Dewi Nastiti

Dewi Nastiti
Beradu keberuntungan


__ADS_3

setelah hari mingguku bersama yudha, kali ini aku memilih serius melakukan pekerjaanku dan juga menyelesaikan lomba gambar desainku yang akan dikumpulkan sabtu besuk dan pengumuman hari seninnya,


aku sangat bersemangat dengan adanya hadiah paket beasiswa di kampus ternama dengan bidang yang aku impikan yaitu jurusan desain.


"Kapan lagi aku bisa mendapatkan kesempatan emas ini, aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan, SEMANGAT!!!" monologku dalam hati.


jum'at malam desainku sudah selesai aku simpan baik- baik karena besuk pagi aku akan memberikanya kepada guruku.


***


pagi ini dengan dengan perasaan dag- dig- dug aku mengumpulkan tugas, banyak sekali dari kami yang mengikuti kompetisi ini.


Pemikiran mereka sama sepertiku yaitu beradu keberuntungan.


bagiku keberuntungan itu milik umum, semua berhak memperebutkan keberuntungan, tentu saja harus disertai niat, usaha dan doa urusan lain biar menjadi rahasia allah.


"yul.. kamu diantar lagi" kataku mengawali.


" iya tii... si abang mau ngecengin cewe lagi" sahut yuli.


"kamu ngomong apa sih yul? ditanya apa bales apa?" sewotku.


"kamu gak ngerti ya tii, si abang itu ketagihan nganter temenku pulang." ulang yuli.


"temen kamu yang mana yull?" kataku dengan mata sok imut.


"kamu gimana sih tii? gak peka banget udah dkode juga masih oneng aja!" yuli terpancing emosi karena aku bener-bener kurang pandai dalam memecah kode.


"yul kamu jangan main kode napa sih yul? aku kan bego banget soal gituan." kataku kesal karena yuli suka main kode-kodean padaku.


"hhuuffffss..."


yuli membuang nafas kesal, "si abang itu kangen kamu karena seminggu gak jumpa sama kamu."


"lebay lu" kataku sambil cekikikan.menganggap kata-kata yuli lelucon.


waktu istirahat pun tiba, seperti biasa aku menemani yuli makan dikantin kita makan dengan menu masing-masing yuli yang suka jajan sedang aku hanya menikmati bekal yang disiapkan ibu dari rumah, dengan lahap kami menghabiskan menu yang ada dimeja kami segera kembali ke dalam kelas.


Dalam perjalanan menuju kelas tak sengaja aku melihat Dhini sedang bersama yudha di depan kelasnya mereka asyik bercanda.


"kenapa melihat kedekatan mereka hati ini rasanya nyeri banget ya yull." keluhku pada temanku.

__ADS_1


"itu tandanya kamu ada rasa tiii" sahut yuli menjelaskan.


"masa iya yul? biasa aja kali." elak ku karena masih bingung dengan apa yang aku rasakan.


"yess...kamu mulai syukkaa tuh ma yudha makanya kamu cemburu liat kedekatan mereka."


"entahlah.." jawabku dengan gelengan kepala samar.


aku melanjutkan perjalanan kembali kedalam kelas dengan kebingungan.


siangnya setelah jam pelajaran selesai, yuli ngajak aku pulang bereng sama abangnya.


saat aku keluar gerbang bang Nino udah ada di depan gerbang sekolah dengan mobil hitamnya, dengan senyum manis seperti gulali pasar malam dia menyapa kami berdua.


"hai kesanyangan abang, udah pulang kalian" katanya menyapa kami.


"udah bang" jawabku kompak, sambil tersipu malu.


dia keluar dari dalam mobil dan segera membukakan pintu belakang untukku.


"abang kenapa yang dibukain pintu cuma si Titi" sungut si yuli.


"iya iya aku bukain pintu." si abang segera kembali memutar ke pintu depan sambil membuka pintu untuk yuli.


"terima kasih abang sayang" puji yuli dengan mulut monyongnya.


dengan segera si abang melajukan mobilnya perlahan .


"kamu abang antar pulang ya tiii." bujuk si abang padaku.


"iya bang,makasih." sahutku pelan.


"kita mampir makan dulu aja gimana nih?" kata bang edo.


"gak usah bang"ucapku.


"boleh banget bang...jarang-jarang nih,momen langka." sahut yuli semangat!


"gak nerima penolakan nih!" bang Edo memaksa.


hanya dengan hembusan nafas kasar, aku terpaksa menerima ajakan bang Edo.

__ADS_1


"Huffffss..."


Sesampai di sebuah warung makan,bang Edo membukakan pintu mobil dikabin belakang,canggung kikuk yang aku rasakan.


"udah makan dibayarin, masuk keluar pintu dibukain serasa jadi ratu aja" kekehku.


"santai aja kali tii," bang Edo mengacak rambutku dengan lembut.


"ayo masuk" bang Edo reflek menggandeng tanganku.


kerena canggung hanya kulihat gandengan tangan bang Edo sambil berdiri mematung.


"maaf maaf tii" bang Edo melepas tanganku sambil nyengir kuda.


"mau makan apa loh yul?" tanya yuli.


"ikut kamu ajalah" kataku.


"oke" yuli menulis 3 menu di buku pesanan.


tidak banyak kata yang kami bicarakan hanya sesekali bang Edo melirikku sambil tersipu malu.


15 menit kemudian pesananq datang. hanya ada suara sendok bersahutan yang mengiringi kami menghabiskan makan.


selesai makan bang Edo dan yuli segera mengantarkanku pulang.


Kali ini yuli meminta bang Edo mengantar sampai di depan rumahku.


Aku hanya menurut saja, setelah sampai aku mengucapkan terima kasih karena sudah diantar sampai rumah.


"Makasih ya bang,yuli" ucapku.


"Mampir dulu yuk" ajakku.


"lain kali aja tii." sahut bang Edo dan yuli kompak.


aku melambaikan tangan setelah mobil bang edo berlalu.


"diantar siapa lagi loh?" teriak Dhini dari dalam rumah.


"yuli sama abangnya" Sahutku pelan.

__ADS_1


"Ooohhhh...beruntung banget loh" sindir Dhini padaku.


tanpa memperdulikan ucapan Dhini aku berlalu dan segera membuka pintu masuk kedalam rumah.


__ADS_2