Dia (Mantan) Istriku

Dia (Mantan) Istriku
Perantara


__ADS_3

Jake hanya bisa termenung sambil menatap sebuah map yang berisi sebuah sertifikat toko bunga milik Isabelle.


Ia bingung sendiri kenapa Isabelle mengundurkan diri secara mendadak dan memberikan toko bunga miliknya dengan suka rela. Padahal sebelumnya wanita itu ingin mempertahankan toko tersebut.


Apakah itu ada hubungannya ketika mereka berada di Luis Conty? Jake masih ingat ketika terakhir kali mereka saling berpelukan.


Isabelle melepaskan pelukan dan segera meninggalkan Jake yang hanya mematung melihat kepergiannya.


Setelah itu ponsel pintar milik Jake berbunyi dan ternyata dari Silvia sang tunangan, dan anehnya kenapa Jake bisa melupakan wanita itu walau hanya sesaat.


Di perjalanan pulang sikap Isabelle juga berubah, ia diam dan hanya bicara seperlunya, seperti umumnya bawahan dan atasan percakapan mereka hanya seputar pekerjaan.


"Selamat, Tuan! Akhirnya Nyonya Aryngwin menyerahkan tokonya, dan anda bisa dengan segera melaksanakan proyek pembangunan gedung baru Xander Group," ucap Chen yang baru kembali sekitar dua hari yang lalu.


Jake hanya terdiam, ucapan Chen tidak membuatnya merasa senang. Sebaliknya ia justru terlihat cemas dan kebingungan.


"Chen, aku ingin pergi sebentar!" Jake segera beranjak dia menghiraukan ucapan si pria asia tersebut.


"Aku akan kembali jika ada hal penting!" tambah Jake.


"Baik, Tuan!"


...


Tidak bisa berhenti memikirkan Isabelle, pria matang Jake Xander hanya bisa duduk di sebuah taman kota yang cukup ramai dikunjungi.


Di bangku taman ia melihat beberapa keluarga kecil yang sepertinya menikmati kebersamaan walaupun di tempat yang sederhana.


Berbeda dengan masa kecilnya dulu yang kesepian, orang tua Jake selalu sibuk dengan bisnis, dan dirinya hanya menghabiskan masa anak-anak bersama para pengasuh.


Jake berpikir jika ia memiliki anak maka ia tidak akan melakukan hal yang sama seperti kedua orangtuanya dulu.


'Sttt, jangan menangis Micky! Sebentar lagi kita pulang, ya?!'


Cukup samar Jake mendengar seorang wanita yang sedang menenangkan bayi menangis.


'Nanti kita ketemu Mamamu sebentar lagi.'


Jake hanya tersenyum tipis rupanya bayi itu juga ditinggalkan oleh ibunya. Kasihan sekali, Jake memutuskan untuk menghampiri bayi yang masih menangis tersebut.


"Permisi, dia kenapa?" Jake bertanya pada seorang gadis muda pengasuh dengan pakaian khas warna merah muda.

__ADS_1


"Eh, Tuan. Sepertinya Micky sedang sakit," jawab sang pengasuh.


"Boleh aku menggendongnya?!" pinta Jake sambil melihat pada bayi berpakaian biru dan terlihat menggemaskan.


Bayi itu berhenti menangis ketika melihatnya, itulah kenapa Jake ingin sekali menggendong bayi tersebut.


"Ah, maaf, tapi Nyonya tidak akan mengizinkannya," sesal sang pengasuh.


Jake memahami itu, tidak baik bicara dengan orang asing yang tidak dikenal, bukan salah sang pengasuh, gadis itu hanya berusaha melindungi bayi kecil yang sedang ia asuh.


"Kau benar, jangan mudah percaya pada orang yang tidak kau kenal," ungkap Jake sambil tersenyum.


Tangan Jake menyentuh jemari kecil rapuh sang bayi dan ia mendapat respon yang mengejutkan, bayi itu memegang erat jari telunjuknya.


'Perasaan apa ini?'


Dada Jake berdetak kencang. Ia merasakan haru yang baru pertama kali ia alami, entah perasaan apa itu yang jelas ia sangat bahagia.


"Dimana ibu bayi ini? Dia demam, sebaiknya kau bawa dia pulang!" ucap Jake yang merasakan jemari bayi itu begitu hangat.


"Di rumah sangat kotor, sedang ada perbaikan karena nyonya ingin membuka toko bunga di rumah, itulah kenapa Micky aku bawa kesini," jawab pengasuh.


"Aku Jake Xander, kau bisa percaya padaku aku bukan penjahat, tapi izinkan aku untuk memeluknya sekali saja!" pinta Jake dengan tulus.


Perasaan Jake semakin bergolak, bayi itu terlihat begitu rapuh dan kecil. Tatapan polos dengan manik berwarna biru seperti memberi ketenangan pada diri pria matang tersebut.


Jake mencium pipi bayi lucu itu karena merasa gemas, wangi parfum bayi yang lembut membuat Jake betah untuk terus mendekapnya.


Tangan bayi itu juga menyentuh wajah Jake dan sesekali ada tawa di bibir kecil bayi laki-laki tersebut.


"Kau sangat lucu, Micky! Aku suka padamu, kau tahu satu hal? Kau adalah bayi pertama yang pernah kugendong selama hidupku," ucap Jake seolah bayi itu akan memahami ucapannya.


"Kau akan tumbuh menjadi laki-laki yang hebat, aku yakin itu." Sang pengasuh hanya tersenyum melihat tingkah Jake, pria itu seperti punya ikatan dengan Micky. Seperti seorang ayah yang sedang mengasuh putranya.


"Apa kau selalu rutin membawanya bermain ke sini?" tanya Jake pada gadis pengasuh tanpa berhenti menatap bayi mungil yang tertawa saat ia mengajaknya bermain.


"Iya, Tuan! Setiap akhir pekan biasanya Nyonya sendiri yang membawa Micky ke sini," jawab sang pengasuh.


Jake merasa lega, ternyata bayi kecil dengan nama panggilan Mickey itu tidak kekurangan kasih sayang.


"Ayah dan ibu Mickey pasti sangat menyayanginya, karena dia sangat menggemaskan," ucap Jake dan dia melebarkan lengkungan di bibir bahkan hampir tertawa bersama bayi mungil yang terlihat bahagia.

__ADS_1


"Mickey tidak memiliki ayah, Nyonya sudah bercerai dan mantan suaminya tidak tahu kalau mereka memiliki anak," ungkap si gadis muda, ia hanya menceritakan apa yang ia ketahui.


Jake merasa prihatin, ia cukup paham pada semua jenis masalah rumah tangga karena ia adalah pria dewasa walaupun ia tidak punya pengalaman akan hal itu.


Ia memang pernah menikah tapi seperti yang diketahui bahwa itu semua hanya karena sebuah penipuan.


"Mm, maaf Tuan ini sudah sore, aku harus membawa Mickey pulang!" Jake kembali sadar dari lamunan setelah mendengar suara si gadis pengasuh.


Sebenarnya ia tidak rela karena masih ingin menggendong bayi lucu tersebut, entah kenapa ia merasa ingin terus memeluk bayi itu.


"Baiklah, pria kecil! Sampai jumpa lagi, semoga kita bisa bertemu lagi, oke?!!" Jake mencium pipi dan kening si bayi yang juga seperti menunjukkan wajah sedih.


"Aku juga ingin bertemu Mamamu, aku ingin tahu siapa dia yang sudah beruntung memiliki bayi tampan seperti dirimu."


Jake menyerahkan Mickey pada pengasuhnya dengan tidak rela, di saat seperti itu kenapa ia merasakan hal ingin memiliki bayi tersebut, padahal ia tidak punya pengalaman tentang mengasuh anak kecil.


...


Seharian penuh Isabelle menata kembali garasi kosong yang tidak terpakai, ia bermaksud memindahkan toko bunga ke rumah supaya lebih dekat dan tidak perlu lagi meninggalkan Michael.


Isabelle merasa tidak tega karena seharian pula ia tidak bisa mengasuh malaikat kecil kesayangannya itu.


Semua yang ia lakukan memang demi si buah hati yang selalu memberi kekuatan pada dirinya. Hal itu pula yang menjadi alasan ia menyerahkan toko bunga pada Jake.


Ia sudah lupa diri ketika berada di Luis Conty, ia sadar bahwa perasaannya pada Jake memang belum berubah.


Ketika berpelukan dengan Jake ia mengingat semua yang sudah ia alami bersama pria itu. Bagaimana mereka bercinta dan bergumul saat Jake mabuk dan lupa segalanya.


Dia tidak ingin Michael menjadi korban jika sang mantan suami yang membencinya mengetahui bahwa mereka memiliki seorang anak hasil dari pernikahan palsu itu.


Menjauh dari Jake adalah keputusan yang diambil Isabelle demi malaikat kecilnya. Ia hanya takut hal buruk akan menimpa si buah hati dan ia akan menderita jika hal itu terjadi.


Ia menyesal bertemu Jake kembali, karena ternyata itu memberi dampak buruk bagi kehidupannya. Ia tidak mau jika kebencian Jake juga merambat pada Michael yang tidak berdosa.


Namun, bagaimana jika Jake tidak terima pada keputusan yang ia buat? Apakah dia akan tega menjebloskan dirinya ke penjara.


"Ya Tuhan, tolong aku! Kumohon jangan pisahkan aku dan putraku!" Isabelle hanya bisa melapalkan doa, dia tidak peduli jika harus mengucapkan beribu kali meminta pada Dia Yang Berkuasa mengabulkan harapannya.


TBC


Yoo yang kangen cerita ini jangan lupa vote dan komen.

__ADS_1


C u on the next chap


I Love u all ❤️❤️❤️


__ADS_2