Di Balik Niqab Istri Pertama Yang Ku Sia-siakan

Di Balik Niqab Istri Pertama Yang Ku Sia-siakan
Bab 13


__ADS_3

''Kau beneran sudah menikah dengan Arash, Kenapa gak cerita sama tante,?'' tanya Mamanya Arash, Sedang kan Arash sudah pergi dari rumah Alina.


''Ini hanya rahasia ku dan Arash tante, Arash hanya ingin membuat Fafa pergi, tapi... kenapa Fafa ternyata adalah Ara, Wanita yang selama ini Arash cari dan Arash rindukan, tante'' ucap Alina dengan berderai air mata


'' Maksudmu apa, Siapa Ara? Kenapa Aras begitu Mencintainya,?''


''Ceritanya panjang tante, Dulu semasa Arash kuliah, dia mencintai adik kelasnya, Aku tahu itu... tapi saat itu Ara tidak berpenampilan tertutup, dia berpenampilan sama seperti kita, hingga akhirnya mereka terpisah, karena saat itu Arash di minta oleh Paman untuk ke luar negeri, sedangkan Ara, Arash tidak tahu lagi kabarnya, Arash kehilangan kontak juga hingga saat itu, ia bersumpah tidak akan pernah menikah kecuali dengan Ara, hingga perjodohan itu tiba, dan Arash memintaku untuk menjadi istri bohongan nya, Tapi tante... aku tulus mencintai Arash, tapi Arash tidak pernah menatap ku, ia hanya menjadi kan aku temannya, aku mencintai nya tante, '' ucap Alina seraya menangis di pangkuan Mamanya Arash.


''Kau yang lebih pantas untuk putraku, Alina . Tante akan mendukung mu, Kau jangan cemas... pernikahan mu dengan Arash harus benar-benar terjadi, bukan hanya karena tipuan semata, '' ucap Mama nya Arash.


''Bagaimana caranya tante,?'' tanya Alina seraya mengusap air matanya dan menatap pada Mama nya Arash.


''kau di minta untuk menemui wanita itu kan? Lakukan dan sampaikan apa yang Arash katakan, tapi... kau tahu kan, Bagaimana cara mendapatkan simpati dari musuhmu, Kau harus menggunakan hati untuk mengalahkan nya, '' ucap Mamanya Arash yang langsung di mengerti oleh Alina, Ternyata mereka sehati ya guys.


''Nanti masalah belakang nya, Biar tante yang urus, kau akan menjadi wanita satu-satunya istri dari seorang Arash,'' ucap Mamanya Aras dengan pasti.


Mendengar ucapan mamanya Alina pun tersenyum, Ia kini mulai tenang dan berani, Karena Mamanya Arash, sosok yang paling Arash sayangi mendukungnya.


''Terimakasih tante, Tante sangat baik padaku, '' ucap Alina.


...----------------...


''Tuan, ini adalah berkas yang anda minta, '' ucap Sekertaris Arash sebelum Alina di jadikan sekertaris nya.

__ADS_1


''Letakkan saja, oh iya... besok dan lusa, kau handle semua pekerjaan ku, aku ada acara dia hari ini, '' ucap Arash


''Baik, Tuan,'' ucap sekertaris itu.


Setelah Arash menyelesaikan pekerjaan nya, Arash pun mengambil ponselnya, Ia teringat jika Hans ada di rumah Ara.


Ia pun tak berfikir dua kali untuk menghubungi Hans.


'' Assalamu'alaikum, Hans, '' ucap Arash.


'' Wa'alaikumussalam, Arash, '' jawab Hans tanpa bicara yang lainnya


''apakah kau sangat kecewa padaku, apakah kau tidak akan membantuku, ?'' tanya Arash


''Aku sangar bahkan sangat kecewa padamu, Arash. Meskipun dia bukan Ara, aku tetap sangat kecewa padamu, Kau tahu... kau menikahi seorang wanita bukan hanya di hadapan manusia, tapi juga di hadapan Tuhan. Kau tahu... saat kau mengucapkan ijab qobul, seluruh malaikat mendoakan yang terbaik tapi setelah itu.... kau menyakiti istrimu tepat di hari itu juga, Meskipun itu bukanlah Ara, aku akan tetap menyalahkanmu, Kau bahkan tidak mau melihat wajahnya, Kau bahkan tidak memberinya nafkah lahir ataupun Nafkah bathin, Apa yang telah merasukimu, Arash,'' ucap Hans.


''Bukankah sebelum lamaran terjadi, Kau dan Ara di pertemukan terlebih dahulu melihat wajah Ara yang ada di balik Niqab nya, Bukankah kalian melewati Ta'aruf sebelumnya, Aku sudah mendengar itu dari Bibi, '' ucap Hans


Seketika Arash mengingat nya, Saat itu ia tidak menemui Ara, Karena ia malas melakukan itu, Namun.... ia menyuruh Asisten nya untuk menyampaikan pada Ara agar Ara mengatakan jika Arash sudah datang.


''Apakah kau saat itu juga mengabaikan nya,?'' tanya Hans


'' Oh Tuhan Arash... '' keluh Hans

__ADS_1


''Bisakah kau bantu aku, Aku juga bingung harus bagaimana, '' ucap Arash


''aku sudah berusaha untuk membantumu tanpa kau meminta padaku, karena bagiku kebahagiaan Ara adalah yang utama. Ara ataupun kau berhak memilih Jalan masing-masing, jika kau ingin rujuk maka berusahalah sebaik mungkin dan aku akan membantumu untuk membujuk Ara, tapi jika Ara sudah memutuskan untuk tidak ingin rujuk, maka kau harus menghormati keputusannya, aku tidak bisa memihak padamu ataupun pada Ara, Karena bagiku Ara adalah adikku dan kau adalah sahabatku,'' ucap Hans dengan bijak.


''Aku tahu, Terimakasih Hans, Aku janji tidak akan mengecewakan Ara lagi dan aku berjanji akan membuat Ara bahagia,'' ucap Arash pada Hans.


''Aku tahu cintamu, Rash. Berusaha lah, dan Banyak-banyaah kau berdoa, Pinta padanya, Ia yang menciptakan manusia dan cinta di hati setiap manusia, '' ucap Hans.


''Terimakasih Hans,'' uvak Arash yang kini susah memutuskan untuk mengakhiri pembicaraan nya dengan Hans.


di sisi lain Hans hanya bisa menghela nafasnya, meskipun hati dan apa yang ia ucapkan itu tidaklah sama namun hatinya menginginkan yang terbaik untuk Arash dan juga Ara ( Fafa )


' Seharusnya aku tahu jika dari dulu cintanya Ara dan Arash adalah yang terbaik, hanya saja saat ini mereka sedang diuji, tapi meski demikian... Apakah aku salah jika masih mengharapkan cinta dari Ara, Aku berharap bisa memilikinya dan juga melindunginya,' bathin Hans Seraya menatap foto Ara di layar ponselnya.


...----------------...


( Fafa, Besok aku akan kesana, Aku mohon... jangan marah pada mas Arash, Maafkan dia, aku tahu ... kau wanita yang baik, aku juga akan menggangu setiap uang yang sudah kau keluar kan untuk kami, Aku sebagai istrinkeduanmaa Arash, sangatlah malu dan mengutuk diriku sendiri, Maafkan aku Fa, Maafkan aku... ) Pesan itu masuk dan sudah di baca oleh Fafa.


Fafa bingung, kenapa Alina mengirim kan pesan begitu padanya, Apakah Arash yang menyuruh nya,? bathin Fafa alias Ara.


Tidak ada satu pun yang tahu takdir Tuhan, tapi kita sebagai manusia hanya bisa berusaha dan juga berdoa, karena berusaha tanpa doa itu sombong dan Begitupun sebaliknya, berdoa tanpa usaha itu bohong.


Malam telah tiba, Arash lagi dan lagi berada di kamar yang di tempati Fafa sebelumya. Mencium setiap kain yang mungkin saja sudah Fafa sentuh.

__ADS_1


'Maafkan aku, Ara. Maafkan aku... Jika aku tahu itu adalah kau, sudah pasti aku tidak akan melakukan sandiwara ini, menjalani kisah pasangan suami istri yang dzolim pada istri lainnya. hanya karena kebebasan itu.


Arash akan berusaha untuk meyakinkan Ara bahwa dia tidak akan pernah mengulang kesalahan yang sama, Iya akan berusaha meyakinkan Ara bahwa Alina hanyalah teman baiknya bukan istrinya dan juga bukan orang yang ia cintai, tapi apakah Arash akan berhasil atau Alina yang berhasil untuk membuat Ara semakin jauh dengan Arash?


__ADS_2