Di Bawah Senja

Di Bawah Senja
seperti biasa


__ADS_3

"mau mampir dulu gak dit".


"tidak usah,kebetulan saya sedang ada janji dengan teman-teman,


ya udah saya duluan".


"terimakasih atas tumpangannya ka".


"sama-sama"


****


"lama banget".


"sorry bro, macet tadi di jalan".


maaf dari gue bohong,ya ga bakal lah gue bilang habis ngantar dinda ya gensi lah gue


"alasan aja lu dit, kita tadi gak macet iyakan do"


"iya ngaku aja kali dit kita berdua dari tadi nungguin lu sampe dosan tau gak".


"sorry lah kan gue nepatin janji ke lu pada bakal ke sini,yaudah gimana kalu kita maen basket aja,siapa yang kalah teraktir yang menang gimana"

__ADS_1


"siapa takut ayo, gue berdua sama Andre lu sendiri ya".


"oke Dil ya"


"Dil"


Aldo memenangkan pertandinganya, Al hasil Andre dan Aldo harus teraktir Dito


ini lah hari-hari dito untuk menghilangkan kesedihannya kekecewaan dengan dergaul dengan teman-temannya sedikit kesedihannya dapat terobati walau pun itu hanya sebentar tapi setidaknya itu dapat mengurangi sedikit


kadang ada saat di mana Dito merasa hidupnya tidaklah berarti dia memiliki segalanya tapi kasih sayang tidak dengan itu, saat orang tuanya berpisah Dito tidak lagi merasakan kasih sayang kini dia hanya tinggal dengan ayahnya


penghianatan sang ibu membuat dia tidak percaya dengan hubungan


awalnya dia tidak mau mengikutinya kerna dia tidak PD dengan kemampuannya,atas dukungan teman-temannya dia pun mengikutinya Tampa di duga Dito memenangkan perlombaan itu dia membawa pulang piala dia tidak sabar lagi untuk memberitahukan kabar gembira kepada orang tuanya


saat Dito sampai di dalam rumah dia tidak mendapati ibunya bibi juga gak ada akhirnya dia mencari ibunya di kamar sampainya di depan kamar dia mendengar suara-suara aneh ada teriakan erangan desahan tapi dia tidak mengetahui apa yang terjadi


Dito mencoba membuka pintu yang tidak di kunci itu alangkah kagetnya dia saat melihat ibunya dengan seorang laki-laki yang dia yakini bukan ayahnya


dia melihat ibunya tidak menggunakan pakaian sehelai pun begitu pula dengan laki-laki itu dia kira ibunya sedang di siksaan tapi kenapa ibunya hanya diam saja ibunya juga menikmatinya Dito tidak berani membuka pintu itu dia hanya berdiri mematung dengan badan yang gemetar


"emmm enak sayang lebih kencang emmm isstt ohh".desahan sang ibu

__ADS_1


"oke sayang emm nikmat aku ingin keluar""..kata sang laki-laki


itu sangat jelas di telinga Dito sayang ibunya mengatakan sayang pada laki-laki yang bukan ayah nya di usia yang saat itu bukan hal yang imbigu bagi Dito dia tau apa yang sedang di lakukan ibunya dan dia juga paham betul dia yang dengan ibunya saat itu ingin rasanya Dito menghentikan aktivitas kedua kekasih terlarang itu tapi apakah daya dia tidak sanggup untuk berkata lidahnya seperti kaku


banyak hal yang Dito ketahui tentang busuk nya sang ibu yang dia sayangi


"kamu Taukan aku cuma cinta sama kamu dari dulu,aku tidak pernah memiliki rasa apapun untuk suami ku,aku hanya mengincar Hartanta,".perbincangan sang ibu dengan kekasih yang sudah melakukan hal terlarang itu


"bila kami tidak mencintainya kenapa kamu mau memberi tubuhmu ini dan membuat anak, sayang tubuhmu hanya punyaku aku tidak suka kamu dekat dengan suami kaya mu itu".


"tenang sayang aku memberi tubuh ini juga untuk kamu,aku memberinya keturunan dan agar bila suatu saat nanti dia tau hubunganku dengan mu aku tinggal memanfaatkan anak itu,untuk memenuhi kebutuhanku dan kamu,kita bisa hidup bahagia".


"kamu memang pintar sayang,aku pulang dulu nanti pembantu dan anakmu pulang".


"iya kamu hati-hati".


saat mendengar obrolan itu Dito kecewa dengan sang ibu ada ibu sejahat itu kecewa pasti itulah yang dia rasa saat ini,saat mendengar gagang pintu terbuka Dito tergesa-gesa pergi ke kamarnya


****


"ditt lu kenapa bengong mulu ayo kita makan,lu tenang aja nanti kita teraktir sesuai kesepakatan tadi".


mereka bertiga pun mampir ke warung Bu ay tempat biasa mereka nongkrong

__ADS_1


__ADS_2