring yang sangat tajam.
"...Ini?.."Ken Chen terkejut melihat mahluk-mahluk yang belum pernah dia lihat sebelumnya.
"... Mereka adalah bangsa thorak. Salah satu bangsa yang sudah ada sejak zaman dahulu sebelum manusia dan iblis. Mereka menunggu kesempatan untuk menguasai benua Qi selama hampir seratus ribu tahun. Dari balik kegelapan mereka menunggu bangsa iblis dan manusia saling menghancurkan setelah itu mereka mengambil kesempatan..."Ucap suara besar itu menjelaskan.
"..Jadi, apa yang harus aku lakukan?.."Tanya Ken Chen, jelas dia mulai merasa gelisa.
".. Tenang. Untuk masalah ini sang pencipta sudah memiliki solusi.."Jawab suara besar tersebut.
".. Solusi?. Apa sang pencipta akan menghidupkanku kembali?.."Tanya Ken Chen.
"..tidak sederhana itu.."Suara besar itu menghela nafas panjang kemudian melanjutkan."... Bangsa Thorak adalah bangsa yang sangat kuat. Dengan kemampuanmu, meski kau berada di puncakmu kau tidak akan bisa menghentikan mereka.."
"...Jadi apa rencana dari sang pencipta?."Tanya Ken Chen.
".. Untuk itu sang pencipta akan mengirimmu untuk berengkarnasi kembali. Tugasmu adalah menyatukan bangsa iblis dan bangsa manusia. Memperkuat dasar kultivasimu 10 kali lebih cepat agar mencapainmu tidak hanya berhenti di rana God Kultivator. Untuk itu sang pencipta tidak akan mengambil ingatanmu dan juga kekuatan spiritualmu, namun Kau tetap akan kehilangan dasar kultivasimu.." Ujar suara besar tersebut.
"..Tidak masalah. Dengan pengalamanku, aku akan bisa membangun ulang dasar kultivasiku dengan sangat baik..."Ucap Ken Chen.
"..Baik. Tapi sebelum itu aku ingin mengingatkanmu. Di antara bangsa thorak juga ada seorang yang sudah mencapai rana sang pencipta. Mereka mungkin mengirim seorang ahli untuk menghentikanmu, oleh karena itu kau harus berhati-hati.."Ucap suara besar itu.
"..Iya. Aku akan berhati-hati.."Jawab Ken Chen. setelah itu sebuah gugus cahaya putih muncul dan muncul hingga menutupi seluruh ruangan.
-
__ADS_1
-
-