
akhirnya Dito membawa Dinda pergi dari tempat itu,tempat yang sangat membuat Dinda ketakutan bayang pelecehan itu masih terngiang-ngiang jelas di dalam fikiran Dinda.
"apa yang kamu fikirkan semuanya sudah baik-baik saja tidak perlu cemas anggap saja semua adalah kesalahan waktu yang mengharuskan kamu berada di tempat itu anggap saja itu suatu pendewasaan dan langkah hati-hati yang harus kamu pahami agar tidak terulang lagi".
Dito mencoba menenangkan Dinda yang sedari tadi selalu merasa ketakutan akan hal yang mungkin menghancurkan hidupnya nanti
"hey ada saya di sini mereka tidak akan mungkin bisa berani datang ke sini lagi selagi ada saya di sisimu, kamu tenang saja"
Dinda menggenggam erat tangan Dito iya mencoba menenangkan hati dan fikirannya
"aku takut".dua kata yang mampu dia ucapkan berhasil membuat Dito bergetar
bergetar dalam kata ada perasaan yang tak bisa di ungkapkan tapi bisa di rasakan mungkin hanya dia yang tahu perasaan apa itu
"Dinda saya sangat benci dengan perempuan saya tidak pernah dekat dengan perempuan mana pun terkecuali bibi saya, dan saya pun baru mengenal mu,dan saya tak tau apa yang saya rasakan saat ini sehingga saya bisa sekuatir seperti ini.
tapi Dinda saya berjanji sama kamu selagi saya masih bisa bernapas masih bisa tegak berdiri saya tidak akan membiarkan siapapun yang berani melukai kamu saya akan selalu ada untuk mu sampai kau sendiri yang berkata stop,maka di saat itu saya berhenti".
Dito menggenggam tangan dinda mencoba menenangkannya dengan cara nya sendiri
Hinga Tampa di duga Dinda meluk Dito awalnya Dito hanya diam terkejut dengan sikaf Dinda yang Tampa basa basi tiba-tiba memeluknya dan akhirnya Dito membalas pelukannya
... ...
tak tau apa yang saya fikirkan saat ini saya hanya tau menjagamu adalah kewajiban ku saat ini
Tuhan rasa apa ini kenapa perempuan yang baru saja saya kenal mampu mematahkan perinsif saya tentang perempuan
__ADS_1
"kamu serius dengan ucapan mu dit".
"saya serius Dinda".Dito melepaskan pelukannya " jangan menangis lagi ayo kita pulang".
Tampa menjawab Dinda hanya menganggukkan kepalanya
Dito memakaikan helem untuk Dinda
Dinda hanya diam menerima perlakuan Dito untuknya
"pegangan Dinda nanti kamu jatuh".
Tampa membantah Dinda melingkarkan tangannya ke pinggang Dito
senyuman terukir di bibir Dito
...***Tuhan rasa yang tidak pernah saya dapat kan dulu kenapa bisa saya dapatkan pada perempuan yang baru saja saya kenal getaran apa ini Tuhan "Nyaman" hanya satu kata itu yang dapat menggambarkan perasaan saya saat ini...
seandainya waktu bisa bersahabat
akan saya pastikan dia menghentikan
sejenak agar saya bisa lebih paham
rasa apa yang saat ini hadir di hati saya
rasa ini sungguh menggetarkan membimbangkan***
__ADS_1
lama Dito bergulat dengan hatinya Tampa dia sadari saat dia sudah berada di depan rumah Dinda
"turun sudah sampe"dengan suara yang sangat lembut
tapi itu tidak membuat Dinda melepaskan pelukannya di belakang Dito dia seakan enggan untuk turun dia seperti mendapatkan tempat ternyaman
"Dinda ayo turun kesian sama orang tua mu pasti menunggu di dalam,mereka pasti sangat mengkhawatirkan mu ayo turun".
akhirnya Dinda mau mendengarkan perkataan Dito
" masuk ganti baju mu terus makan biar kamu tidak sakit".
"kamu tidak mampir dulu"
"nanti saja lain waktu ya saya pasti akan mampir Tampa kamu suruh pun nanti, saya pulang dulu Bey".
setelah kepergian Dito Dinda masuk ke dalam rumah ternyata apa yang di katakan Dito tadi benar di dalam rumah orang tua Dinda dan adik perempuannya sudah menunggu kedatangan Dinda mereka kelihatan sangat khawatir
" kenapa baru datang sayang mama sangat khawatir dengan mu tidak biasa kamu pulang selarut ini,apa lagi harinya hujan di luar mama takut ada apa-apa dengan mu di luar sana".
"mah biarkan Dinda ganti baju dulu coba mama liat bajunya basah nanti dia sakit lebih baik mama bantu anak kita ganti baju dulu"
"iya ayo ka ke kamar dulu ganti baju Kaka nanti masuk angin".
sesudah Dinda mengganti bajunya Dinda turun untuk makan terlebih dahulu baru menjelaskan apa yang dia alami tadi di jalan
Dinda menjelaskan semua yang dia alami tadi Tampa terlewatkan terkecuali Dito yang berjanji akan selalu ada untuk menjaganya.
__ADS_1