
cukup untuk pelajaran kita hari ini,kalian buleh pulang jangan lupa pr nya di kerajaan di rumah
semua murit bergegas ingin pulang suatu keberuntungan bagi mereka pulang cepat hari ini.
"dit kita nongkrong di tempat biasa,kan udah lama kita gak nongkrong"
"iya bro,gue setuju dengan Andre"
" iya dit ayo lah"Andre menangkupkan kedua tangannya memohon
" iya-iya,bawel lu berdua".
"bila kita gak bawel kaya gini gak bakal lu mau,iya ga do"
"iya betul tuh".
mereka bertiga keluar dari kelas menuju parkiran,
"Din lu pulang naik apa".
"di jemput aku"
"ya udah kita pulang dulua ya, bay Din".
"bayy hati-hati ya" teriak Dinda
"iyaa"
" lu anak baru ya,ko gue baru lihat".
setelah kepergian teman-temannya Dinda di samperin gio enddegeng
"iya ka"
" bila ngomong itu tetap orangnya".
"maaf ka"
"kenapa ga pulang".
" lagi nunggu jemputan ka".
"mau gue antar aja ayu".
__ADS_1
"engga engga ka takut ngerepotin nih bentar lagi datang ko jemputannya,makasih ka tawarannya".
"benar nih gak mau".
" iya ka gak perlu".
"ya udah gue duluan, Bey,,eh eh tunggu-tunggu gue hampir lupa,nama lu siapa".
"Dinda ka".
"Dinda ohhh cantik,sampai ketemu lagi Dinda".
gio meninggalkan Dinda di parkiran,kini hanya tinggal beberapa orang yang ada di parkiran itu,kerna mereka sudah pada pulang ke rumah masing-masing
dari kejauhan ada Dito Andre dan Aldo yang sejak tadi memperhatikan gerak gerik gio dengan anak baru yang baru masuk hari ini
"woy bahaya itu cewek,dia belum tahu aja biang rusuh itu buaya,dan..... ngeri gue bilang lu tau kan".
"apa si do itu kan hak di mau di apai ke itukan cewek-cewek dia".
"iya gue tau Dre tapi kan kesian bila tubuh anak baru kehilangan segelnya nanti gara-gara gio,itu cewek kan cantik sayang lah lebih baik sama guee....,au hiis sakit Dre lu kenapa jitakin kepala gue sih,kencang lagi dimana kalu gue gagar otak".memijat-mijat kepala ya yang masih sakit
"lebai tau ga gitu juga kali,lagian otak lu mesum"
"lu pasti jua mau kan,alah gak usah Mina lu Dre siapa yang gak mesum bila cewek nya kaya Dinda cantik montok lagi sexsi"
" ada-ada aja lu janji lu harus nyusul awas sampe engga gue bakal barang besar nanti"
" iya-iya udah sana duluan".
setelah kepergian Aldo dan Andre,Dito naik ke motor nya dia ingin meninggalkan tempat itu,tapi dia mengurungkan niatnya,sejak tadi pandangannya tidak lepas dari sosok cewek yang sejak tadi duduk di halte sekolah
Dito memberanikan diri untuk nyamperin itu cewek siapa lagi kalu bukan Dinda
"mang di mana dari Tandi Dinda nungguin memang nih".
" maaf non nih Namang kejebak macet non dari tadi hanya udah tiga jam nih mamang juga bingung nih non".
"ya udah Dinda naik ojek aja kali gitu ya mang,mamangkan masih lama".
"maafin mamang ya non".
"ga papa ko mang santay aja yaudah Dinda Matian ya telpon nya".
__ADS_1
" iya non".
dit dut Dur......
"kenapa".
"eh ka".
"Dito ga pakai ka,kenapa nungguin siap dari tadi saya lihat kamu gak pulang-pulang".
"nungguin jemputan ka... eh Dito tapi jemputannya gak biasa datang".
"kenapa "
"macet".
"ohhh naikkan".Dinda bingung apa maksud dari ucapan Dito
"naik biar saya antar pulang"
"ga..k gak usah dit biar saya pulang sendiri aja".
" yakin di sini susah lu cari tumpangan, naik aja saya gak bakal apa-apaan kamu,saya cuma mau ngantar kamu pulang,
naik cepat".
gak ada pilihan lain Dinda pun akhirnya mengiyakan tawaran Dito,kebetulan atau apa u tung Dito membawa dua helem
"paket helm ya dulu"
Dito memasangkan helem itu untuk Dinda Dinda cuma pasrah kerna dia gak tau gimana cara menggunakan helem nya
Dinda menaiki moge ya Dito awalnya Dinda bingung harus pegangan di mana motor Dito terlalu tinggi tempat duduknya mana untuk pegangannya aja susah
"pegangan nanti kamu jatuh".
"pegang di mana dit aku gak tau susah pegang di mana".
Dito menarik tangan Dindadia mengarahkan untuk tangannya Dinda berpegangan di pinggangnya
awalnya Dinda nolak tapi gak ada cara lain lagi dari pada jatuh Dinda mengikuti apa yang di lakukan Dito
sesuai arahan Dinda mereka sampai di rumahnya Dinda,
__ADS_1
tegang ya itulah yang di rasakan keduanya sejak di perjalanan tadi.
"