Di Balik Niqab Istri Pertama Yang Ku Sia-siakan

Di Balik Niqab Istri Pertama Yang Ku Sia-siakan
Bab 12


__ADS_3

Kau percaya dengan Alina,? " tanya Edward


"Maksud mu,? " tanya balik Arash.


''kau terlalu baik untuk mengetahui kejahatan orang terdekatmu, Tapi Arash... jangan terlalu percaya pada siapapun karena kadang hati kita bisa membohongi diri kita sendiri kan, '' ucap Edward yang semakin membuat Arash kebingungan.


''Sudahlah, jangan kau fikirkan, kau mau minum dengan ku,?'' tanya Edward seraya memperlihatkan sebotol minuman pada Arash.


''Maaf kak Edward aku tidak minum,'' Tolak Aras dengan lembut.


Pernikahan bukanlah hal yang hanya melibatkan hati, tapi juga dengan orang sekitar. Apalagi bagi seorang wanita. Karena ia akan di tuntut dengan segala macam urusan rumah tangga, meskipun pada kenyataannya itu bukanlah kewajiban wanita.


[Tante akan kesana sekarang, kau harus menjelaskan semuanya pada tante, Alina ] pesan itu sudah di baca oleh Alina. Alina menunggu dimana hari ini akan terjadi, Namun ia tidak menyangka jika akan secepat ini. Beruntung nya Mamanya Arash menyukainya, hingga Alina memiliki harapan untuk kesuksesan rencananya selama ini.

__ADS_1


Arash melihat Edward melukis dengan begitu indah, hingga ia terfokus dengan satu lukisan yang berada di dekat jendela. Lukisan wanita bercadar yang menatap langit yang mulai senja.


"Kakak suka dengan wanita bercadar,? " Tanya Arash


"Bodoh jika ada laki-laki yang tidak menyukai wanita sholehah seperti itu, Aku bajingan, Arash. Tapi jika untuk memilih istri, aku ingin yang terbaik buat ibu dari anak-anak ku, Meskipun tidak sesempurna yang ada di lukisan, setidaknya... tidak memberikan tubuh nya pada pria lain," Ucap Edward yang terus saja melanjutkan lukisannya.


"Jika wanita yang berada di balik cadar adalah wanita jelek, Apakah kakak masih ingin menerimanya,? " Tanya Arash


"Sebenarnya... wajah bukanlah yang utama, Tapi kenyamanan yang utama, penampilan bisa kita ubah saat kita sudah menjadi imamnya, Tapi.. Jika Tuhan memberikan aku yang sesempurna itu, Maka aku pasti akan lebih bersyukur lagi. Semua wanita cantik Arash, hanya cara pandang kita yang berbeda, Tuhan sudah menciptakan umatnya dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing,"Ucao Edward yang tidak bisa Arash sangka. Edward lelaki yang suka mabuk-mabukan, yang suka keluar masuk kedalam club, ternyata memiliki pemikiran dan wawasan yang bagus.


...*******...


"Fafa, Masakan mu memag luar biasa sayang," ucap Mamanya Hans.

__ADS_1


"Terimakasih Tante, Kalau tante suka yang banyak dong makannya," ucap Fafa , Tanpa dj sadari Hans menatap kearah Fafa, dan itu bisa di lihat oleh Mamanya Hans.


'Mama tahu, kau menyukai Fafa, kan sayang. Tapi kau takut pada Papa, Karena Papa pasti tidak akan setuju, tapi ada Mama... mama akan coba bilang ke Papa, ' bathin Mama nya Hans.


Mamanya Hans tersenyum, Ia akan melakukan segala cara agar Fafa resmi bercerai dengan Arash.


"Hans, Kalau Fafa tidak rujuk, kau bisa menjadi pengacara nya nanti disaat sidang, Mama ingin keluarga sombong itu bisa sadar jika Fafa kita bukanlah babu, tapi dia ratu bagi kita," ucap Mamanya Hans.


"Masih ada kemungkinan untuk mereka rujuk, Ma. Mama jangan jadi provokator untuk perceraian Fafa dan Arash. Perceraian itu sangat tidak di sukai Allah, Ma" ucap Hans


"Tapi apakah kau mau, Fafa hidup dengan suami yang memiliki istri lain, satu atap lagi," ucap kesal Mamanya Hans


"Mungkin nanti Arash menyadari hal itu dan menempatkan keduanya di tempat yang berbeda, Ma. Apalagi Arash tahu jika Fafa itu adalah Ara, pasti sikapnya akan beda, " ucap Hans. Beruntung nya mereka bicara saat Fafa tidak ada.

__ADS_1


"Saya sangat setuju dengan Mama mu, Hans. Bibi berharap... Fafa segera resmi bercerai. Tidak baik juga meneruskan hubungan yang sudah penuh noda," Ucap bibinya Fafa.


Hans kini diam, Ia tidak tahu harus berkata apalagi. Ia yang sudah menceritakan masalah keluarga Fafa pada Mama dan bibi nya, tentu mereka tidak terima dengan apa yang menimpa Fafa. Fafa yang ingin menutup rapat-rapat masalah itu hanya bisa diam. Ia tidak bisa menyalahkan Hans, Namun... Fafa berharap ada jalan yang terbaik untuk kedepannya.


__ADS_2