Dewi Nastiti

Dewi Nastiti
rapat dadakan...


__ADS_3

untuk hari ini aku berangkat seperti biasa dengan diantar oleh abang angkot langganan.. aku turun digerbamg sekolah seperti biasa.


sampai di depan gerbang aku di hadang oleh duo julid,dhini dan mega teman sebangkunya.


"ehhh sang juara datang naek angkot, gak elit banget." ucap dhini menyindirku.


aku hanya menatapnya sekilas seolah tak mendengarkan perkataan mereka kepadaku.


"eehhh sang juara ternyata juga budeg yax dhin." mega pun menimpali sindiran dhini, mereka berdua pun tertawa terbahak-bahak.


aku yang merasa di sindir hanya terus melanjutkan langkahku kedalam kelas, belum sampai di kelas aku dihampiri oleh yuli yang baru keluar dari area parkir sekolah.


Yuli tak henti-hentinya berkata kagum kepadaku, yang di susul oleh kedatangan yudha dengan membawa setangkai bunga mawar merah.


"Bunga yang cantik untuk orang yang cantik." ucap yudha berjongkok didepan ku.


"apaan sih yudh, berdiri gak kamu!" ucapku pada yudha setengah memerintah.


"terima dulu bunganya tiii." yudha setengah memohon.


"iyaa-iya aku terima." ucapku cepat, agar yudha pun segera berdiri tanpa harus berjongkok terlalu lama, takut memancing keributan sang pawangnya juga.


karena ulah yudha pun kini aku menjadi bahan tontonan oleh teman-temanku, tak ayal banyak dari mereka yang mulai bisik-bisik, entah apa yang mereka bicarakan hingga harus berbisik seperti itu.


setelah tangkai bunga mawar dari yudha aku terima, segera ku tinggalkan yudha yang gendak mendekat kearahku, tanpa menunggu lama bunga pun ku kasih ke yuli. takut kena semprot duo julid soalnya.


yudha yang terus berusaha mengejarku bertanya.


"tiii, kamu cantukk banget semalam." ucapnya


"emang dulu dan sekarang aku gak cantik!" ucapku meninggi.


"bu... bukan gitu tiii, semalam tuh kamu kelihatan beda banget, aku sampe pangling lihat kamu." ucapnya lebay.


"Modus loh yudh." timpal yuli sinis.


dari jauh aku dengar dhini berteriak memanggil nama yudha.akupun menoleh ternyata benar dhini berlari- mencari keberadaan yudha.


"yudha disini dhin!!" teriak yuli keras membuat yudha jiper lalu berlari tunggang langgang.


"ehhh dimana yudha?" tanya dhini judes kepadaku dan yuli.


"noh sono noh larinya." yuli menunjuk arah kelasnya.


"ooohh iya dhin, ini bunga dari yudha buat loh." yuli memberikan setangkai mawar dari yudha tadi pada dhini.


"kok bisa di eloh?" tanya dhini lagi dengan ketusnya.


"tadi dia nitip ke gue." yuli berbohong lagi.


"okeh." dhini pum berlalu dari hadapanku.


lega banget rasanya, gak harus menyaksikan drama dari duo julid.

__ADS_1


aku segera mendudukan diri diatas bangku dan mengikuti pelajaran dengan sungguh-sungguh.


sesaat sebelum guru mata pelajaranku keluar kelas karena jam mengajarnya telah habis dia berkata.


"tii titi nanti sepulang sekolah jangan langsung pulang kamu harus menghadap pak kepala sekolah."


"untuk apa ya bu?" tanya ku bingung.


"untuk pengambilan gambar anak-anak osis buat di majalah sekolah." ucap bu Tari lugas


"ooo iyah bu." ucapku seraya membungkuk sebagai rasa hormat.


Hatiku yang tadinya mendengar kata kepala sekolah lansung dag dig dug derrr...


"wes ketar-ketir atiku tak pikir kenapa? jebule apa?" cerocos yuli tak mau kalah.


"selamat ya bestie." ucap yuli lagi penuh semangat.


aku yang merasa bersyukur mendengar berita itu harus bersiap ketemu sama bapak kepala sekolah.


ada sedikit perasaan lega yang menyeruak dari dalam hatiku, antara bersyukur dan haru menjadi satu.


teett...tettt...


bunyi bell terdengar pertanda waktu waktu belajar sudah habis.


"akhirnya selesai juga." gumamku pelan.


akupun meminta yuli untuk mengantarku.


tok...tok..tok


"masuk." suara kepala sekolah menyuruhku masuk.


"selamat sore pak." ucapku penuh hormat seraya tersenyum simpul, di dalam ruangan kepala sekolah sudah ada yudha beserta anggota osis lainnya.


"silahkan duduk tii!" kepala sekolah menunjuk salah satu sudut sofa diruanganya. aku pun duduk di sofa yang ditunjuk pak kepala sekolah untukku.


"baiklah, mari kita bahas untuk kelanjutan acara kita kemarin malam."ucap kepala sekolah lugas.


kamipun mendengar arahan dari kepala sekolah sengan sungguh-sungguh, setelah sekitar 15 menit arahan pun selesai.


"ada tambahan?" tanya kepala sekolah pada kami semua.


yudha mengangkat ujung jarinya, interupsi pak.


"ya yudha, ada usul?" tanya pak ringgo selaku kepala sekolah.


"bagaimana seandainya selain pemotretan untuk majalah sekolah, kita juga mengundang majalah lokal untuk turut serta. itung-itung untuk promosi sekolah pak, mengingat sekarang ini banyak sekolah-sekolah baru yang siap bersaing dengan sekolah kita." ucap yudha panjang lebar menjelaskan.


"bagaimana menurut yang lain?" pak ringgo kembali bertanya.


"kalau saya setuju pak." ucap 2orang anggota osis lainya.

__ADS_1


"bagaimana kalau menurut kamu sendiri tii? pak ringgo pun bertanya padaku.


"bagus juga pak usul saudara yudha." kataku singkat.


"baiklah, kalau kalian semua setuju. bisakah kamu hubungi majalah lokal untuk kita jalin kerja sama saudara yudha?"


"baik pak, saya akan segera koordinasi dengan pihak terkait." yudha kembali berucap


sekitar 1,5 jam kami semua mengikuti acara rapat yang diadakan oleh pak Ringgo tadi.


aku segera keluar dari dalam ruangan kepala sekolah untuk mencari yuli.


yuli: tiii, aku pulang duluan takut kehujanan


aku mendengus kesal karena yuli gak setia kawan.


krikk kriiik...krikkk...


suara ponselku kembali berbunyi


"(assalamuallaikum... )" sapaku pada orang di balik layar ponselku.


"(waallaikumsalam...)" balasnya lembut.


"( ya kak, kenapa)" tanyaku lagi.


"( aku udah di depan, sayang udah selesai belum?)" ucap kak nino di seberang sana.


"(apaaa??)" aku mencelos sambil menutup mulutku.


"(enggak tiiii, aku tunggu didepan.)"


"yuliiii, dengan sejuta akal bulusnya." gumamku meninggi.


aku pun segera mencari keberadaan bang nino di luar gerbang sekolah, belum sampai di gerbang yudha menghentikan. langkahku dengan sepeda motornya.


"bareng aku aja tiii."


"enggak yudh, aku di jemput kak nino." tolakku halus sambil berlari ke arah kak nino


kak nino melambaikan tangan, sambil tersenyum semanis permen gulali.


"kak...udah lama?" malu - malu.


"enggak, baru 5 menit kok tiii." sahutnya sambil membuka pintu samping kemudi.


aku pun segera masukbdan kak nino mengantarku sampai rumah bertepatan dengan adzan magrib berkumandang.


"mampir dulu kak!"


"iya boleh, sekalian mau magrib'an di masjid dekat sini ada gak tii?" ucap kak nino seraya keluar dari mobil membawa sajadah serta sarungnya.


"ada kak, itu diujung gang sana ada masjid." aku sedikit kagum sama kak nino.

__ADS_1


"ohh... baiklah. aku ke masjid dulu ya tii."


"iya kak, aku masuk dulu."


__ADS_2