
"males gue Dre ikut upacara panas"Aldo
"terserah bila lo mau di jemur pak Harto silahkan".
"ayo dit kita masuk barisan". Andre "eeh ngapain katanya tadi males ikut upacara" Andre yang menghentikan pergerakan Aldo yang mau mengikuti Andre dan Dito
"gue gak mau lah di hukum sendiri gue ikut kalian pada aja"
***
upacara telah selesai kini mereka sudah masuk kelas masing-masing untuk mendapatkan pengetahuan lebih luas
"bapak harap kalian tau minggu depan akan ada acara penemuan guru dengan orang tua murid, bapak haram orang tua kalian dapat hadir untuk Minggu depan bapak akan membagikan undangan untuk kalian".
"baik pak". jawab murit semua
sudah menjadi kebiasaan setiap dua bulan sekali akan dia adakan pertemuan orang tua murid dengan guru membahas tentang kelakuan anak mereka dan membahas donasi terbesar yang dilakukan salah satu orang tua murid,tapi setiap kali pertemuan kepala yayasan atau yang mendonasikan untuk pembangunan sekolah yang terbilang elit ini tidak pernah hadir selalu asistennya yang menghadiri acara pertemuan itu.
***
bel berbunyi tandanya istirahat setelah guru sudah keluar murit pun berhamburan keluar ada yang kekantin, ke perpustakaan dan ada juga yang ke taman, didalam kelas sudah tidak ada orang hanya tersisa Dito sekawan dan Dinda dengan temanya
" dit kantin ayo"
"gak dre gue males nanti ketemu gio sama adiknya yang itu males gua"
"ayo Dre kita dua aja, biar aja Dito di sini emm Lo mau pesan apa nanti kita orang Belikan".
__ADS_1
" gausah deh gue sudah makan juga tadi sebelum ke sini"
"yaudah kita tinggal".
"ye" singkat dan padat
"Din sudah selesai belom tugasnya gue lapar nih".
" Lo duluan aja ke kantin tanggung nih nanti pak terakhirkan tugasnya harus di Kompol".
"yaudah deh gue ke kantin dulu ya"
" iya".
suasana jadi hening seketika setelah kepagian teman-temannya kini hanya Dito dan Dinda yang ada di kelas itu sekarang
sudah 15 detik tidak ada tanda-tanda mereka akan berbicara
"di...t jaket kamu nanti aku kasihnya ya lagi di cuci".walau dengan suara yang gemetar Dinda mencoba memulai pembicaraan itu
"emm ya.a gak apa-apa ku santay aja".
"kenapa gak kekantin".dinda
"gak tau malas aja bila tiap kali ke kantin". dito
"ini untuk kamu".
__ADS_1
Dinda menyerahkan bekal ke meja Dito
"gak perlu kamu nanti makan apa".
" aku bawa dua ini sengaja aku bawa untuk kamu sebagai tanda terima kasih aku waktu itu".
Dito memakan bekal yang di kasih Dinda Tampa waktu lama dengan lahap Dito menghabiskan bekalnya cuma nasi goreng dan telor ceplok tapi rasanya enak
"makasih bekalnya makanannya enak saya suka".
"makasih kamu suka bagai mana lain kali aku bawakan lagi".
"jangan takut ngerepotin nanti gak enak".
"gak apa-apa aku malah senang anggap aja tanda terima kasih ku kerna kau pernah menolong ku waktu itu".
hari terus berlari seperti apa yang dikatakan Dinda dia membawakan bekal untuk dito
tidak sekali dua kali hampir tiap hari Dinda membawakan bekal
Tampa mereka sadari ada rasa yang mulai tumbuh di hati mereka saat ini rasa yang selalu bergetar Dila dekat hampa rindu ketika jauh
kini hubungan mereka mulai intens mereka sering jalan bahkan Dila datang mau pun pulang sekolah Dinda selalu di antar dito
ada yang di tidak suka dengan ked katanya mereka siapa lagi kalu bukan Sasa dan gio walau pun baru kenal tapi gio merasa memiliki Dinda adlah tujuannya saat ini apa yang tidak orang miliki ada pada Dinda rasa getaran Dila di dekat Dinda hati gio merasa tenang
dengan kedekatan Dito dan Dinda membuat gio tambah benci bahkan seribu cara telah dia lakukan untuk memisahkan mereka tetap saja gagal
__ADS_1