
Waktu berjalan dengan begitu cepat, Arash saat ini tidak bisa menemui Ara ( Fafa) karna kondisi kakek nya yang menurun, Hingga membuat Alina menggunakan kesempatan itu untuk mendatangi Fafa.
'Aku rasa Takdir memihak padaku, Huffff... Alina, aku rasa sekarang kau harus benar-benar menggunakan bakat akting mu di hadapan Fafa, Bukankah selama 15 hari ini ia sudah bisa melihat sikap dan sifat Fafa.
Butuh waktu 4 Jam, antara Kota dan kampung Fafa jika perjalanan nya tidak macet. Seperti pagi ini, Alina sebagai jalan sangat lagi agar bisa segera sampai di kampung Fafa.
...----------------...
''Apa yang akan kau lakukan, Kau ingin rujuk, Setelah apa yang kau lakukan pada Fafa, Arash... Kakek sangat kecewa padamu, Lepaskan Fafa, Arash, dia berhak bahagia dengan pria yang lain, benar kata mereka, Fafa bisa mendapatkan lelaki yang jauh lebih baik darimu, apa yang kau banggakan, Hartamu... kedudukanmu, jabatan mu, Apakah kau lupa dengan semua yang kakek katakan, semua yang kau miliki saat ini hanyalah titipan, Kakek memberikan kau wanita yang Sholehah, agar bisa membawamu ke jalan yang lebih baik, tapi apa yang kau lakukan, Kau membuat hatinya hancur, kau membawa wanita lain ke dalam istananya, Istana yang seharusnya menjadikan ia sebagai ratu, tapi kau menjadi kan jauh lebih dari babu, Dimana hatimu... Bukan Fafa yang tidak pantas untukmu, tapi kau yang tidak pantas untuknya, '' ucap kakek nya Arash.
Arash hanya tertunduk diam, Karena apa yang di katakan kakeknya adalah kebenaran. Tapi... untuk melepaskan Ara, Apakah Arash bisa?
''Kakek, Bisakah aku memakai paksaan untuk membuat Ara, maksud ku Fafa bertahan disisi ku?'' tanya Arash
''Kau akan tetap menjadi pria bajiyngan jika kau melakukan itu, Arash, '' ucap sang kakek
''Lalu, bagaimana dengan Alina, Apa yang akan kau katakan pada Fafa, Apakah kau akan mengatakan jika Alina bukanlah istrimu, Apakah kah akan mengatakan jika kalian hanya bersandiwara, ?'' tanya sang kakek
''Karena itu memang kenyataannya kakek, Alina bukanlah istriku, dia hanyalah temanku. Aku memintanya untuk membantuku, Apakah aku salah jika aku mengatakan itu pada Fafa, ?'' tanya Arash
__ADS_1
''Jelas kau salah, apa yang akan Fafa pikirkan tentangmu, kau dan Alina tidak memiliki ikatan apapun tapi kalian tinggal satu kamar, bermesraan di depannya, Bukankah itu akan menambah Fafa kecewa sama kamu, '' sungut kakek nya Arash.
''Alina yang akan menjelaskan itu pada Fafa nanti kek, seharusnya sekarang aku kesana, tapi melihat kondisi kakek, Arash emngnya besok yang akan kesana, '' ucap Arash.
Waktu susah menunjukkan pukul 10, Fafa dan yang lainnya kini susah santai. Orang kampung jika sudah santai, kadang meluangkan waktu untuk jalan-jalan sekitar rumah, Seperti yang Bibinya Fafa dan yang lainnya lakukan sekarang, kecuali Fafa, Karena saat ini Fafa sedang masa iddah.
Jadi hanya Fafa saat ini yang ada di rumahnya, Fafa pun fokus menulis Novel nya yang sudah dia hari tidak ia lihat. namun baru saja Fafa membuka aplikasi menulis Novel, tiba-tiba ada suara mobil yang berhenti di depan rumahnya.
Papa pun bangkit untuk melihat, Siapa yang datang. Papa tidak menyangka bahwa yang datang adalah Alina dia datang seorang diri tanpa Arash.
sungguh Alina datang dengan berpenampilan sangat elegan. terlihat Alina yang menoleh ke arah sekitar Seraya membuka kacamata hitamnya.
''Waalaikumsalam, '' jawab Fafa seraya membukakan pintu untuk Alina.
''Mbak Alina, Mari masuk, mbak,'' ucap Fafa seraya memberi jalan pada Alina.
''Fafa,'' ucap Alina seraya memeluk Fafa. Fafa pun terkejut bahkan ia reflek membalas pelukan Alina.
''Turut berdukacita atas meninggalnya Nenekmu, dan masalah kemarin aku benar-benar minta maaf, karena mamaku jatuh sakit, aku harus membawa Arash kembali, aku tidak bermaksud untuk membuat kamu kecewa, tapi kau tahu sendiri ... aku datang bersama Arash, jadi aku _
__ADS_1
''Tidak apa-apa mbak, aku mengerti, kesehatan orang tua adalah nomor satu bagi anaknya, dan aku mengerti akan hal itu, lalu sekarang, Bagaimana kesehatan mamanya,Mbak,?'' tanya Fafa
''Alhamdulillah sudah lebih baik, Makanya aku datang kemari untuk meluruskan kesalah fahaman ini, '' ucap Alina dengan wajah polos nya.
''Sebentar, Mbak. Aku akan membuat kan mbak sirup dingin, '' ucap Fafa seraya bangkit dari duduknya.
Setelah kepergian Fafa, Alina pun tersenyum dengan liciknya. Hingga kedatangan Fafa, Alina pun memasang wajah yang lembut selembut sutra.
''Minumlah, Mbak. Mbak mau makan dulu, ?'' tanya Fafa
''Oh tidak, aku udah makan di jalan tadi,'' ucap Alina seraya mengambil jus yang Fafa buatkan.
''Fafa, ada hal yang ingin aku bicarakan denganmu dan ini Tentang Aku, Kau dan juga Mas Arash.'' ucap Alina serius dengan wajah sesedih mungkin.
''Katakanlah, Mbak. Aku siap mendengar kan,'' ucap Fafa.
''Rujuklah dengan mas Arash, aku tahu kau dan Mas Arash sedang mengalami kesalahpahaman, tapi ... Percayalah, bahwa... Mas Arash sangat mencintaimu, kau adalah wanita yang ia cari, namun kesalahpahaman telah membuat kalian jauh. Aku mencintai Mas Arash, Fafa. Tapi aku tidak ingin egois, Cinta tidak harus saling memiliki ... tapi orang yang tulus mencintai rela melakukan apapun asalkan orang yang ia cintai bahagia, bukankah begitu Fafa,?'' tanya Alina Seraya tersenyum dengan penuh kesedihan.
Aku adalah sahabat Mas Arash, selama beberapa tahun aku dan dia tidak pernah berjauhan, kami saling melengkapi satu sama lain tapi kedudukan Ku hanyalah sebatas teman, Apa kau tahu Fa, Saat kita mencintai seseorang dengan sepenuh hati, rela. melakukan apapun demi dirinya, tapi kita hanya di anggap teman biasa, Pasti sakit banget kan, Itu yang aku alami, Fa. Sehingga Arash meminta ku untuk menikah dengan nya untuk membuat kau pergi dari hidup nya, Karena ia berfikir kau bukanlah Ara, Dia berfikir kalau kau adalah wanita miskin yang hanya memanfaatkan keluarga nya, Saat aku melihat kau saat itu, berpakaian pengantin yang indah, aku iri, Karena bagiku.. . kaulah wanita beruntung itu, dan seketika aku berfikir, jika apa yang Aras katakan itu tidaklah benar kau wanita baik-baik dan wanita yang sangat baik, dan saat ini Aras memintaku untuk mengatakan bahwa aku hanyalah temannya bukanlah istrinya Dia menyuruhku untuk mengatakan bahwa pernikahan Kami hanyalah main-main Apakah kau akan percaya itu, Fa? Aku ingin kalian rujuk, tapi aku tidak ingin berada dalam kebohongan lagi, Demi aku. kembali lah, aku yang akan mundur, '' ucap Alina dengan derai air matanya sebagai pelengkap dari cerita kisah yang ia katakan pada Fafa.
__ADS_1
Fafa terlihat begitu tekejut dengan apa yang Alina katakan.