Di Balik Niqab Istri Pertama Yang Ku Sia-siakan

Di Balik Niqab Istri Pertama Yang Ku Sia-siakan
Bab 20


__ADS_3

Dalam sebuah perjalanan hidup, mungkin jalan yang kita lalui tidak selalu mulus. Ada masanya kita berada di atas, semua keadaan seperti baik-baik saja, tidak ada masalah, gembira, dan jalan di depan seperti membentang mulus. Namun terkadang kita menemukan sesuatu yang menghambat perjalanan, atau bahkan membuat kita berbalik arah.


Jika mengalami hal seperti itu, sepertinya semua buntu, rasanya sedih, apapun yang kita lakukan seperti menambah masalah, dan jalan di depan seperti kelabu. Sayangnya, untuk bisa bangkit dari keterpurukan bukan perkara yang mudah.


''Assalamu'alaikum, " ucap Fafa


''Waalaikumsalam, Fa. belum tidur, ?'' tanya Hans


''Belum kak, Kakak juga belum tidur,?'' tanya balik Fafa


''Belum, Dek. Pekerjaan nya harus segera di selesai kan, do'a kan kakak ya, semoga menang dalam. persidangan nanti, '' ucap Hans


''Selalu kak, Mmmm... kak, Om. dan tante ingin membawa ku kerumah kakak, menurutku kakak .orang lain bagaimana, ?'' tanya Fafa


''Bagus dong dek, disana kau bisa menemukan suasana baru, untuk sesaat kau butuhkan refresing untuk menetralkan pikiranmu, '' ucap Hans


"Aku bingung kak, Apakah hidup Fafa seperti ini terus, " ucap Fafa


"Dek, Apa yang akan menjadi suratan takdir akan menjadi milikmu meskipun berada di bawah gunung. Apa yang bukan digariskan takdir tidak akan mencapaimu meskipun berada diantara dua bibirmu, Kadang-kadang, kesulitan yang ingin kau hilangkan adalah sesuatu yang justru menyembuhkan, melindungi, dan menyelamatkanmu, '' ucap Hans


''Jangan biarkan pendapat orang lain tentangmu menjadi pendapatmu atas dirimu sendiri, Kau harus mengikuti hatimu sendiri, jangan ikuti apa kata orang lain, Karna itu tidak akan ada habisnya, '' ucap Hans lagi


Fafa terdiam, benar apa yang Hans katakan. Semua keputusan mu ada di tangannu, jangan ikuti apa akta orang lain, karena itu tidak akan ada habisnya.


''Terima kasih Kak, Karena kakak... Fafa jadi lebih tenang,'' ucap Fafa


''Alhamdulillah, jika hati Fafa sudah lega. Kakak akan selalu ada untuk mu, jadi jam. berapapun adek membutuhkan kakak, kakak akan selalu ada, " ucap Hans. Di sana Hans tersenyum meskipun senyuman itu tidak akan terlihat oleh Fafa.


"Baiklah, kalau begitu... kaka istirahat lah, ini sudah malam, tidak bagus untuk kesehatan kakak, '' ucap Fafa

__ADS_1


''Adek juga belum istirahat, ya sudah... kita sama-sama istirahat, ya'' ucap Hans.


''Siap kak, Assalamu'alaikum, '' ucap Fafa


''Waalaikumsalam,'' jawab Hans yang mana keduanya saling mematikan ponselnya. Hans yang sehari tadi khusuk dengan laptopnya, kini telah menutup nya


Hans bangkit dari sofa tempat ia sedari tadi duduk, melangkah kan kakinya menuju ke jendela untuk menutup turai yang masih terbuka, tanpa sadar.. ia menatap langit, malam tapi terang, sungguh sangat indah, bayangan wajah Fafa kini berada di langit yang ia tatap.


''Izinkan aku memilikimu, aku berjanji akan menjagamu dengan baik, akan mencintai mu dengan sepenuh hatiku, akan aku jadikan kau Satu-satunya ratu dalam hati dalam hidupku, Ya Allah ... izinkan hamba untuk menjadi imamnya suatu saat nanti, '' bathin Hans


...----------------...


''Mana mungkin kita akan menikah beneran, Alina. Pernikahan ini pasti akan membuat Ara semakin jauh darimu, '' ucap Arash


''Tapi mau bagaimana lagi Arash, Nama baik keluargaku yang terancam, Mama sakit, bagaimana jika terjadi sesuatu sama Mama hanya karena masalah ini, Bukan akun yang menginginkan tapi ini demi menutupi kesalahan-kesalahanmu yang lain, Wartawan akan selalu. mencari celah untuk bisa di buat bahan beritaan, '' ucap Alina


''Tidak, Ma. Ara bisa sakit hati nanti jika melihat klarifikasi itu, '' tolak Arash.


''Tidak akan Arash, Fafa tidak akan melihat itu, percaya lah sama Mama, kau lihatlah... banyak wartawan yang sedang knehnggu jawaban dari kamu, " ucap Mamanya Arash


''Sampai kapan Alina akan bersembunyi terus, dia publik figur, nama baiknya terancam hancur karena menolong mu, seharusnya kau bertanggun jawab, jangan jadi laki-laki yang pengecut, '' ucap Mamanya Arash.


Terlihat Arash mengusap wajahnya dengan kasar Ia benar-benar berada dalam keadaan yang sangat rumit.


''Jawaban Fafa apa tadi saat kau kesana,?'' tanya Alina


''Smaa. seperti yang kau katakan, dia tydak ingin rujuk denganku, '' ucap Arash lemah.


''Arash, Mama tahh kau mencintai nya, tapi dengarkan Mama, Cinta bukan berarti jodoh, Kau dan Fafa dari awal sudah tidak jodoh, karena itulah kau menutup mata dan hatimu saat Fafa ada di samping kamu, dan saat ini Alina lah jodohmu, perlakukan ia dengan baik, '' ucap Mamanya Arash.

__ADS_1


...----------------...


''Hah, ternyata Fafa ku kau jadikan babu, Arash... aku gak Terima ya, aku gak Terima kau mengatakan itu pada publik, !'' ucap Mana ya Hans yang melihat hasil klarifikasi yang Arash buat.


''Papa lihat, dia hanya menganggap Fafa kita pembantu, Pa. kurang ajar banget kan dia, disini ajh ingin menjadi kan Fafa ratu anakku dan dia malah mengatakan kalau Fafa hanyalah pembantu nya. aku gak Terima Pa, Aku gak Terima, " ucap Mamanya Hans


''Sabar, Ma. Sabar. Mama jangan emosi itu tidak bagus, Papa juga tidak menyangka jika Arash akan mengatakan hal seperti itu, Papa yang akan memberikan Arash hukuman, agar dia bisa menghargai orang lain, Mama tenag ya, sekarang kita pikirkan Fafa, dia pasti sedih saat ini, dia sudah pasti telah melihat postingan ini.


...----------------...


'Kenapa masih sakit, Meski kenyataan nya aku memang dijadikan babu di sana, Kau tega Mas, kenapa harus menagatakan Babu, kenapa kaj tidak mencari alasan lain, Tapi... biarlah! semoga kalian bahagia setelah ini, ' btahin Fafa seraya mengusap air matanya. Saat ia fokus menatap layar ponsel nya. Nama Hans tertera di layar nya, ya... Hans sedang menghubungi nya saat ini.


''assalamualaikum, '' ucap Hans


''Wa'alaikumussalam, Kak. Emmemem bagaimana kabarnya seharian ini, ?'' tanya Fafa seraya menyembunyikan sakit hatinya.


''Sabarlah, Arash akan menyesal dengan apa yang ia katakan, kau tersenyum Dek, tapi kakak tahu hatimu menangis saat ini, Maafkan kakak, Karena kakak tidak ada di saat adek seperti ini, '' ucap Hans


''Tidak apa-apa kak, Apa yang dinyatakan Mas Arash benar, aku hanya babu disana, heheheh setelah ini aku makan merepotkan kakak terus, besok aku akan pulang ke rumah kakak, cepatlah pulang, '' ucap Fafa


''Secepatnya, Kakak akan pulang, kau mau minta di belikan apa, ?'' tanya Hans


''Boneka yang sangat besar,'' ucap Fafa


''Kenapa bukan kakak saja yang di jadikan boneka kan lebihh bagus, '' goda Hans


''Ye, namanya boneka hidup nantinya kak, '' ucap Fafa seraya tersenyum di balik ponselnya, Kini Fafa membuka Niqabnya, karena saat ini Fafa berada di dalam kamarnya, ia membiarkan wajahnya tertiup anginn malam melalui jendela tempat ia berdiri saat ini.


'Selamat bertemu di rumah, Fafa, Semoga setelah ini kau bisa ku halalkan, . bathin Hans.

__ADS_1


__ADS_2