
semua manusia di ciptakan dengan jalan hidup dan ketentuan yang berbeda-beda
manusia memiliki takdir yang harus mereka jalani mudah atau sesulit apapun itu
bila kaki masih berpijak di bumi,napas masih beradu dengan udara,jantung masih setia derdetak, mata masih betah memandang,telinga masih setia mendengar
maka di saat semuanya masih berfungsi tak akan ada manusia yang selamat dari hinaan, cacing, penilaian orang-orang.
"den sarapan dulu". bi Mina
"saya sarapan di kantin sekolah aja bi"
bi Mina yang melihat anak majikannya yang lari keluar dari rumah dengan pakaian yang acak-acakan,
"kebiasaan den-den pasti telat bangun lagi"
setelah kepergian Dito bi Mina melanjutkan kerjanya membereskan rumah yang sangat besar,tapi sayang rumah besar hanya di huni tiga orang aja, Dito bi Mina, sama mang ujang
hanya mereka bertiga yang setia menunggumu rumah itu, jangan tanyakan lagi orang tua Dito sangan jarang pulang,maklum saja orang sibuk
sibuk dengan urusan mereka masing-masing
" kebiasaan telat mulu".
" sorry bro ".
"Dito itu minum punya gue,"
Tampa menghiraukan ucapan Aldo, Dito menghabiskan minumannya
"gue haus bro lari dari gerbang tadi"
" itu urusan Lo bukan urusan gue,siapa suruh telat"
mereka tak hentinya berdebat cuma gara-gara hal yang kecil
__ADS_1
"stop... kalian apa-apaan sih,ayo kita masuk kelas kalian ingin di nasehati bapak komi"
mereka bertiga meninggalkan kantin
saat ini mereka sudah duduk manis di kursinya masing-masing.
" pagi anak-anak"
"pagi juga bapak"
"sebelum memulai pelajaran hari ini,bapak akan mengenalkan teman baru kalian dia pindah dari SMA 71"
"marilah nak masuk perkenalkan diri kamu".
semua mata tertuju pada gadis cantik yang baru bergabung di SMA mereka,beda hal dengan Dito yang memilih acuh
" pagi semua..."
"pagi"
"perkenalkan namaku Dinda asifa aku pindahan SMA 71".
"dasar mata keranjang, dinda kamu jangan dekat-dekat dengan laki-laki yang anda di kelas ini mereka semua buaya dinda".
"woyyyy ingat umur pak, bapak kan seniornya".
"sudah-sudah Dinda kamu bisa duduk di kursi yang kosong itu".
Dinda duduk di depan Dito hanya itu kursi yang kosong.
"kalian buka halaman 51 kerjakan sekarang sebelum bel berbunyi kalian sudah harus selesai".
"iya pak".
"maaf pak saya tidak punya bukunya"
__ADS_1
" Dito kamu pinjamkan Dinda bukumu,sekalian jelaskan dia pasti belum paham".
Tampa menunggu lama dito memajukan kursinya sejajar dengan posisi kursi Dinda
Dito menjelaskan perajaran yang belum dipahami Dinda
"waktunya sudah habis kumpulkan semua tugasnya".
setelah semua tugas di kumpulkan mereka keluar dari kelas
"ayo bro kekantin".
"duluan aja nanti gue nyusul".
"okeeee".
Dito merapikan bangkunya ketempat semula
belum sempat Dito keluar dari kelas ada suara yang menghentikan langkahnya
"terimakasih ka".
Dito memutar tubuhnya menghadap sumber suara
" Dito
Dinda bingung dengan jawaban Dito
" panggil saya Dito, jangan Kaka, kita seumuran, bila tidak ada lagi yang ingin kamu katakan saya permisi".
" aku cuma ingin berterimakasih".
"tidak perlu berterimakasih itu sudah menjadi kewajiban saya membantu semua teman yang perlu bantuan".
Dito melangkahkan kakinya ke kantin sekolah di mana teman-temannya susah menunggunya sedari tadi.
__ADS_1