Di Balik Niqab Istri Pertama Yang Ku Sia-siakan

Di Balik Niqab Istri Pertama Yang Ku Sia-siakan
Bab 8


__ADS_3

Mata Arash tak berkedip kala melihat wajah itu, derai air matanya makin membuat hatinya makin perih. Dengan cepat... Arash mendekati Fafa yang masih terduduk lemas dengan derai air matanya.


Langkah kakinya terasa berat di rasa, Jantung nya berpacu dengan begitu cepat, antara percaya tidak percaya, kini Arash tak berkedip menatap wanita yang baru saja ia ucapkan talaq.


''Ara, '' ucap Arash membuat semua orang terkejut, begitu juga dengan Fafa, ia sangat terkejut saat mendengar suara itu memanggilnya dengan lembut. Ara langsung membenarkan posisi Niqabnya yang terjatuh.


''Ara ku'' ucapan Arash yang kini menyentuh tangan Fafa, namun Fafa menarik tangannya.


''Kita sudah bukan muhrim, Mas, '' ucap Fafa seraya tertunduk.


"Maafkan aku, jika selama menjadi istrimu aku telah membuatmu sangat kecewa, terimakasih atas ijab qobul yang kau sematkan padaku, Terimakasih karena sudah mewujudkan impian ku menjadi istrimu meski hanya sesaat, terimakasih karena_


''Ara, maafkan aku, aku tidak tahu jika itu kamu, Maafkan aku Ara, Ara aku mencarimu kemana-mana, Ara aku _


''kau terlambat Arash, sekarang... kau bukan lagi suami Fafa,'' ucap seseorang yang ternyata adalah Hans


''Kau tahu, kenapa aku datang kerumahmu tadi pagi, Itu bukan karenamu tapi karena dia yang ingin bebas darimu, kau keterlaluan Arash, aku kira Fafa salah faham padamu tapi ternyata kau benar-benar menikahi seorang ja-la*ng dan menyakiti Fafa,'' ucap Hans emosi


''Bukan begitu Hans, bukankah kau sangat tahu, jika aku hanya_


''Urusan kalian sudah selesai, silahkan kalian pergi dari sini, Fafa butuh istirahat, '' ucap Mamanya Hans


''Maaf tante, tapi saya tidak akan menceraikan Ara,'' ucap Hans menatap ke arah Fafa yang kini sudah memakai niqabnya lagi


''Terlambat tuan Arash, sekarang... kau pergilah, Fafa bukan lagi istrimu, ''ucap bibinya Fafa


''Saya memang tidak faham agama, tapi yang saya tahu, talak yang saya ucapkan tadi adalah talak satu dan menurut pemahaman saya, kami masih bisa rujuk, Bibi... kalian menghakimi saya tanpa tahu alasan saya, Saya memang tidak menginginkan pernikahan ini karena saya mencintai seseorang dan itu adalah Ara, wanita yang selama ini aku cari, dansaya tidak tahu jika Fafa adalaha Ara,'' ucap Arash

__ADS_1


''Lalu, bagaimana dengan pernikahan keduamu, bukankah kalian melakukan atas rasa suka sama suka, '' ucap Mamanya Hans


''Kalian salah faham, aku dan Alina_


''Arash, cukup! kakek kecewa denganmu, sekarang pulanglah, kita selesai kan ini dirumah, Fafa... maafkan kakek, kakek janji akan memberikan pelajaran pada Arash, " ucap kakek nya Arash


"Nyonya, maafkan kami kami benar-benar tidak tahu akan kebenaran ini, maafkan kami telah membuat Fafa terluka sedalam ini, kami akan memberinya pelajaran, Nyonya'' ucap sang kakek seraya menangkup kedua tangannya, memohon maaf dengan wajah penuh rasa bersalah.


''Tapi kek, ''


''Jelaskan dirumah, ini sudah malam dan mereka juga butuh istirahat, '' ucap Ayahnya Arash


''Ara, aku mohon dengarkan penjelasanku, '' ucap Arash memohon, Namun... Mamanya sudah menarik tangannya Arash, dan membawanya keluar dari rumah Fafa.


Sesekali Arash melihat kearah belakang, Sungguh ia sangat menyesal dengan sikap dinginnya, Ia benar-benar tidak tahu jika itu adalah Ara. Fatimah Az- zahra, Arash memanggilnya Ara.


Hatinya hancur, lalu bagaimana dengan Fafa selama ini, Bagaimana perasaan Fafa selama ini, bahkan ia tak pernah di anggap meski ia adalah istri sah nya.


Arash terpaksa ikut dengan Papa dan Kakeknya, sedangkan mobilnya ia tinggalkan di depan kediaman Fafa, Ia memiliki alasan untuk datang.


Selama dalam perjalanan, Nenek nya terus menenangkan suaminya, Ia tak ingin jika penyakit jantung nya kambuh.


''Kenapa Arash, kenapa kau lakukan semua ini, '' ucap sang kakek


''Kakek, kau sudah katakan, jika aku tidak tahu kalau itu adalah Ara, aku. mencintai Ara kek, aku tidak ingin menikah dengan yang lain, '' ucap Arash berusaha untuk menjelaskan


''Lalu Alina, Ya Tuhan Arash, bagaimana perasaannya Fafa saat itu, kau membawa wanita lain di hari pertama nya ia menjadi istrimu, Apakah kau masih punya hati, ?'' tanya sang kakek

__ADS_1


Arash terdiam, Ia tak bisa berkata jika sudah demikian.


''Kakek, sebenarnya Alina _


''Cukup Arash, Kakek benar-benar kecewa padamu, jangan sebut nama Alina lagi, Kakek sangat kecewa pada kalian,'' ucap sang kakek yang langsung memejam kan matanya.


Rasa tak percaya kini berperang dengan hatinya.


Di sisi. lain, Fafa menatap. langit yang indah dari jendela kamar nya. Air matanya jatuh tanpa di rasa. Ia terngiang akan ucapan Arash tentang ungkapan cinta itu, namun bersamaan dengan itu, bayangan kemesraan. antara Arash dan Alina juga bermunculan, seolah menyatakan bahwa ia kini sudah bukan siapa-siapa nya Arash. Seharusnya Fafa bahagia akhirnya bisa bebas, tapi hatinya tidak bisa berbohong, Ia sangat sedih dan hancur.


'Tuhan, izinkan aku menghapus rasa ini. Rasa ini, sudah tak bisa aku tahan, aku ingin menghapus rasa ini, Tuhan bantu aku, ' bathin Fafa seraya mengusap air matanya.


'Semoga kau bahagia mas, bersama siapapun kamu, semoga kau bahagia, ' bathin Fafa, ia berusaha tersenyum meksipun hatinya snagat terluka dan hancur. Lalu Fafa ingat akan kata ruhut yang Arash ucap akan tadi. Ya, memang benar, jika talak 1 masih bisa rujuk dengan masa iddah selama 40 hari, tapi... apakah Fafa dan Arash akan rujuk?


...----------------...


Banyak pesan yang masuk. dari Alina, namun... saat i i Arash benar-benar ingin menyendiri. Ia memikirkmemikirkan cara, bagaimana meyakinkan Fafa dan keluarga nya jika semua ini adalah salah faham.


'Arash, kau pantas mendapat kan hal ini, seharusnya kau mengenali dirinya, kau mengaku cinta tapi tak bisa merasakan keberadaannya, bahkan kah selalu menatap mata itu, ' bathin Arash.


'Tapi penampilan Araa, sungguh berubah 180% mana bisa aku mengenalinya, kenapa dia tidak mengatakan bahwa dirinya Ara, setidak nya tunjukkan wajahnya, ' bathin Arash kembali


'Bukankah kau yang mengatakan padanya agar tidak menunjukkan wajahnya di hadapan mu, Arash. Fafa hanya mengikuti perintah mu, dan sekarang... nikmatilah penyesalanmu, ' bathin Arash memaki dirinya sendiri.


Arash kini bermalam di kediaman keluarga besarnya, Kakek nya langsung istirahat karena dadanya mulai sesak.


Disisi. lain, Mamanya Arash sangat lah bahagia, karena ternyata Alina yang memang menjadi incarannya agar menjadi menantunya kini telah jadi kenyataan.

__ADS_1


''Arash, kau memang benar-benar anak Mama sayang, baguslah... tidak apa-apa kakekmu marah saat ini, mungkin seminggu atau dua minggu, kakek mu pasti akan mengerti keputusan mu sayang, '' gumam Mamanya Arash.


__ADS_2