
Fafa hanya bisa menatap kepergian Arash dan Alina.
'Seharusnya kah tahu, Fa. Alina adalah wanitanya, Meskipun kenyataan nya dia mengatakan cinta padamu, Tapi Alina adalah yang utama, dan kau bukan wanita berhati luas, kah pasti merasakan sakit itu kembali, lihatlah perbedaan antara kau dan Alina, saat ia tahu nenekmu kritisi, apa yang ia katakan, menyuruhmu naik bus, sedangkan pada Alina, meskipun ia tahu kau adalah Ara nya, Ara yang paling ia cintai dulu, tapi iantidaknbisa menolak Alina, ' bathin Fafa bermonolog.
'Kau tidak akan bisa hidup dalam hubungan itu, keputusan untuk bercerai dengannya sudah tepat, ' bathin Fafa lagi.
Tanpa di sadari, Air mata Fafa menetes, Bibinya yang menyaksikan itu, menjadi geram.
''Sabar sayang, keputusan untuk bercerai dengan Aarash adalah keputusan yang tepat, Kau akan mendapatkan yang jauh lebih baik darinya, '' ucap Bibinya hanb tiba-tiba mengusap air mata Fafa.
''Maafkan Fafa Bi, Karena Fafa susah membuat bibi malu dengan perceraian ini, '' ucap Fafa
''Apa yang kau katakan, Fa. Bibi malah merasa bersalah jika kah terus bertahan dengannya,'' ucap sang bibi serata memeluk keponakan nya.
''Masih ada Hans yang menyayangimu, bikalah hatimu untuknya, '' ucap Bibinya yang membuat Fafa terkejut.
Deg... Deg... Deg
''Apa yang bibi katakan, jangan bicara seperti itu, ah'' ucap Fafa seraya melepaskan pelukannya.
''Tapi itu kenyataan nya, Fa. Tidak ada yang lebih mencintai mu dari pada Hans, cobalah kau ingat-ingat semua yang Hans lakukan padamu, dia lelaki yang sangat baik, dan dia pria yang bijaksana, suka menolong orang-orang yang tidak punya, Kalau bibi masih muda, sudah pasti Bibi akan berusaha untuk memikat hatinya, '' ucap sang Bibi yang membuat Fafa tersenyum.
'' Kak Hans memang baik, Bi. dia pasti akan membantu semua orang yang membutuhkan tapi bukan berarti dia mencintai Fafa,'' ucap Fafa Seraya mengambil belanjaan bibinya
''kau ini, Selalu begitu jika bibi mengatakan orang yang mencintaimu, '' ucap sang Bibi seraya mengikuti langkah Fafa ke dapur
''Ngapain lagi Aarash kemari, dan wanita itu _?''
''Dia mbak Alina, istrinya Mas Aarash juga, Bi. Fafa juga tidak tahu untuk apa mas Arash kemari, mungkin ingin mengantarkan mbak Alina untuk mengucapkan bela sungkawa, '' ucap Fafa menebak
''Tapi ia dapat kabar jika Mamanya sakit, jadi... begitulah, mereka pun pulang, '' ucap Fafa berusaha tersenyum, namun bibinya tahu.. ia sangat sakit.
''Kau, meskipun tersenyum, tapi bibi tahu... hatimu sangat terluka, Kau wanita yang kuat Fafa, '' ucap bibinya mengelus kepala Fafa yang terbungkus ,paling suka dengan sayur asem dan juga sambal ikan teri, itu menurutku utama kita, mumpung mereka ada di sini, '' ucap sang bibi
__ADS_1
''Dan Hans sudah membawa beberapa sayuran untuk kita buat lalapan, pasti tambah nikmat, '' ucap Hans tiba-tiba dari belakang tubuh Fafa dan Bibinya.
''Wah, ada kangkung, ada daun singkong, banyak juga kau mengambilnya,, ya'' ucap bibinya Fafa.
V
''Kak Hans tunggu saja biar Fafa dan Bibi yang masak, tante mana, ?'' Tanya Fafa
''Mama ke kamar, tadi Papa nelfon, katanya dia mas nyusul kemari,'' ucap Hans.
''Bukankah Om ada di luar negri ya kak, ?'' tanya Fafa seraya mencuci beras
''Iya, tapi katanya pekerjaannta sudah selesai, yang Papa rindukan malah kamu, bukan aku," Ucap Hans serata mencuci sayuran yang ia bawa dari sawah.
Bibinya yang melakukan pekerjaan lainnya tersenyum melihat pemandangan manis di hadapannya. Hans ingin sekali. menanyakan perihal kedatangan Arash, tapi ia urungkan, Hans ingin Fafa menceritakan sendiri tentang kedatangan Arash tadi. kenapa sangat cepat sekali dan Kenapa Arash membawa Alina juga.
...----------------...
''Aku sudah mengalami, penyesalan denga tidak. mengantarkan Fafa ke rumah Nenek nya dan berakibat, Neneknya Fafa tidak selamat, dan aku tidak mau kau mengalami hal yang sama, Trimakasih Alina, aku tahu kau akan membantuku, '' balas Arash seraya tersenyum pada Alina. Tentu Alina tersenyum juga pada Arash.
Meskipun Arash saat ini bersama Alina, tapi pikirannya ada pada Fafa, ia tak tahu harus bagaimana agar Ara mau rujuk dengannya.
'Ara, aku tahu... kau mencintai ku, Aku sangat yakjn, kau akan kembali padaku, Maafkan aku sayang, Maafkan akj atas semua sikapkh selama ini, ' bathin Arash.
'Mungkin kau tidak mencintaiku saat ini, tapi aku yakin... seiring Nha waktu berjalan, kau pasti bisa mencintai ku, Arash' bathin Alina tersenyum menatap kearah Arash yang fokus menyetir mobilnya
Hingga tanpa mereka sadari, Mereka susah sampai di depan kediaman orang tua Alina.
Alina dengan tergesa-gesa turun dari mobilnya, langsung berlari menuju ke kamar Mamanya.
''Bagaimana keadaan Mama, ?'' tanya Alina seraya melirik kearah Arash yang kini sudah berada di belakangnya.
''Mama sudah baikan, untungnya dokter datang tepat waktu tadi, Arash... terimakasih karena sudah mengantarkan Alina, '' ucap Mamanya Alina
__ADS_1
''Sama-sama tante, lebih baik.. tante rawat di rumah sakit saja, biar bisa selalu di pantau,'' ucap Arash
''Tidak Arash, Tante gak suka, bau obat sangat menyiksa tante, '' ucap Mamanya Alina
''Mama sudah minum obat?'' tanya Alina
''Sudah sayang, Kakakmu datang, sapalah dia, '' ucap Mamanya Alina
''Dia bukan kakaku Ma, aku akan Satu-satunya Mama dan Papa, dia hanya anak haram Papa, '' ucap Alina yang memang tidak menyukai kakak beda ibu itu.
''Alina, dian anak yang baik, dia juga sangat menyayangi mu, '' ucap Mamanya Alina
''Jika Mama hanya ingin bicarakan dia, lebih baik Alina tidak datang tadi, '' ucap Alina ketus
''Baiklah, Maka tidak akan membicarakan dia lagi, Arash... datangilah Edward, dian baru tiba dari luar negeri, '' ucap Mamanya Alina
''Baik, Tante. Lin.. aku kenak Edward dulu ya, ?'' ucap Arash
''Kalau dia bicara yang tidak-tidak, kau jangan percaya, '' ucap Alina
''oke, kalau begitu kau pergi dulu, '' ucap Arash seraya berlalu dari kamar Mamanya Alina.
Setelah kepergian Arash, Mamanya Alina langsung bangun dan duduk, menatap anaknya.
''Mamanya Arash sudah menghubungi Mama, Kau nkenala setuju ikut ke kampung itu, ?'' tanya Mamanya Alina
''Ma, aku harus bisa perankan sebagai sahabat sekaligus istri boongan Arash, kalau aku menolak untuk membantu dia untuk bersatu lagi dengan Fafa, maka rencanaku selama ini akan gagal total, dan Alina tidak mau itu, Aluna memiliki cara Alina sendiri, Akan aku buat Arash menikahiku secara dah nantinya, Terimakasih Ma, rencana Mama dan Tante sangat membantuku tadi, '' ucap Alina setaya memeluk Mamanya.
''Tapi Kenapa Mama malah menyuruh Arash bertemu dengan Kak Edward, Mama tahu sendiri kan.... bagaimana mulut kak Edward, '' ucap Alina
''Karena jika Arash berada disini, Apakah kita akan bisa bicara, '' ucap Mamanya Alina.
''jika bukan karena Arash orang kaya, mana mau Mama berakting seperti ini, '' ucap Mamanya Alina
__ADS_1