
Di sebuah padang rumput yang luas, angin berhembus kencang. Kemauan burung memberi rasa nyaman bagi siapapun yang ada di tempat tersebut. Tak jauh dari tempat itu, sebuah gugus cahaya hitam melintas dengan sangat cepat hingga membentuk banyak bayangan ilusi. Gugus cahaya hitam itu berhenti dan menampakkan sosok pemuda tampan berambut dengan senyuman lebar. Pemuda itu tidak lain adalah Zen Xin yang sedang berlatih di dunia Spiritual.
"...Bagus. Aku sudah menguasai langkah pertama jurus Lightning movement. Meski belum sempurna tapi ini sudah cukup..."Ucap Zen Xin.
Tanpa terasa, Zen Xin sudah berlatih di dunia spiritual selama 3 tahun. Zen Xin mengandalkan buah-buahan yang ada di dalam pegunungan untuk mengisi perutnya. Selama latihan, Zen Xin merasakan bahwa dantianya telah penuh dan samar-samar akan melakukan terobosan. Setelah Zen Xin menerobos, dia harus mulai bergantung dengan dengan harta-harta kelas tinggi dan pil obat untuk bisa mempermudah kultivasinya.
Di kehidupan Zen Xin sebelumnya, dia adalah seorang alkemis tingkat 7 dengan api langit di tangannya. Saat itu Zen Xin menjadi alkemis nomor satu di dunia. Namun semua itu di masa lalu, sekarang Zen Xin hanyalah pemuda biasa yang berada di rana kultivasi Cruzor bintang 2. Tanpa Api langit Zen Xin harus mengandalkan energi Qi untuk membentuk api agar bisa menyuling pil obat, tapi hal itu akan sangat menguras energi Qi Zen Xin dan juga Api yang dia bentuk dengan energi Qi nya tidak akan bisa menyaring pil obat tingkat tinggi.
Jika Zen Xin memiliki api langit, dia akan menghemat energi Qi nya dan akan sepenuhnya memaksimalkan kontrol spiritualnya. Dengan cara ini, Zen Xin yakin bahwa dia akan mampuh menyaring pil obat tingkat tinggi. Selain itu, Zen Xin bisa mendangkalkan penjualan pil obat untuk mendukung pelatihannya.
Sebenarnya, sebagai tuan muda dari keluarga besar seperti clan Zen. Seharusnya Zen Xin mendapatkan pelatihan dan sumber daya yang besar dari clan. Namun karena dia jatuh sakit dan tidak bisa berkultivasi, seluruh anggota clan perlahan mengabaikannya dan ayahnya memindahkannya ke paviliun barat. Sejak saat itu tidak ada lagi tuan muda clan Zen melainkan sampah.
"... Mengandalkan clan untuk membantu sumber dayaku?..."Zen Xin menggelangkan kepalanya."..Itu adalah keputusan yang buruk. Sepertinya aku harus mencari api langit.."
Zen Xin melambaikan tangannya dan dia perlahan menghilang dari tempat tersebut.
Di dalam paviliun barat, seorang pemuda yang sedang duduk bersila di atas ranjang perlahan membuka matanya.
Clekk!!
Zen Xin yang baru saja membuka matanya tiba-tiba mengalihkan pandangannya ke arah seorang pria tua yang melangkah masuk ke dalam ruanganya sambil membawa nampan.
Pria tua itu tidak memberi hormat kepada Zen Xin, pandangannya menatap Zen Xin acuh tak acuh sambil meletakkan nampan berisi makanan di atas meja.
Zen Xin memicikkan matanya. Dalam ingatannya, pelayan tua ini harusnya bernama Zen Hong, pelayan yang sama yang memasukkan racun ke dalam makanannya hingga menyebabkan pemilik tubuh sebelumnya mati.
__ADS_1
Dengan persepsi spiritual Zen Xin, dia dapat melihat Zen Hong berada di ranah kultivasi Cruzor bintang 4. Sepertinya Zen Xin bisa sedikit bermain-main dengan pelayan tua ini.
"...Jangan terburu-buru. Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan!.."Melihat Zen Hong yang akan segera pergi setelah menyimpan nampan di atas, Zen Xin membuka mulut untuk menghentikan langkah palayan tua itu.
Zen Hong menyipitkan matanya, dia perlahan berbalik dan berkata."..Apa yang ingin anda tanyakan tuan muda?.."
"... Singkat saja. Aku ingin tahu siapa yang menyuruhmu meracuniku..."Tanya Zen Xin tanpa basa-basi. Dia adalah orang yang tidak suka bertele-tele.
Zen Hong melebarkan matanya. Dia dengan cepat menundukkan kepalanya dan berkata."... Tuan muda. Aku tidak tahu apa yang anda bicarakan?.."
"...Pak Tua. Berhentilah bersandiwara, kau pasti tahu apa akibatnya jika ayahku tahu tentang ini.."Zen Xin menyilangkan kakinya sambil melirik nampan berisi makanan di atas meja. Jika Zen Xin tidak salah menduga, di dalam makanan itu pasti ada racun yang jauh lebih ganas dari racun Kristal Es sebelumnya. Sebenarnya siapa yang berniat untuk menyingkirkannya?
"... Hehe. Memangnya kenapa kalau aku meracunimu, jika aku membunuhmu di sini. Kau tidak akan memiliki kesempatan untuk melaporkan ini kepada patriark..."
Zen Xin menggelangkan kepalanya. Pria tua ini berfikir bahwa dia bisa membunuhnya dengan rana kultivasi Cruzor bintang 4. Apa pak tua ini sudah kehilangan akalnya?
Zen Hong mengerutkan keningnya saat melihat Zen Xin bersikap tenang dengan wajah acuh tak acuh. Hal itu membuat Zen Hong terlalu terbakar amarah. Memangnya apa yang tuan muda sampah ini andalkan?. Tapi Zen Hong tidak mau memikirkan alasannya, selama dia biasa membunuh Zen Xin, maka tugasnya bisa di bilang sukses dan tuan muda Zen Lao akan memberikan dia hadiah.
Zen Hong mengepalkan tangannya, benang Qi berwarna hitam pekat melapisi kepalan tangannya. Kemudian dia melangkah mendekati Zen Xin lalu melepaskan pukulan ke arah wajah Zen Xin.
"...Tuan muda. Matilah!.."Zen Hong tersenyum jahat.
Zen Xin yang melihat kepalan tangan tersebut di perbesar di depan matanya membuat dia menghela nafasnya. Saat pukulan tersebut akan menyentuh wajahnya, Zen Xin dengan santai memiringkan kepalanya dan pukulan Zen Hong menghantam punggung kursi.
Duarr!!!
__ADS_1
Kursi yang sebelumnya di tempati oleh Zen Xin langsung hancur berkeping-keping. Memang pukulan yang mengerikan!!.
"...Apa? bagaimana mungkin?..."Zen Hong terkejut mendapati serangannya di hindari dengan mudah oleh Zen Xin.
Zen Xin berdiri menatap Zen Hong yang terkejut kemudian berkata."...Aku beri kau kesempatan terakhir. Katakan siapa yang menyuruhmu dan aku akan melepaskanmu!!..."
"...Haha. Kau hanya berhasil menghindari satu seranganku tapi kau sudah berfikir bahwa kau bisa mengalahkanku. Sungguh lucu..."Zen Hong tersenyum ganas. Dia mengeluarkan pedang perak dari cincin penyimpanan lalu melapisinya dengan energi Qi berwarna hitam pekat.
"...Zen Xin. Terimalah kematianmu!!.."Zen Hong mengayunkan pedang peraknya dengan kecepatan penuh. Pedang perak membela angin lalu menebas ke arah bagian leher Zen Xin.
Zen Xin menggelangkan kepalanya. Tangannya di kepal dan benang Qi berwarna merah di lemparkan ke arah pedang perak.
Duarrr!!!
Kepalan tangan Zen Xin mematahkan pedang perak lalu melesat menghantam dada Zen Hong.
"...Glug!.."
Zen Hong terpental menghantam dinding paviliun kemudian memuntahkan darah segar. Wajahnya di penuhi perasaan terkejut dan tidak percaya. Zen Xin yang adalah sampah karena tidak bisa berkultivasi mematahkan serangannya dan membuat dia berakhir dengan sangat menyedihkan. Ini bagaimana mungkin?
-
-
-
__ADS_1