
baru aku selesai membersihkan diri..ada chatt masuk kedalam ponselku,hanya aku intip dari layar depan ternyata dari Yudha.
Yudha: hai Titi... gimana kabarnya?
tanpa bermaksud membalas aku segera keluar rumah dan menuju kerumah Dhini untuk bekerja.
aku segera bergegas melakukan pekerjaanku berharap agar cepat selesai tanpa harus bertemu Dhini.
Dari arah dapur aku mendengar si Dhini yang sedang melakukan panggilan suara sama seorang lelaki entah siapa gerangan, menurut firasatku pastilah si Yudha orangnya.
tanpa memperdulikan suara Dhini yang sok mesra itu aku berniat segera menyelesaikan pekerjaanku sesekali dia diam-diam melirik ke arahku,aku pura-pura tidak tahu.
tante keluar dari dalam kamar,dia menyApaku.
"masak apa tii?" tante bertanya padaku.
"ini tante aku masak sop ayam,tempe mendoan, rolade danging sapi" ucapku sambil menata makanan di meja makan.
selesai dengan itu aku segera menyelesaikan kerjaan yang lain, menjemur pakaian yang sudah aku putar dimesin cuci tadi.
"yess udah selesai semua, saatnya pulang" ucapku semangat.
kulihat ke arah meja makan tante sedang makan malam bersama om, dan si dhini.
aku segera berpamitan intuk pulang.
"tante aku permisi dulu" kataku pelan.
baru aku melangkahkan kaki hendak keluar dari rumah tante dhini mengejarku.
"Tii..tunggu" ucap dhini.
"kenapa dhin?" aku tolehkan kepala malas.
"nanti aku mau keluar jalan-jalan sama Yudha." ejeknya padaku
"lalu?"ucapku melirik dia.
"ya aku mau kasih tahu aja! biar kamu gak kecewa."
"kenapa kecewa? apa masalahnya!" ucapku sambil menggeleng kepalaku bingung. tanpa menunggu lama aku segera meninggalkan dhini sendiri.
__ADS_1
dhini hanya mendengus saambil lompat-lompat gak jelas tanda dia kecewa gak berhasil memanas-manasiku.
aku kembali kerumah,melihat si adik masih asyik nonton acara kegemarannya.
"lihat apa dik?" sapaku lembut.
"ini kak, biasa gosip" sahutnya sambil tersenyum.
"kamu tuh ya bocil suka lihat gosip." protesku padanya sambil berlalu kedalam k
amar.
"mau lihat apa lagi kak? kartun gitu?" dia sedikit berteriak.
aku merebahkan tubuh ku di atas kasur, ku lihat ada beberapa pesan masuk dari yudha dan kan nino
yudha: hai titi...gimana kabarnya?
aku: hai juga yudh, kabar baik(send yudha)
yudha: main yuk..
aku:gak ah yudh, aku capek.(send yudha)
kak nino: malam cantik.emot love.
**aku: malam juga ganteng.(send kak nino)
gombalku sambil tersipu malu.
kak nino: main kerumah boleh?
aku: boleh aja kak.(send nino)
kak nini: okehhh meluncur**.
selang 10 menit bang edo datang, disusul yudha sampai drumah dhini.
aku sama bang edo ngobrol diteras rumah kerena sudah malam sedang ibu belum pulang dari bekerja karena ada lembur.
saat turun dari motor besarnya aku lihat si yudha melirik kearahku, melihat aku sedang ngobrol santai sama bang Edo.karena memang jarak rumahku dan dhini cukup dekat aku bisa melihat lirikan mata yudha yang tajam seolah ingin mengulitiku.
__ADS_1
ponselku berbunyi ada chat masuk.
**yudha: katanya capek?
aku: lah emang iya.(send yudha)
yudha: kook gak rehat aja mah asyik ngobrol.
aku: lah cuma ngobrol gak butuh tenaga kali yudh.(send yudha)
yudha: aku cemburu.
aku: ? emot bingung (send yudha**)
yudha gak balas lagi mungkin dia udah mau jalan ma dhini. Dan benar ternyata tak berapa lama dia keluar sama dhini tanpa menoleh padaku,dia melajukan motor dengan kecepatan tinggi.
aku ngobrol ngalor ngidul sa ama bang nino diteras rumah. ibu pulang dengan sepeda motornya lalu menyapa ku dan bang edo.
"assalamuallaikum"; ucap ibu.
"wa'alaikumsalam" sahutku segera berdiri dan menyalami ibu, diikuti oleh bang edo.
" ini siapa ya?" goda ibu.
"saya kakaknya yuli tante"ucap bang edo sopan
"oalahh...dilanjut ya nak,ibu masuk dulu." Ibu segera berlalu kedalam rumah.
"udah makan nak?" tanya ibu kepada si adik.
"belum bu." sahut adik lemas.
"ibu bawa makan apa?"
"ini ibu bawa nasi goreng.mau makan sekarang?"
"nak kita makan dulu yuk," ibu mengajak ku dan bang nino makan.
"yuk bang makan dulu."ajakku
dengan langkah malu-malu bang edo ikut aku masuk ke dalam rumah untuk makan.
__ADS_1
selepas makan aku melanjutkan acara ngobrolku diteras karena bang edo menolak diajak masuk rumah.
pukul 21.15 bang edo pamitan padaku untuk pulang.Tak lupa dia juga pamitan dengan mencium punggung tangan ibu.