Dewa Kultivator Dan Dewi Iblis

Dewa Kultivator Dan Dewi Iblis
KEBENARAN DAN KONTAK PERNIKAHAN.


__ADS_3

Di dalam paviliun barat kediaman keluarga Zen. Seorang pria tua terbaring tidak sadarkan diri di sebuah ruangan kosong. Pria tua itu terlihat sangat menyedihkan, wajahnya di penuhi luka memar bekas pemukulan. Pria tua itu mengejutkan adalah Zen Hong, pelayan keluarga Zen yang sebelumnya bertarung dengan Zen Xin.


Byuurrr!!


sebuah siraman air membangunkan Zen Hong dari keadaan tidak sadarkan diri.


Zen Hong terkejut, dia mengalihkan pandangannya ke arah seorang pemuda tampan berambut putih yang sedang duduk di kursi dengan kaki menyilang.


Pemuda itu menatap Zen Hong dengan wajah acuh tak acuh kemudian berkata."...Jadi. Apa kau akan bicara sekarang?.."


Zen Hong melebarkan matanya. Dia kembali teringat dengan pertarungannya beberapa jam yang lalu dengan Zen Xin. Hanya satu pukulan saja sudah membuat dirinya berakhir dengan kondisi yang menyedihkan. Jika dirinya tidak beruntung, mungkin sekarang dia sudah kehilangan nyawanya.


"..Iya. Ak-aku akan bicara!!.."Zen Hong menganggukkan kepalanya dengan cepat.


"...Katakan!.."Ucap Zen Xin. Sebenarnya dia terlalu malas berurusan dengan orang-orang yang tidak penting ini. Tapi melihat mereka terus berdatangan dan mengusik kehidupannya membuat Zen Xin tidak bisa tinggal diam.


"...Itu. Itu tuan muda Zen Lao. Dia yang menyuruhku untuk meracunimu agar keluarga Ling mengatur ulang kontrak pernikahan dan memilih tuan muda Zen Lao untuk menggantikanmu.."Ucap Zen Hong.


"... Kontrak pernikahan?.."Zen Xin sedikit terkejut mendengar informasi ini. Kenapa dia tidak pernah mendengar ada kontrak pernikahan seperti itu sebelumnya.


"... Kontrak pernikahan ini sudah ada sejak kakek tuan muda masih menjadi kepala clan. Demi menjaga hubungan baik antara dua keluarga, patriark dan kepala keluarga Ling membuat kontrak pernikahan. Dalam kontrak itu tertulis bahwa setelah tuan muda berumur 16 tahun. Tuan muda akan di nikahkan dengan putri kepala keluarga Ling yaitu Ling E'r.."Ujar Zen Hong menjelaskan.


".. Lalu apa hubungannya dengan Zen Lao yang mencoba untuk membunuhku?.."Tanya Zen Xin.


"..Tuan muda Zen Lao menyukai nona Ling E'r. Dia melakukan ini agar tuan muda Zen Lao bisa menggantikan posisi tuan muda sebagai calon menantu keluarga Ling.."Jawab Zen Hong.


"...Hummm...Jadi karena itu. Beritahu aku seperti apa nona Ling E'r itu?.."Kata Zin Xin. Semakin ke sini dia semakin merasa penasaran.


"..Nona Ling E'r adalah primadona kota ini. Dia sangat cantik dan juga berbakat. Bahkan bisa di bilang, di antara generasi muda. Nona Ling E'r adalah yang nomor satu. Satu bulan yang lalu, Nona Ling E'r menembus rana Warrior dan naik ke kelas Elite. Dia juga murid inti dari sekte magic sword...."Ucap Zen Xin.


"..Di usia 15 menembus kelas Elite!.."Zen Xin tersenyum pahit lalu menggelengkan kepalanya. Sungguh bakat pelatihan yang mengerikan.

__ADS_1


"...Ak-aku sudah memberitahumu semuanya. Bisakah tuan muda melepaskanku!.."Ucap Zen Hong dengan wajah memohon.


"... Melepaskanmu?..."Sudut bibir Zen Xin terangkat membentuk seringai jahat.


Zen Xin melambaikan tangannya dan kekuatan spiritual melesat ke dalam tubuh Zen Hong. Kekuatan spiritual itu berkumpul di dalam jantung Zen Hong seperti sebuah segel.


"...Ini?.."Zen Hong terkejut melihat apa yang di lakukan oleh Zen Xin.


"... Aku sudah menanam segel sepiritul di dalam jantungmu. selama kau menuruti kata-kataku, maka segel itu akan tetap aman. Jika kau menghianatiku, maka aku akan langsung meledakkan jantungmu.."Ucap Zin Xin.


Zen Hong membelalakkan matanya. Dia terkejut sekaligus takut. Sejak kapan tuan muda sampah ini berlajar tentang segel sepiritul? apa dia benar-benar sampah seperti yang di katakan?.


"...Tidak. Aku tidak akan pernah mengkhianati tuan muda.."Ucap Zen Hong sambil menakupkan kedua tangannya.


"..Bagus. Aku punya sesuatu yang harus kau kerjakan..."Zen Xin tersenyum jahat saat memikirkan rencananya.


-


-


"... Tidak. Tidak, Ken Chen..."Gadis itu berbangun dengan nafas yang memburu. wajahnya mengeluarkan keringat dingin, jelas dia baru saja bermimpi buruk. Selama ini dia tidak pernah bisa tidur dengan nyenyak. Bayangan seorang pria muda yang meledakkan tubuhnya saat pertempuran terus menerus muncul di dalam mimpinya.


Clekk!


"..Ling E'r. Apa kau bermimpi buruk lagi?.."Seorang wanita cantik yang usianya sekitar 30 tahun masuk ke dalam kamar dan memeluk gadis yang bernama Ling E'r itu.


Ling E'r menggangguk. Dia membenamkan wajahnya di dalam pelukan ibunya.


"..Ibu. Apa Ling E'r akan sembuh?.."Tanya Ling E'r. Dia sudah sangat frustasi dengan mimpi buruk yang terus menghantuinya, mimpi itu seolah-olah nyata dan membuat hatinya terasa sangat sakti.


"...Iya sayang. Tabib Luan mengatakan bahwa Ling E'r akan segera sembuh setelah Ling E'r menikah.."Ucap wanita paruh baya itu sambil mengusap kepala Ling E'r.

__ADS_1


Ling E'r menggangguk kemudian berkata."..Tapi bu. Ling E'r tidak mau menikah dengan pria yang katanya tidak berguna itu.."


Wanita paruh baya itu terkejut. Dia tersenyum pahit. Pikirannya kembali teringat dengan pria bernama Zen Xin yang di kabarkan adalah tuan muda sampah yang tidak bisa berkultivasi.


Dengan bakat pelatihan Ling E'r, tentu saja pria bernama Zen Xin itu tidak pantas baginya. Sebagai orang tua yang baik, mereka pasti mengharapkan yang terbaik untuk putrinya.


"...Tenang sayang. Ayahmu sudah membuat pengaturan. Tiga bulan lagi kita akan berkunjung di kediaman keluarga Zen. Di sana ayahmu akan membuat arena pertarungan. Siapa saja yang bisa bertarung seimbang denganmu. Maka pria itulah yang akan menikah denganmu.."Kata wanita paru baya itu.


Ling E'r menggangguk. Dengan bakat pelatihannya, hampir tidak ada orang dari generasi muda yang sama dengannya bisa bertarung seimbang dengannya. Jika ada pria yang bisa bertarung seimbang dengannya. Maka pria itu layak untuk menjadi suaminya.


Keesokkan harinya. Paviliun barat keluarga Zen. Seorang pria tampan perlahan membuka matanya dan berkata."... Bagaimana? apa kau mendapatkan?..."


Pria tua itu mengangguk lalu mengeluarkan 100 koin emas dari dalam cincin penyimpanannya.


"...Ini adalah seluruh tabunganku Tuan. Aku tidak punya apa-apa lagi.."Kata Zen Hong. Dia menatap sedih koin-koin emas yang ada di atas meja.


Zen Xin mengangguk, kemudian memasukkan seluruh koin tersebut ke dalam cincin penyimpanannya.


"... Bagaimana dengan informasi yang aku minta?.."Kata Zen Xin.


"... Seperti yang tuan muda katakan. Baru-baru ini aku mendengar tentang keberadaan api langit di pegunungan fire mountains..."Kata Zen Hong.


"...fire mountains.."Zen Xin berfikir sejenak. Jika dia tidak salah, pegunungan fire mountains berada di belakang ibukota Warm Ocean, dan sepertinya api langit ini akan memancing sejumlah ahli dari keluarga kekaisaran terutama para alkemis.


"... Sepertinya ini akan sedikit sulit.."Batin Zen Xin.


-


-


-

__ADS_1


__ADS_2