Di Balik Niqab Istri Pertama Yang Ku Sia-siakan

Di Balik Niqab Istri Pertama Yang Ku Sia-siakan
Bab 17


__ADS_3

Malam ini Fafa tidak bisa tidur dengan nyenyak, Semua ucapan Alina masih terngianh di ingatannya.


Mungkin Fafa, memaklumi jika Arash tidak mengenalinya karena perubahan penampilannya. Tapi... menikahi Alina adalah bukanlah kesalahan yang tidak di sengaja.


''Mungkin kita bukan jodoh, Mas. Kita sudah di persatukan, tapi talak. itu jatuh juga, Mungkin Allah memang tidak menakdirkan kita untuk bersama, " ucap Fafa seraya menatap langit yang sudah sangat gelap.


Jam sydah menunjukkan pukul 3 dini hari, Fafa terbangun dan menunaikan ibadah malamnya. Sedangkan disisi lain, Hans susah sampai di hotel tempat ia akan bertemu dengan kliennya nanti siang. Ia pun merebahkan tubuh nya dan entah ponsel yang ada di sakunya


[ Assalamu'alaikum, Fa. Kakak tahu, kau pasti sudah bangun, Kakak hanya ingin menyampai kan jika Kakak sudah sampai, salahkan untuk Mama, Ya. ]


Beberapa menit menunggu namun pesan itu masih centang dia abu-abu. Benar saja... setelah Fafa menunaikan ibadahnya, Fafa langsung melihat siapa pengirim pesannya, saat itu Fafa ingin menulis Novel nya seraya menunggu waktu shubuh tiba.


[ waalaikumsalam, Alhamdulillah jika kakak sudah sampai, ya... nanti Fafa sampaikan ke Tante, kalau kakak dah sampai. ] balas Fafa


[ Baiklah, Kalah begitu.... kakak istirahat dulu, nanti adzan shubuh kau bangunin kakak, ya. Kakak lelah banget,]


[ Siap, Kak. Istirahat lah, biar tidak mengganggu kesehatan kakak, ] pesan dari Fafa.


'Fa, Aku berharap hubungan kita bisa lebih dari sekedar kakak dan adik, Entah itu hanya harapan atau ini adalah awal, ' bathin Hans


Benar saja....Fafa menulis Novel hingga adzan subuh terdengar.


Fafa menunaikan ibadahnya dengan khusuk, memanjatkan do'a, meminta petunjuk atas apa yang sudah ia alami.


"Ya Allah. Jika aku dan mas Arash adalah jodoh, sayukan kami, tapi jika kami bjkanlah jodoh, Maka aku berharap... kami masih bisa berada di jalanmu, '' pinta Fafa. Hingga matahari muncul meneranhi bumi, barulah Fafa berhenti berdzikir dan berdoa, Ia mulai melakukan aktivitasnya. Namun.... saat berada di dapur, ada suara karang yang bertamu.


''Assalamu'alaikum, ''


''Siapa pagi-pagj begini bertamu, " gerutu Bibinya Fafa seraya meneglap tangannya yang basah.

__ADS_1


"Bibi kedepan dulu, Kau teruskan menggoreng nya, " pesan Bibi nya seraya berlalu dari dapur


Karena mereka dapat kabar, Jika Papanya Hans akan datang hari ini.


''Tante, Kak Hans susah sampai tadi sekitar jam. 3, dia menyuruh Fafa untuk menyampaikan ke tante, " ucap Fafa


''Dasarnya anak itu, kamu yang selalu menjadi yang utama, Tante sampai itu sama. kamu, Fa, " gerutu Mamanya Hans, Fafa hanya tersenyum mendengar ucapan Mamanya Hans.


...----------------...


''Waalaikumsalam, " jawab bibinya Fafa seraya membukakan pintu, Matanya melotot saat melihat siapa yang datang.


''Kau! untuk apa lagi kau datang, hah! belum. puaskah kau menyakiti keponakan ku, sskarag pergi, tidak ada kata rujuk lagi untukmu, dasarnya laki-laki b4ajing*an, !" umpat bibinya Fafa


"Bi, aku tahu.... Bibi sangat marah padaku, tapi aku mohon izinkan aku bicara dengan Fafa, sekali saja, Bi. Allah tidak suka akan perceraian , Kau mohon izinkan aku bicara dengan Fafa dan do'akan kami agar kami bisa rujuk kembali, " mohon orang itu yang tidak lain lagi adalah Arash.


"Arash, apalagi yang ingin kau katakan, hah! Allah memang tidak suka akan perceraian, tapi lebih baik bercerai dari pada harus hidup bersama dengan laki-laki seperti dirimu, " ucap Bibinya dengan emosi.


Jantjngnya berdetak dengan begitu cepat, sakit hatinya seolah terbayang kembali, Semua yang di katakan Alina seolah terngiang-ngiang di telinga nya, bahkan postingan dan cacian tentang Alina terlihat nyata.


"Biarkan kami bicara, Bi. Fafa tidak akan mengecewakan Bibi, " ucap Fafa pada Bibinya. Arash selalu menatap wajah yang tertutup Niqab, suara lembut nya, parasnya terbayang saat niqab itu terjatuh.


"Tapi Fa, dia jahat! " ucap sang Bibi


"Tidak, Bi. Mas Arash tidak jahat, mmmm... Tante mmminta diajarin untuk buat sambal teri, bibi udah di tunggu tuh, " ucap Fafa


"Dengarkan aku baik-baik, Tidak ada teh, tidak ada kopi untuk tamu seperti kamu, kau dengar itu, !" ucap bibinya Fafa seraya menunjuk wajah Arash dengan jaringan telunjuknya, Arash hanya diam, bisa di lihat jelas kebencian diwajah bibihya Fafa terhadap nya. Pasti.... bibi mana yang tydak anatb ketika mendengar keponakan yang sudah dianggap seperti anaknya sendiri di. perlakukan buruk oleh suaminya.


Setelah kepergian Bibinya, Fafa menyuruh Arash untuk duduk.

__ADS_1


"Bisakah kita bicara sambil melihat suasana,?" ucap Arash yang mampu menghentikan langkah Fafa.


"Kita butuh bicara, Ara, " ucao Arash lagi


"Baiklah, Mari.... " ucap Fafa seraya berjalan keluar rumah, harun tubuh Fafa terciun jelas di penciuman Arash.


"Maaf akan aku, " ucap Arash


"Aku sudah memafkanmu, Mas, " jawab Fafa


"Lalu... apa kita bisa rujuk? Mas sabgag mencitai mu, Ara, " ucap Arash


"Tapi akan ada hati yang tersakiti, jika kita bersama, kita sudah berakhir mas, aku sudah tak mau rujuk, " ucak Fafa seraya menghentikan langkah nya


"Tapi Kenapa, Mas yakin, kau masih mencintai mas, meski mas sudah sangat menyakiti mu, Siapa yang akan tersakiti, tidak ada Fa, Aku dan Kaina bukanlah suami istri, kamu hanya bersandiwara, " ucap Arash sesuai yang di katakan Alina kemaren.


"Aku tahu kau akan mengatakan seperti itu, lalu bagaimana dengan nama baik mbak Alina, jika kalian hanya bersandiwara, tidak mungkin akan ada gosip seperti yang diberitakan, Mbak Alina adalah model terkenal, nama baiknya di pertaruhkan, dan mas hanya bilang kalau kalian bersandiwara, apa mbk Alina akan berkorban seperti itu jika hanya bersandiwara, ?" tanya Fafa


"Kami bisa jelaskan itu di media nanti, Ara. Kami benar-benar tidak menikah, " ucao Arash.


"Tidak menikah, tapi tinggal satu kamar, bergandengan tangan dan bermesraan, apakah itu juga sandiwara, Mas?" tanya Fafa seraya menatap Arash.


Terlihat mata Fafa yang begitu indah menatap nya dengan tajam.


"Mari kita hidup seperti sebelum kita bertemu, Mas. Anggap kita tidak saling kenal, Bukankah itu yang mas lakukan selama ini, Hanya karena Mas melihat wajah ini, Mas berubah sikap," ucap Fafa


"Jika Mas dan Mbak Alina tidak menikah, maka nikahi dia, kalian sudah tinggal satu atap bahkan satu kamar, tapi jika kalian benar-benat sudah menikah, Cintai dia, sayangi dia, Karena mbak Alina begitu perduli denganmu, Mas. Kita tidak akan pernah menemukan sosok yang begitu mencintai kita lagi, " ucap Fafa seraya menatap suasan persawahan di pagi hari.


Di kampung ini, Aku menanti mu dan di tempat ini pula aku ingin melupakan mu, Mungkin kita tidak jodoh, Mas. Kadang saling mencintai belum tentu jodoh," ucap Fafa

__ADS_1


"Bertahun-tahun aku menunggumu, tapi kenapa saat kita di satukan, aku malah menyakitimu, Aku benar-benar minta maaf akan hal itu, tapi untuk menikah dengan Alina, itu tidak mungkin, Ra. Karena aku tidak mencintai nya, aku hanya mencintai mu, " ucap Arash


"Kadang cinta datang setelah pernikahan, Mas. Buktinya mas nyaman kan bersentuhan dengan mbak Alina selama ini, " ucapan Fafa seolah tamparan untuk Arash. Arash ingat saat berciuaman di hadapan Fafa. Sungguh Arash sangat malu akan hal itu. Mengaku belum menikah tapi sudah bermesraan di hadapan Fafa.


__ADS_2