
paginya saat aku masih setia nunggu angkot lewat, tiba-tiba mobil bang nino berhenti didepanku, dibukanya kaca jendela mobil depan sambil berucap.
"selamat pagi cantik, naik yuk!"
disamping kemudi ada yuli melambaikan tangan dada-dada syantikk...
masukk lah tiii! yuli berucap.
"baiklahhh" ucapku malu-malu.
bang nino bergegas turun dari mobil dan membukakan pintu untukku.
"silahkan masuk cantik." bang nino berujar
padaku.
"terima kasih kak, berasa jadi nona muda nih akunya." cerocosku sambil terkekeh.
diikuti gelak tawa bang nino begitu juga yuli.
dalam mobil bang nino tidak terlalu banyak bicara hanya sesekali dia melirikku dari balik spion depan.
"ehm ehm...lirik aja trz." ucap yuli meledek.
"paan sih kamu dik." sahut bang nino malu-malu mau.
"iya nih...ada-ada ajja si yuli." ucapku besengut sambil menoyor pundak yuli.
"ya ilehh kompakan baper nih ye." tawa yuli kembali renyah.
aku hanya bisa geleng- geleng kepala begitu pun bang nino.
sesampai di sekolah bang ninopun yang membukakan pintu untukku.
"yul..bang nino baik banget sih!" pujiku.
"masa?" goda yuli.
tiba-tiba datang si yudha yang langsung, menggandengku sok mesra.
kaget??? pastinya aku kaget.
"kamu ngapain sih yudh?" ucapku sambil mendorong tubuh yudha untuk menjauh dariku.
"gak ada tii...aku kangen aja." ucapnya jujur.
"kangen moyang loh?" sarkas yuli sambil menarik lenganku menjauhi yudha.
tak gentar yudha pun kambali mengejar aku dan yuli sambil teriak-teriak.
"tii...tiii tungguin tii!"
dari arah berlawanan ku lihat ada dhini memperhatikan.
__ADS_1
"aku ada ide tii" yuli berkata sambil mengkodeku bahwa kita harus memberi efek jera ke yudha.
"okeehhh,ide bagus." kataku sambil memberi jempol ke yuli.
akupun segera berlari ke arah si dhini berada, tanpa memperhatikan keadaan sekitar yudha masih setia mengejarku dan yuli.
sambil terus berlari yuli pun berkata lirih sambil mencoleh bahu dhini.
"urusin tuh dhin, pacar loh gangguin titi mulu."
"okeeehh" ucap dhini penuh semangat.
"sayang ngapain lari-lari?" dhini mulai menyambut yudha dengan merentangkan kedua tangannya.
"aduh, mati gue." yudha pun panik,
aku yang melihat kebingungan yudha dari balik pilar depan kelas hanya bisa tertawa terpingkal-pingkal.
"eee mau kemana sayang? sini peluk dulu." yudha yang mau melarikan diri pun gak bisa berkutik karena ulah dhini.
"asli lucu ni mah." yuli kembali tertawa menyaksikan yudha tahluk kepada apita lengan dhini.
"udah ahh,,masuk yuk!" kataku menggandeng yuli masuk ke dalam kelas.
kami pun mengikuti pelajaran dengan sungguh-sungguh walaupun dalam otakku sesekali memikirkan kejadian tadi pagi yang bikin perut kembung karena kebanyakan ngakak.
"ngapain tiii senyum-senyum?" yuli membuyarkan lamunanku.
"enggak lucu aja inget kejadian tadi pagi.
"gitu kenapa?"
"enggak aneh aja, seorang yudha yang begitu percaya diri sebagai seorang ketua osis, kenapa kalau udah ketemu dhini langsung gicep gitu." ucapku bertanya-tanya.
"kan udah ketemu pawangnya sayang." yuli langsung tergelak.
segara kutabok pundak yuli sebelum tawa renyahnya terdengar oleh bu sekar.
"diem lu, masih ada kelas kita."
"eh iya" yuli membekap mulutnya sendiri karena panik.
teeettttttt...
terdengar bunyi bell pertanda waktu belajar telah usai, kamipun segera mengemasi buku dan memasukkan ke dalam tas.
"Anak-anak nanti malam adalah acara pengumuman lomba desainer, pihak sekolah mengundang kita semua untuk bisa hadir diAULA sekolah nanti malam jam 19.00 tepat,
saya harap kalian semua bisa hadir. kalian boleh bawa siapa saja, boleh keluarga orang tua, atau pacar kalian." bu sekar menginterupsi sebelum keluar kelas.
pecahlah tawa kita semua mendengar kata pacar yang diucap oleh bu sekar.
"nanti ajak si abang ahhhh,kamu ajak ibu ya tii nanti aku jemput."
__ADS_1
"gak usah jemput aku yull, gak enak sama abang." ucapku ragu.
"kenapa? udah ahhh...gak terima penolakan!"
kami pulang kerumah masing-masing,yuli ikut naik angkot bersamaku karena kak nino gak bisa jemput.
sampai dirumah ada chatt masuk ke hp ku.
yuli: pakai gaun yang syantiiikkk say,,biar yudha ama abang tersepona"
aku: terpesona katamu?? emang aku gadis sejuta pesona, emot tertawa.(send yuli)
yuli: narsisi luh!
aku:emot melet-melet(send yuli)
yuli: udah aaahhh... mau pilih -pilih gaun dulu.
akupun juga segera memilah gaun mana
yang akan ku pakai nanti malam,
"bu,bagusan yang mana nih?" ucapku seraya menenteng 2 buah gaun, aku hanya punya 2 buah gaun.
catet yaxx...itupun gaun pemberian dari budhe ku.
"ini bagus nak, yang maroon."
"ibu nanti pakai apa kesekolah?" tanyaku lagi.
"pakai daster aja." ibu menggodaku.
adik yang mendengar candaan si ibu hanya bisa tertawa ngakak.
selesai adzan magrib dan melakukan kewajiban 3 rakaatku, akupun berkemas takut nanti terlambat datang.
"gimana dik, cantikkk gak?"
"cantikk banget kak, mini dress warna maroon sangat menojol dkulit putih kakak, flat shoes nya, handbagnya,, tatanan rambut yang dikepang menyamping sungguh sempurna!"
ibuku pun tak kalah memuji kecantikanku malam ini.
"kamu cantik banget kak, sangat pas untuk gadis belia sepertimu, gak berlebihan!"
tin tin tin...
aku dan ibuku keluar menyambut bang nino yang menjemputku.
bang nino memujiku "kamu cantik banget sih tiii, yuli mah lewat."
"paan sih bang, ngomong gitu? aku ma titi kan kembar!" yuli mulai perotes.
"kalian sama-sama cantiknya kok!" ibu menengahi.
__ADS_1
"bang nino gak boleh gitu dong sama adik sendiri." nasehat dari ibu untuk bang nino hanya disahuti dengan anggukan kepala.
"iya tante maaf."