Dewa Kultivator Dan Dewi Iblis

Dewa Kultivator Dan Dewi Iblis
MENGULURKAN TANGAN


__ADS_3

Clang! Clang!


Tengah malam, di dalam ibuku Kekaisaran. Terjadi keributan pada salah satu penginapan yang ada di dalam ibukota.


Percikan bunga api dan ledakkan energi Qi menggema di dalam lantai bawah penginapan. Pertarungan intens antara seorang gadis dan mahluk aneh berkaki empat.


Lantai atas penginapan.


"... Sepertinya ada yang sedang bertarung di bawah sana.."Kata seorang pria bertubuh kekar dengan bekas luka di wajahnya.


".. Abaikan saja. Mungkin mereka sedang memperebutkan kamar terakhir.."Kata seorang wanita cantik sambil tersenyum menggoda. Bajunya di tanggalkan satu persatu hingga memperlihatkan tubuh polosnya.


Sementara itu, hal yang sama juga terjadi di kamar-kamar yang lainnya. Mereka memilih untuk mengabaikan pertarungan yang terjadi di lantai bawah penginapan, mereka terlalu malas untuk melihat sebuah pertarungan di jam seperti ini.


Kembali di lantai bawah. Pertukaran serangan terus terjadi di antara keduanya. Lantai-lantai di sekitar pertarungan memperlihatkan garis retas sepanjang sepuluh meter.


Zen Xin yang sedang mengamati jalannya pertarungan hanya bisa mengeriyit. Dengan kemampuannya saat ini, dia sama sekali tidak berkualifikasi untuk bergabung dalam pertarungan, di tambah lagi mahluk yang di hadapi gadis itu bukanlah mahluk biasa. Dia memiliki tubuh fisik yang luar biasa kuat, kulitnya sekeras baja. Setiap kali gadis itu mengayunkan pedangnya. Mahluk itu itu akan menangkisnya dengan tangan kosong tanpa terluka.


Bukan hanya itu. Makhluk aneh itu juga memiliki kemampuan beregenerasi. Setiap ada anggota tubuhnya yang terpotong, dalam sekejap tubuh mahluk aneh itu akan kembali menyatu. Staminanya juga tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan.


Sementara gadis cantik itu mulai menunjukkan tanda-tanda kekalahan, energi Qi di dalam tubuhnya sudah terkuras habis. Tinggal menunggu waktu sampai gadis itu di kalahkan.


Gadis itu menatap dengan serius. Pijakannya berubah dan dia mengayunkan pedangnya seperti seorang dewi yang sedang menari.


Pedang itu di putar seperti gasing, memberikan serangan berturut-turut tanpa jeda. Melihat gadis itu yang semakin agresif, sudut bibir mahluk aneh tersebut terangkat membentuk seringai jahat.


Mahluk itu tiba-tiba melompat ke belakang, keempat tangannya di perpanjang dan melesat ke arah gadis tersebut.


"...Ini!..."Zen Xin yang melihat makhluk aneh tersebut memanjangkan tangannya seperti karet langsung terkejut. Baik di kehidupan sebelumnya atau yang sekarang, Zen Xin belum pernah melihat ada ras yang mampu memperpanjang anggota tubuhnya seperti itu, dan dari cara Zen Xin melihat makhluk ini. Dia adalah makhluk yang sama yang Zen Xin lihat di ruangan gelap sebelum dia berengkarnasi. Dengan kata lain, makhluk ini haruslah thorak yang di maksud oleh dewa kematian.

__ADS_1


"....Wooden wall..."Teriak gadis itu dan sebuah akar besar keluar dari bawah tanah kemudian membentuk dinding kayu yang menyelimuti gadis tersebut.


Duarrr!!!


Empat tangan menghantam dinding kayu hingga roboh lalu melesat ke arah gadis tersebut.


Gadis itu terkejut melihat dinding kayu miliknya yang di hancurkan begitu saja. Matanya melebar melihat keempat tangan makhluk aneh yang akan menghantam tubuhnya.


Senyuman dingin mahluk aneh itu menjadi semakin padat.


"....Lightning movement..."Sebuah suara pelan terdengar di telinga mahluk aneh tersebut. Senyum dingin mahluk aneh tersebut langsung menghilang saat suara itu terdengar.


Duarrr!!!!


Keempat tangan langsung menghantam tanah dan membuat lubang besar di sana. Debu-debu menyapu hingga menutupi seluruh ruangan. Bumi bergetar hebat.


Setelah beberapa menit, sosok aneh dengan empat tangan dan empat kaki keluar dari dalam kepulan debu.


-


-


Di tempat lain, di tengah-tengah pepohonan. Sosok hitam melintas dengan kecepatan kilat, bayangan ilusi menyebar di tempat sosok hitam itu muncul sebelum akhirnya menghilang di tiup angin.


Sosok itu berhenti di pinggiran sungai. Terlihat keindahan yang memikat berada di pelukan sosok itu. Sosok tersebut tidak lain adalah Zen Xin yang berhasil membawa gadis cantik itu untuk melarikan diri dari serangan mahluk aneh tersebut.


Zen Xin perlahan menurunkan gadis itu kemudian berkata."...Apa kau baik-baik saja?.."


Gadis itu mengangguk namun tidak mengatakan apapun. matanya menatap Zen Xin dengan tatapan rumit, bagaimana tidak. Dalam waktu singkat Zen Xin berhasil menyelamatkannya serta membawanya ke tempat aman. Hal yang di lakukan oleh Zen Xin benar-benar di luar nalar gadis tersebut. Dengan tingkat kultivasinya, dia bisa melihat bahwa Zen Xin masih berada di rana Cruzor bintang 9. Lalu bagaimana bisa Zen Xin mengeluarkan kecepatan yang bahkan dia sendiri tidak bisa menandingi?.

__ADS_1


Zen Xin sendiri tahu apa yang di pikirkan gadis tersebut, tapi dia memilih untuk tidak membahasnya lebih jauh.


"... Mahluk itu. Kenapa dia mengejarmu?.."Tanya Zen Xin.


Gadis itu menggelangkan kepalanya."..Aku tidak tahu. Sebelumnya aku datang ke ibukota bersama dengan murid-murid lainnya untuk mendapatkan api langit, tapi di perjalanan kami di serang oleh mahluk aneh itu..."


Zen Xin mengangguk. Seperti yang dia perkirakan, para thorak itu pasti mengincar gadis ini karena merasa bahwa gadis ini mengancam rencana mereka dan hal itu tidak di ketahui oleh sang gadis. Apapun alasannya, gadis ini pasti ada hubungannya dengan perang di masa depan.


Mencapai kelas Elite di usia 15 tahun. Gadis ini memiliki bakat yang luar biasa, entah akan seperti apa masa depannya.


"... Siapa namamu?.."Tanya Zen Xin.


"...Ling E'r..."Jawab gadis itu.


"..Ling E'r!.."Zen Xin membelalakkan matanya. Dia memindai wajah gadis itu yang tertutup oleh cadar cukup lama sebelum Zen Xin menghela nafas kasar. Ternyata gadis yang bersamanya saat ini adalah gadis yang akan menjadi calon istrinya.


Tidak heran banyak pria yang sangat iri padanya, bahkan Zen Lao berniat untuk menyingkirkannya, ternyata karena gadis ini sangat cantik. Jika gadis ini dewasa, maka dia akan mampu mengguncang seluruh benua Qi hanya dengan kecantikannya.


"...Tuan. Aku sudah mengatakan namamu, bisakah aku tahu nama tuan juga!.."Kata Ling E'r. Saat ini dia melihat Zen Xin dengan tatapan kagum. Sebagai seorang gadis, dia selalu mendambakan sosok pahlawan, berharap bahwa kelak dia akan menikah dengan pria hebat yang akan berdiri di puncak benua Qi. Meski dia tidak bisa melihat wajah pria yang ada di hadapannya ini, tapi Ling E'r tidak bisa membohongi perasaannya, bahwa sesungguhnya dia mulai menempatkan pria ini di dalam hatinya.


"..Xin.."Jawab Zen Xin. Dia melambaikan tangannya kemudian berkata."...Aku harus pergi.."


"...Apa kita bisa bertemu lagi?.."Tanya Ling E'r.


"... Mungkin.."Zen Xin tiba-tiba menghilang dari hadapan Ling E'r yang tertegun setelah mengucapkan kata yang membangkitkan harapan Ling E'r.


-


-

__ADS_1


-


__ADS_2