
Tengah malam, sinar rembulan menerangi seisi kota. Di kediaman keluarga Zen, tampak sosok berjubah hitam dengan tudung yang menutupi sebagian wajahnya melompat dari dalam halaman dan mendarat di luar halaman kediaman keluarga Zen. Sosok itu menggunakan penutup mulut dan hanya memperlihatkan kedua mata hitamnya. Sosok tersebut yang tidak lain adalah Zen Xin.
Zen Xin sengaja menggunakan jubah hitam dan penutup mulut untuk menyembunyikan indentitas. Dia tahu bahwa tempat yang akan menjadi tujuannya adalah tempat di mana orang-orang yang mengenalnya akan bermunculan. Biar bagaimanapun, Zen Xin harus menyembunyikan identitasnya sebelum dia benar-benar menjadi kuat.
Zen Xin menatap kota yang ramai dengan perjalan kaki. Dengan kombinasi lampu yang ada di sepanjang jalan memberikan warna tersendiri bagi kota Sword heart.
Meski jam sudah menunjukkan pertengahan malam, tapi kota Sword heart masih tetap saja ramai. Semua itu karena adanya pasar malam serta pesta pelepasan lentera yang di adakan di pusat kota. Apalagi rumah-rumah bordir masih tetap menjadi daya tarik bagi sejumlah orang.
Zen Xin mengangguk kemudian berjalan menyusuri jalan kota dan bergabung bersama lautan manusia.
Perjalanan Zen Xin kali ini adalah ibukota kekaisaran, karena targetnya adalah api langit yang berada di pegunungan mountains of fire yang letaknya berada di belakang pegunungan Kekaisaran.
Zen Xin menempuh perjalanan selama satu jam lebih menggunakan jasa kereta kuda. Zen Xin yang berada di dalam kereta menatap sebuah gerbang raksasa yang di atasnya bertuliskan IBUKOTA Warm Ocean. Di pintu masuk kota ada beberapa penjaga yang bertugas untuk menjaga pintu masuk gerbang.
Dengan persepsi spiritual Zen Xin, dia dapat melihat basis kultivasi dari para penjaga gerbang tersebut. Beberapa dari mereka berada di rana Cruzor bintang 7. Kekuatan ini sudah cukup untuk menahan 100 Kultivator rana Cruzor bintang 1 atau di atasnya. Memang layak di sebut sebagai ibukota Kekaisaran.
Setelah melewati gerbang kota, Zen Xin menemukan tempat penginapan untuk beristirahat serta menyusun rencana.
Zen Xin berjalan mendekati meja resepsionis penginapan kemudian berkata."..Satu kamar.."
Pelayan tersebut yang seorang pria tua memandangi Zen Xin dengan penuh selidik. Semua itu karena penampilan Zen Xin yang begitu misterius.
Setelah menyantap Zen Xin cukup lama, pelayan itu akhirnya berkata.".. Tersisa satu kamar. Harganya 5 koin perak.."
Zen Xin menggangguk kemudian mengeluarkan satu koin emas dari dalam cincin penyimpanannya.
Pelayan itu menerima koin Zen Xin lalu menukarkan dengan kunci kamar.
"..Tunggu!.."
Zen Xin yang baru saja akan pergi setelah menerima kunci kamar tiba-tiba di kejutkan dengan suara lembut seorang gadis.
__ADS_1
Zen Xin menyipitkan matanya kemudian berbalik ke arah sumber suara itu berasal.
Di sana, seorang gadis cantik berjalan mendekati Zen Xin. Gadis itu menggunakan gaun berwarna merah terang, wajahnya di tutupi oleh cadar. tubuhnya memperlihatkan lengkuk indah yang memanjakan mata. Kulit putih gioknya bersinar saat terkena cahaya lampu. Harus Zen Xin akui bahwa gadis yang ada di hadapannya ini memang benar-benar sangat cantik walau Zen Xin tidak bisa melihat wajah cantik itu.
"..Ada apa?.."Kata Zen Xin datar. Meski gadis yang ada di hadapannya ini benar-benar sangat cantik, tapi itu tidak cukup untuk membuat Zen Xin tertarik.
Gadis itu menatap Zen Xin. Entah kenapa dia merasakan sesuatu yang familiar dari pria misterius ini?
"...Aku dengar pelayan itu mengatakan bahwa kamar yang tersisa hanya satu dan itu sudah di pesan olehmu. Kalau boleh, bisakah kau memberikan kamar itu untukku. Aku akan membayarmu dua kali lipat.."Kata gadis tersebut.
Zen Xin menghela nafas kasar. Sejak dia sampai di ibukota Warm Ocean ini, Zen Xin sudah mencari kamar di semua penginapan dan hasilnya, semua kamar itu sudah di pesan oleh orang lain. Sekarang, saat dia sudah mendapatkan kamar. Gadis ini entah darimana tiba-tiba saja muncul dan meminta agar Zen Xin memberikan kamar ini kepadanya. Sungguh lucu.
".. Tidak.."Zen Xin melambaikan jubahnya dan berbalik menuju tangga penginapan.
"...Kamu.."Gadis itu terkejut mendengar jawaban Zen Xin yang seolah-olah tidak mempertimbangkan penawarannya. Gadis itu menggertakkan giginya lalu berlari menghadang jalan Zen Xin.
"...Nona. Jangan memancing kesabaranku! aku tidak punya waktu untuk bermain-main denganmu.."Kata Zen Xin dingin. Dia paling tidak suka jika ada orang yang memperlambat tujuannya meskipun itu seorang gadis cantik.
"... Itu adalah masalahmu.."Ujar Zen Xin. Dia melangkah untuk melewati gadis itu tapi yang terakhir kembali menutup jalannya.
"....Aku mohon. Jika tidak mereka akan menemukanku.."Ucap gadis itu lirih.
Zen Xin merajut alisnya. Gadis ini benar-benar pantang menyerah. Tapi jika Zen Xin memberikan kunci kamar ini kepada gadis itu. Bukankah itu artinya dia akan bermalam di luar?.
"....Siapa kamu? ... Arrgghh!!!.."
Saat Zen Xin yang sedang berfikir apakah akan memberikan kunci kamar ini kepada gadis itu, tiba-tiba di kejutkan dengan suara pelayan resepsionis yang berteriak dengan suara yang menyakitkan.
"... Mereka di sini!!.."Gadis itu membelalakkan matanya dengan ekspresi ketakutan.
Zen Xin yang terkejut membalikkan badannya ke arah pelayan resepsionis tersebut. Seketika tubuh Zen Xin menegang.
__ADS_1
Dia melihat mahluk aneh bertubuh kekar dengan empat tangan dan empat kaki sedang memakan tubuh pelayan resepsionis tersebut.
Mahluk itu mengangkat wajahnya dan menatap ke arah Zen Xin dan gadis cantik itu. Mahluk itu tersenyum ganas sambil memamerkan gigi-gigi tajamnya yang berlumuran darah segar.
"...Gadis kecil. Akhirnya aku menemukanmu!.."Mahluk aneh itu menjilati sudut bibirnya dengan senyuman ganas.
"...Tuan. Kau harus pergi dari sini, mahluk ini hanya mengincar diriku.."Kata gadis tersebut kemudian dia melambaikan tangannya dan sebuah pedang panjang muncul dari udara kosong.
Energi Qi berwarna hijau pucat meledak kemudian menyelimuti tubuh gadis cantik itu. Benang-benang energi Qi melilit pedang panjang hingga membuat pedang panjang tersebut memancarkan aurah yang kuat.
"... Kultivator kelas Elite..."Zen Xin terkejut melihat energi Qi kuat yang di keluarkan oleh gadis tersebut. Hanya Kultivator kelas Elite yang bisa mengeluarkan energi Qi sebesar itu.
".. Hehehe. Kemarilah gadis kecil, biarkan aku melihat kemampuanmu..."Mahluk aneh itu mengeluarkan tawa yang mengerikan.
Gadis itu mengambil satu langkah ke depan, kemudian dia tiba-tiba melesat dan muncul di hadapan mahluk aneh tersebut. Pedang panjang di ayun dan tebasan kuat membela angin mengincar leher mahluk aneh tersebut.
Ekrepsi mahluk aneh itu tidak berubah. Dia dengan acuh tak acuh melemparkan pukulan ke arah pedang panjang.
Duarrr!!!
Pedang panjang yang di balut energi Qi bertabrakan dengan pukulan dan menimbulkan suara ledakkan yang dahsyat. Angin bertiup kencang hingga menerbangkan semua benda di tempat tersebut.
"...Hmmp.."Gadis itu mendengus dingin lalu terhuyung ke belakang. Gadis itu merasakan tangannya mati rasa karena efek dari tabrakan tersebut.
Sementara itu, mahluk aneh masih tetap kokoh di tempatnya dengan senyuman ganas.
-
-
-
__ADS_1