
sudah hampir tiga bulan Dinda beradaptasi di sekolah barunya begitu banyak hal yang Dinda lewati bahkan Dinda jadi rebutan para siswa laki-laki siapa yang tidak tertarik dengannya paras cantik baik hati
banyak orang di sekolah yang menginginkan Dinda jadi kekasihnya tidak heran ada yang benci kerna iri dengannya tapi tidak satu pun yang mampu untuk memikat hati dinda
semakin lama dinda di sekolah dia semakin bingung dengan sikap seseorang yang dingin bila di depan perempuan dia tidak melihat ada kebaikan atau rasa kesian untuk perempuan yang selalu mengaguminya selalu ada satu pertanyaan yang ada di fikiran Dinda saat ini "kenapa" kata itu lah yang selalu memenuhi isi kepalanya
laki-laki cuek angkuh arogan dingin siapa lagi kalau bukan Dito dengan semua sikafnya itu tetap saja banyak perempuan yang masih tergila-gila walaupun mereka di tolak mentah-mentah
hanya dito yang tidak pernah memandangnya lebih dari tiga detik bahkan gio yang terkenal jadi salah satu rebutan para perempuan pun tergila-gila padanya
"woy anak baru lu gak usah sok cantik gue gak Suka lu jadi rebutan di sekolah ini"
kata salah satu siswi yang tidak terima ada yang lebih cantik darinya
"maaf ka aku tidak bermaksud, aku juga tidak ingin jadi rebutan mereka yang selalu mengdekati"jawab dinda mencoba membela diri dari tuduhan yang sama sekali tidak di lakukan
__ADS_1
"gak usah sok bilang saja lu suka kan di rebutan sok-sok ngeles lagi dasar muna lu"dengan experesi yang menandakan ketidak sukanya
dinda meninggalkan tempat itu dia tidak ingin meneruskan pembicaraan yang tidak akan abis-abis nya walaupun bicara dengan baik
"mau kemana lu Din gue belum selesai bicara nya woy tunggu"
dinda tetep tidak menghiraukan hingga membuat perempuan itu kesal
.
.
.
"anak-anak hari ini kami para guru akan mengadakan rapat penting jadi untuk hari ini kalian boleh pulang lebih awal dari jam biasanya"surakan kebahagiaan terdengar begitu riuh di kelas hal yang sela menjadi kebahagiaan bagi para murid bila mendapat kabar pulang cepat
__ADS_1
guru yang sedari tadi masih ada di kelas geleng-geleng kepala melihat tingkah muritnya yang bahagia bila di suruh pulang cepat
"Din pulang ikut aku aja ya".gio yang selalu melakukan berbagai cara untuk mendapatkan hati dinda
"maaf ka kayanya gak bisa aku bawa motor sendiri".selalu ada jawaban yang bisa menolak ajakan gio sebenarnya dinda tidak pernah ingin dekat atau pun tau tentang gio dia sudah tau seperti apa gio sebenarnya kerna temanya selalu menyatakan jangan pernah termakan rayuan gio si buaya
"maaf sekali lagi
aku duluan ka"
Dinda meninggalkan gio yang dari tadi menunggunya hanya untuk mengajak pulang bareng
Dinda menjalankan motornya dengan kecepatan sedang belom juga dia sampai di rumahnya tiba-tiba motornya mati
"kenapa ini motor ayo lah motor nyala rumahku masih jauh".dinda bingung dia tidak begitu paham tentang mesin motor yang rusak
__ADS_1
cukup lama dinda mencari bantuan dia tidak mendapatkannya kerna jalan yang dia lewati cukup sepi
dinda bingung bagai mana caranya dia pulang hari sudah semakin sore dia belum mendapatkan solosi bagai mana dia biasa pulang tepat waktu.