Di Bawah Senja

Di Bawah Senja
masih diam


__ADS_3

hari perkonomian orang tua murit kini di ada kan banyak yang datang ke sekolah membawa orang tuanya


jujur sakit memang saat ini di rasakan dito melihat teman-temannya bisa bersama dengan orang tua mereka, kerna penghianatan bukan hanya merusak satu hati tapi banyak hati,hati yang berharap selalu bahagia tenang damai kini malah menjadi korban dari rasa penghianatan itu sendiri


di saat hubungan sudah di jenjang yang serius harusnya semua keputusan harus di fikirkan secara matang bukan hanya satu orang yang akan kena dampak nya melainkan seorang anak juga akan kena imbasnya bahkan troma berkempanjangan akan di rasakan ketidak percayaan dengan orang lain cuma kerna penghiyanatan itu


kini Dito berjalan dengan sendirinya menuju aula tempat di mana di adakan halal rapat antar orang tua bahkan muritnya pun ikut bagi kelas 12


kini mata Dito tertuju pada meja di depan dia dimana di sana sedang ada Dinda dan gio bahkan disitu juga ada orang tua mereka masing-masing


saat ingin hati Dito seperti disayat lukanya semakin dalam apa lagi melihat kemesraan pacarnya dekat dengan cowok lain di d pan matanya sendiri, disatu sisi sakit di sisi lain dia harus bisa mengerti bahwa Dinda melakukan itu kerna ada orang tuanya Dinda dan gio


" selamat pagi ibu dan bapak selaku orang tua murid, kami mengadakan pertemuan ini kerna ingin berdiskusi tentang pemilik SMK elite ini tapi sayang beliau tidak bisa datang kerna.ada keperluan yang harus beliau urus bukan hanya itu anak ibu dan bapak sebentar lagi akan mengadakan ujian penentuan kelulusan tinggal 3 bulan lagi".


cukup lama rapat itu berlangsung akhirnya selesai juga


"om ini dia om pacarnya Dinda yang aku katakan ke kemaren si anak babu".adu gio pada orang tua Dinda


"Dinda kamu masih pacaran sama dia kan papa sudah bilang putusin dia papa tidak setuju sama dia papa sudah mejodohkan kamu sama nak gio"


"papa Dinda gak suka sama gio Dinda cintanya Sam Dito pacar Dinda pa".

__ADS_1


Dinda


"papa gak mau tau putusin dia ".


"tapi pah".


"Dinda ".teriak papa Dinda,


" om saya sayang sama Dinda saya akan membahagiakan Dinda saya akan berusaha om"


" alah anak babu ingin membahagiakan anak saya jalan mimpi saat ini mau apa pun butuh uang bukan cinta "


"om saat ini saya tak punya apa-apa tapi saya janji akan berusaha".


ayah Dinda pergi bersama Dinda dan juga gio meninggalkan Dinda


***


di sepanjang jalan menuju rumah Dito selalu kepikiran dengan apa yang dikatakan ayah Dinda


...Tuhan rasa ku tak pernah diam...

__ADS_1


...perjuanganku tak akan padam...


...pada dia yang selalu ku genggam...


...takdirmu selalu menguji hati Terdalam...


...aku bingung tuhan...


...akan kah aku akan bertahan...


...dalam rasa yang menekan...


...cintaku pun diam tak bergeming...


...dengan sejuta tuduhan...


...orang yang ku sayang belum tentu bisa bertahan...


sesepanjang jalan hanya ada tangisan dan teriakan meluapkan hasrat yang tak sanggup dan tak akan mungkin ku tahanan


Tuhan bila dia memang orang yang akan menemaniku aku mohon mudahkan tapi bila tidak jauhkan

__ADS_1


kau yang maha tau hati setiap insan dalam diam saat orang lain jadi penilai dan penonton hanya engkau tuhan tempat ku bercetita


__ADS_2