
Rombongan pria paruh baya itu berjalan menjalan menulusuri koridor dengan wajah penasaran. Tentu saja, sejauh ini, belum pernah ada orang yang memiliki kekuatan spiritual sebesar itu di ibukota bahkan kaisar shang juga tidak memiliki kemampuan seperti itu. entah siapa yang dengan sengaja menunjukkan kekuatan spiritualnya?. Jika bisa mereka ingin membangun hubungan baik dengannya. Dengan adanya orang kuat seperti itu pasti clan Zen akan semakin kokoh di puncak.
Setelah berjalan cukup jauh, mereka akhirnya sampai di depan pintu kediaman Zen Xin. Pria paruh baya itu melangkah dan mendorong pintu dengan hati-hati.
Clek!!
Pintu di buka secara perlahan dan memperlihatkan pemandangan seorang pria tampan yang sedang terbaring lemah di atas ranjang.
Zen Xin yang sedang menutup matanya perlahan membuka. Dia menoleh ke arah kerumunan dan memindai mereka satu persatu. Dari ingatan Zen Xin, pria paruh baya berambut putih yang ada di tengah-tengah kelompok pastilah ayahnya yang bernama Zen Wu, sementara ketiga pria tua yang berdiri di sisi kanan dan kiri adalah ketiga Elder besar yaitu Zen Tang, Zen Lumi dan Zen Lotu.
Lalu pandangan Zen Xin tertuju ke arah tiga anak muda yang ada di dalam kerumunan. Dari ingatan Zen Xin ketiga anak muda itu adalah anak dari ketiga Elder besar. Nama ketiga anak muda itu adalah Zen Lao, Zen Su dan Zen Lui Ye.
Mereka bertiga adalah jenius yang selalu di banggakan oleh clan, dan mereka jugalah yang selalu menindas Zen Xin. Sementara ayahnya, sebagai kepala clan dia bahkan tidak memberikan perlindungan apapun kepada Zen Xin, bahkan setelah Zen Xin jatuh sakit, ayahnya memilih untuk mengabaikannya dan bahkan mencabut wibawanya sebagai tuan muda clan Zen. Entah apakah Zen Wu itu layak di sebut ayah? tapi ya sudahlah. Zen Xin sama sekali tidak perduli.
Elder Zen Tang mengerutkan keningnya melihat sikap Zen Xin yang tidak bersikap sopan saat melihat kedatangan patriark clan.
"...Zen Xin. Apa yang kau lakukan?Beri hormat!.."Ucap Elder Zen Tang.
"..Oh. Maaf, aku lupa bahwa yang datang ini adalah patriark clan.."Zen Xin bersikap acuh tak acuh lalu menakupkan kedua tangannya sambil memberi hormat.
__ADS_1
"Cih. Sampah ini bersikap seolah-olah dia adalah ahli hebat.."
Zen Xin yang sedang menakupkan kedua tangannya menoleh ke arah Zen Lui Ye yang baru saja menyidir dirinya. Gadis ini ternyata memiliki lidah yang tajam. Semoga dia bisa menjaga lidahnya tetap utuh sampai Zen Xin memberinya pelajaran yang tidak akan pernah dia lupakan.
Zen Wu menatap seluruh ruangan lalu menghentikan pandangannya ke arah Zen Xin kemudian berkata."...Zen Xin. Apa ada orang lain di tempat ini?.."
Zen Xin merajut alisnya. Seperti dugaannya, orang-orang ini pasti datang untuk mencari pemilik dari aurah spiritual yang baru saja dia keluarkan. Orang-orang ini memang di takdirkan untuk menjilat orang lain.
Zen Xin menggelangkan kepalanya."...Tidak ayah. Aku daritadi berbaring di tempat ini dan tidak melihat siapapun..."
Semua orang menghela nafas dengan wajah kecewa. Sepertinya mereka datang terlambat, mungkin ahli itu sudah pergi.
Zen Wu menggangguk sambil mengamati tubuh Zen Xin. Tapi dia tidak bisa merasakan sedikitpun energi spiritual yang ada di dalam tubuh Zen Xin. Tentu saja, mungkin karena Zen Xin belum membentuk energi spiritual. Lagi pula, membentuk energi spiritual adalah pelatihan yang jauh lebih sulit daripada melatih energi Qi. Di benua ini, hanya para alkemis saja yang memiliki kekuatan spiritual yang besar.
".. Baiklah. Karena orang yang kita cari tidak berada di sini. Maka saatnya kembali ke kediaman kita masing-masing untuk beristirahat.."Zen Wu melambaikan tangannya dan memimpin orang-orang untuk keluar dari paviliun Zen Xin.
Zen Xin yang melihat kerumunan perlahan menjauh dari paviliun tiba-tiba melemparkan pandangan ke arah tiga sosok yang sedang menatap ke arahnya dengan wajah dingin. Ya, diapa lagi yang akan menatap Zen Xin dengan tatapan dingin dan penuh permusuhan kalau bukan Zen Lao, Zen Su dan Zen Lui Ye.
Zen Lao mengamati tubuh Zen Xin sambil berkata dalam hati."... Bagaimana bisa dia mati tetap hidup?. Apa pelayan itu tidak melakukan seperti apa yang aku perintahkan?.."
__ADS_1
"..Maaf. Apa kalian masih ada keperluan? jika tidak tolong keluar dari sini!.."Ucap Zen Xin. Dia terlalu malas untuk melihat wajah-wajah munafik dari ketiga orang ini.
"..Cih. Zen Xin, kau jangan terlalu sombong. Jika kau bukan anak kepala clan sudah lama aku robek mulutmu itu.."Kata Zen Su. Sebagai seorang jenius, dia selalu melihat Zen Xin seperti sampah.
"...kakak Su. Kau tenang saja, cepat atau lambat sampah ini pasti akan di keluarkan dari Clan..."Ucap Zen Liu Ye sambil melirik Zen Xin dengan wajah jijik.
Zen Xin hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Zen Liu Ye. Sepertinya harus ada orang yang membuat ketiga orang ini untuk berhenti bersikap arogan, jika tidak. Mereka akan terus mempermalukan diri mereka sendiri.
"... Sudahlah. Sebaiknya kita juga pergi.."Zen Lao melambaikan tangannya dan memutuskan untuk pergi dari tempat tersebut. Zen Su dan Zen Liu Ye juga mengikuti Zen Lao dari belakang.
Setelah kepergian ketiga orang tersebut, Zen Xin menutup pintu rapat-rapat. Sebelumnya, jika dia tidak merasakan Aurah Zen Wu dan para Elder lainya, mungkin Zen Xin tidak akan punya kesempatan untuk berpura-pura dan mengelabui orang-orang itu. Biar bagaimanapun, Zen Xin tidak ingin jika orang-orang mengetahui kemampuannya. Semua itu karena dia ingin secara diam-diam mencari orang yang sudah dengan sengaja meracuni dirinya.
Dengan persepsi spiritual Zen Xin, saat ini seharusnya Zen Wu berada di rana kultivasi tingkat Master bintang 1. Sementara ketiga Elder lainya berada di rana kultivasi Elite bintang 7. Kekuatan seperti itu sudah termasuk eksistensi tertinggi kedua di ibukota Warm Ocean. Meski Kekuatan seperti itu tidak layak di sebutkan di hadapan Zen Xin yang pernah menjadi satu-satunya orang yang menembus rana kultivasi God Kultivator bintang 9 dan hanya selangkah lagi untuk mencapai rana kultivasi Sang pencipta. Tetap saja, Zen Xin harus jauh lebih berhati-hati, karena sekarang dia masih belum memiliki kekuatan yang cukup. Sementara ketiga jenius itu. Saat ini ketiganya berada di rana kultivasi Warrior bintang 1, hanya Zen Lao saja yang berada di rana kultivasi Warrior bintang 2.
Jika di pikir-pikir, mereka bertiga memiliki usia yang sama dengan Zen Xin yaitu 15 tahun. Mencapai tingkat Warrior bintang 2 di usia 15 tahun, memang cukup layak di sebut sebagai jenius.
-
-
__ADS_1
-