
sepulang sekolah seperti biasa aku setia nunggu angkot lewat depan sekolahku.
kebetulan hari ini si yuli juga gak bawa motor sendiri, jadi dia milih nemanin aku nunggu angkot lewat sambil nunggu jemputan kakaknya sepulang dai kampus.
didepan halte kita asyik ngobrol ngalor-ngidul gak jelas sambil sesekali ketawa ngakak... sekitar 20 menitan jemputan si yuli datang,
tettt...
tteeeet...
Suara klakson mobil membungkam tawaku dan yuli, hingga kita sejenak menghentikan tawa.
"Tiii... abangku datang nih, kamu pulang bareng aku aja yah!" ajak yuli.
"Engggak gak usah yull..." Tolakku malu-malu.
"Gak papa dik,,ayo abang antar.keburu sore ntar dicariIN lagi." sela abang yuli.
"ayoolahh Titi gak usah malu-malu kucing!" pecahlah tawa si abang dan yuli bebarengan.
yuli membuka pintu belakang untukku.
"Masuklah Tiii." dengan cepat yuli mendorong tubuhku masuk ke mobil.
"iya iya yull, gak usah dorong-dorong" kataku galak.
"Ayo bang jalan si Titi udah masuk tuh!"
"Bang bang kok malah ngelamun sih,jalan dong bang!" Teriak si yuli ditelinga abangnya.
Dijitaklah jidat si yuli karena membuyarkan lamunan abangnya.
"Kamu kenapa sik dik Teriak-teriak, aku belum tuli yah!" sorohnya dengan mulut manyun ke depan.
"Namanya siapa dik?" Tanya si abang padaku.
"Nama aku Titi kak." sahutku pelan.
"cantik" gumam si abang.
"abang apaan sih malu tahu" si yuli malu padaku.
"kenalin nama abang Nino Anggara" si abang memperkenalkan diri.
"idih iklan' cibir yuli ke abangnya.
__ADS_1
"Dimana rumahnya?" tanya abang lagi.
"Tambak sari kak" jawabku dan yuli kompak, mengetahui kekompakan kami si abang tertawa, diikuti aku dan yuli yang terlihat tertawa kikuk.
"lucu ya bang" seloroh yuli.
"segitunya ya kalian kompak, udah kaya anak kembar aja sehati gitu." ejek si abang.
"gue turun nih!!" ancam yuli.
"monggo turun aja, biar aku bisa dua-duaan ma temen kamu." si abang menjulurkan pucuk lidahnya kembali mengejek yuli.
"abang ihh,gak asyik.tega yah ma adik ndiri!" rajuk yuli.
melihat kelakuan dua saudara itu rasanya hati ini menghangat ikut merasakan bahagianya kehidupan si yuli.
"kak nanti turunin aku di gang 2 aja yah.." pintaku ke si abang.
"loh kenepa gak sampai rumah aja dik?"
"gak usah bang..makasih" ucapku lagi.
"udah sampai bang" sesaat setelah mobil berhenti aku segera turun dan mengucap terimakasih sama abang dan yuli.
"makasih ya yull.. bang nino" kataku, kutangkupkan tangan didepan dada.
"Hati-hati ya tiii" yuli mengingatkanku.
dari arah yang bersamaan si Dhini masuk kedalam Gang.
"pulang ma siapa Ttii?" tanya yuli penuh selidik.
"sama yuli dan kakaknya Dhin" ucapku.
"Oooo hati-hati ya!" kata Dhini sinis.
aku hanya bisa diam mendengar peringatan Dhini.
***
setiba dirumah segera ku ganti seragamku dengan baju santai,
ku selesaikan pekerjaanku di rumah budhe dengan segera.
selesai dengan pekerjaanku, seperti biasa ku rebahkan diriku diatas pembaringan.
__ADS_1
ada chat masuk kedalam gawaiku.
ku tengok layar ada satu no baru masuk
089xxxxxxxx22
"haii Titi selamat malam"
"siapa ya"gumamku tanpa membalas chatnya.
tok tok tok...suara pintu diketok dari rumah.
"kak ada tamu kak,"bisik adik yang rebahan di sampingku.
"iyya dik" sahutku. "kita tengok yuk dik"
aku dan adik segera bangun dari ranjang dan segara keluar untuk melihat siapa yang datang.
Ternyata adalah abang kurir makanan yang datang...ku buka pintu agak kebingungan.
"benar ini rumah mb Titi" tanya si abang kurir.
"iya saya sendiri...tapi saya gak ada pesan makan bang!" jawabku bingung.
"ini ada kiriman dari teman mb.."
"siapa ya bang?" tanyaku.
Disodorkanlah paperbag berisi 2 box martabak oleh abang kurir.
"makasih bang" ucapku ragu.
duduklah aku dengan adikku dmeja makan dengan kening berkerut kebingungan.
ku lihat kedalam paperbag ada notes
dengan inisial MPY
"dari MPY kak kata adiku."
"siapa dia kak?" tanya adiku lagi.
"MPY itu....iya yudha dik.Muhamad Prayudha" ucapku mantap.
biarpun agak sungkan tetap kami habiskan martabak kiriman yudha.
__ADS_1
"bersyukurlah masih ada orang baik yang mau kirim martabak kak" nasihat ibu padaku.
"iya bu"ucapku sambil berlalu kekamar.