Dewi Nastiti

Dewi Nastiti
cemburu buta


__ADS_3

setelah kepulangan bang nino dari rumahku aku segera membantu ibu membereskan piring kotor sisa makan malam kami,


selesai dengan itu aku segera masuk ke dalam kamar dan merebahkan diri di pembaringan.


sambil rebahan aku bermain ponsel melihat ada banyak chat dari bang nino dan juga yudha.


yudha: tii... itu cowo udah pulang blm? chat dari yudha kepo.


aku: udah yudh, napa emang?(send yudha)


yudha: alhamdulillah.


aku: napa? kok alhamdulillah..(send yudha)


yudha: aku seneng aja dia gak lama-lama sama kamu.


aku: apaan sih gak jelass banget kamu yudh!( send yudha) akubmaulai emosi dengan sikap posesif yudha.


yudha: aku cemburu tiii, sama kamu kalau dekat sama cowok lain


aku: apa pedulimu yudh,kita cuma temen!(send yudha)


yudha: aku mau lebih dari itu tii!


aku: apa???? jawabku bingung(send yudha)


di tempat lain si yudha udah besengut menahan amarah.


dia langsung ngajak si dhini pulang karena udah gak nyaman sama sikap manja dhini.


"ayo pulang dhin! aku sakit perut." edo memberi alasan demi bisa cepat mengantarkan dhini pulang.


"aduh yudh..nanggung nih tinggal dikit lagi." sahut dhini cari alasan.


"kamu aku tinggal pulang aja yah, nanti kamu naik taksi aja, ato minta antar firman." tegas yudha mulai gelisah

__ADS_1


"aduh jangan dong yudha, berangkat ma kamu masa pulang ma firman kan gak elit banget jadinya." dhini segera mengemasi bukunya dan pamit pulang sama si nurul teman sebangkunya.


"aku pulang dulu ya rul, man, den!" edo pamitan dengan tergesa-gesa.


"iya,, hati- hati ya kalian" jawab si deni sebagai tuan rumah dalam kegiatan belajar kelompok hari ini.


setelah dhini naik dengan benar kepungungg motornya yudha langsung ngacir melajukan motornya dengan kecepatan tinggi dengan tujuan agar lekas sampai rumah.


yudha sudah gak betah karena ulah dhini yang terkesan manja dan kekanak-kanakan, yudha juga ingin segera meminta penjelasan dari Titi tentang perasaanya.


tak membutuhkan waktu lama yudha sampai di rumah dhini.


Titi yang mendengar suara motor yudha, hanya bisa mengintip dari balik kaca jendela kamarnya dia melihat raut wajah yudha yang tiba-tiba berubah jadi gak enak di pandang mata karena menahan kesal.


"yudh-yudh muka ganteng kok jadi cemberut gitu." keluh Titi pelan dibakik kaca jendela.


"liat apa kak?" tanya si adik yang tiba-tiba membuat Titi terkejut.


"eh....ehhh,, ini lihat ada orang bawa motor kenceng amat yax." titi memberi alasan.


tanpa banyak kata yudha langsung memutar balik motornya dan pergi berlalu.


"kak itu bukanya kak yudha?" adik memberi tahu dengan wajah bingungnya.


"iya ternyata" aku pura-pura bego.


"kenapa kak yudha bawa motor kayak orang kesetanan gitu ya kak?" adikku kembali bingung.


"kebelet eek kali" jawabku sekenanya,


malah membuat si adik tertawa terpingkal-pingkal sambil nabokin punggungku karena gemas.


aku pura-pura belajar sambil duduk dimeja belajar padahal nyatanya aku buka chat dari bang nino.


kak nino: tii makasih ya makan malamnya.

__ADS_1


aku: masama bang.(send kak nino)


kak nino: besuk kan minggu, kita jalan yux.


aku: aduh kayanya gak bisa deh bang.(send kak nino) aku memberi alasan.


kak nino: yahhh...emot nangis.


aku:emot tertawa ngakak. (send kak nino)


kak nino: selamat malam cantik selamat tidur emot love


aku: emot tepuk jidat.(send kak nino)


akupun beranjak dari meja belajar,dan merebahkan diri di samping adiku yang sudah lebih dulu tertidur.


paginya aku dikejutkan oleh kedatangan dua sosok yang akhir-akhir ini mengganguku


yahh dia adalah yudha dan kak nino.


*


pukul 06.00 mereka sudah sampai diteras rumahku dengan membawa buah tangan pilihan masing-masing anehnya lagi mereka mengetuk pintupun secara berebut, bukan bingung tapi malah jadi pingin ngakak melihat tingkah absurd kedua sahabatku.


"lucu banget sih kalian" ucapku sesaat setelah membuka pintu.


"apa"


"apa loh" mereka saling lirik saling senggol.


bukan jawab pertanyaanku malah saling menatap sinis, akupun semakin dibuat geleng-geleng kepala.


"kalau kalian keseni cuma mau cari ribut pulang aja sana." usirku galak.


aku dorong keduanya menuju pintu, dan dengan keras aku membanting pintu.

__ADS_1


"biarin aja mereka merenungi nasib mereka diluar" gumamku dari balik pintu.


__ADS_2