Dia (Mantan) Istriku

Dia (Mantan) Istriku
Malaikat Kecil (Michael)


__ADS_3

Saat tiba di rumah Isabelle segera mengambil bayi Michael dari tempat tidurnya, padahal sang pengasuh baru saja menidurkannya.


Isabelle merasa rindu sekali pada bayinya itu. Bayi yang mewarisi wajah ayah kandungnya. Untuk hari ini dia tidak akan membuka toko dan hanya ingin menghabiskan waktu dengan malaikat kecil tersebut.


Isabelle menyuruh pengasuh Michael untuk pulang lebih cepat. Isabelle menitikkan air mata tanpa ia sadari, wanita itu cemas luar biasa. Entah kenapa dia merasa seperti suatu hal yang buruk akan terjadi.


Isabelle kembali memberi banyak kecupan di wajah bayi kecilnya yang menggeliat karena ciuman sang ibu mengganggu tidurnya.


Isabelle tidak akan pernah lupa bagaiamana si kecil Michael bisa hadir dan terlahir ke dunia. Semua memang kesalahan dirinya di masa lalu.


Saat itu Isabelle tidak mampu menolak perlakuan Jake ketika pria itu mabuk dan tidak sadar sudah menyetubuhinya sampai dia hamil.


Tentu Jake tidak akan pernah ingat hal itu karena pria itu mabuk berat. Isabelle hanya berharap Jake tidak akan mengetahui hal itu karena dia takut terpisah dari Michael.


Selain itu dia lebih takut jika Jake tahu tentang Michael, bagaimana jika Jake tidak terima dan malah membenci bayi mereka. Bukankah itu lebih menyakitkan?


Lebih baik Jake tidak tahu tentang bayi kecil Michael dari pada Isabelle lebih terhina lagi walaupun saat itu mereka melakukannya tanpa paksaan dari pihak keduanya.


Isabelle dan Jake sama-sama menikmati percintaan mereka walaupun salah satu diantara mereka melakukannya dengan tidak sadar.


Flashback (Sudut pandang Isabelle)


Satu tahun yang lalu ...


Tok-tok ...


Isabelle menggeliat dalam tidurnya saat mendengar suara pintu yang diketuk, siapa yang bertamu saat tengah malam? Begitu pikir Isabelle.


Wanita cantik itu membuka pintu dan sangat terkejut melihat siapa yang mengunjunginya.


"Isabelle dimana Issac?" Tubuh Isabelle membatu saat mendengar suara Jake yang dingin dan berat.


Jake tersenyum kecut saat menyadari bahwa Isabelle yang sudah menyambutnya. Pria itu sedikit mengingat tujuannya datang ke rumah sang sahabat.


"Dia tidak ada? Ah, jadi kau wanita yang sudah menikah denganku?" Isabelle berjalan mundur, tubuhnya gemetar saat Jake berjalan ke arahnya.


Pada akhirnya, waktu itu tiba juga. Dimana Jake mengetahui kebohongan sang kakak dan juga dirinya yang sudah menipu pria itu.


"Berani sekali kau melakukan ini padaku, huh?!!!" bentak Jake dengan suara keras walaupun dalam keadaan mabuk.

__ADS_1


Isabelle terdiam dengan matanya yang sudah berkaca-kaca. Dia tidak bisa melontarkan sebuah jawaban atau pembelaan atas dirinya. Bagaimanapun dia ikut bersalah pada Jake.


"Apa yang kau inginkan dariku? Harta? Atau kau ingin mempermalukan keluargaku? Kau sudah berhasil!" Jake terus berbicara dengan tangan yang sudah berada di leher lawan bicaranya.


Tidak, dia hanya bicara sendiri karena Isabelle tidak sedikit pun bersuara bahkan ketika tangan Jake menekan dengan sedikit tenaga.


"Katakan padaku? Apa kau juga ingin tubuhku, huh?" Tangan Jake membuat Isabelle kesulitan untuk bernafas.


Isabelle membuka mulut untuk meraup udara karena dia merasa sesak akibat ulah Jake. Gadis itu sedikit terkejut saat tiba-tiba pasokan udara semakin menipis karena mulutnya terhalang sesuatu.


Mulut Isabelle dibungkam oleh mulut Jake sendiri dengan sebuah tekanan dan pemaksaan. Isabelle tentu saja berontak dan tidak terima.


Namun, tenaga nya melemah seiring napasnya yang juga sesak. Tangan Jake berada di leher dan jangan lupakan mulut Isabelle yang kesulitan menghirup udara.


Isabelle berhasil lepas setelah dengan terpaksa memberi sebuah tendangan lutut tepat di bagian tubuh Jake yang sangat penting sampai pria itu kesakitan.


"Ach!! Sialan kau, Isabelle!!!" teriak Jake sambil meringis. Pria itu kembali mendekati Isabelle yang semakin tersudut.


Kali ini Jake hanya menatap lembut dan sedikit sayu tangannya kembali terangkat sedangkan Isabelle hanya bisa memejamkan mata karena takut Jake akan semakin marah.


"Kau sangat cantik, kenapa tidak mencari pria lain saja untuk menjadi kekasihmu," ucap Jake sambil mengusap pipi Isabelle.


Isabelle merasakan wajah Jake semakin mendekat. "Maafkan aku," ucapnya dengan lirih, tetapi detik berikutnya dia sudah tidak bisa lagi menolak perlakuan pria tampan tersebut.


Jake yang mabuk berat dan Isabelle yang tidak bisa menolak hanya bergumul menyatukan hasrat yang menggebu serta menanam benih dari hasil penyatuan keduanya.


Flashback end


"Oh, ini kesalahanku," gumam Isabelle sambil mengusap wajah Michael dengan lembut.


"Katakan apa yang harus Mama lakukan, Sayang? Maaf karena kau tidak bisa mengenal Papamu sampai kapanpun," tangisnya kemudian.


"Mama akan melakukan apapun untukmu, kau tidak akan kekurangan kasih sayang dari Mama," ucap Isabelle sambil memeluk erat bayi kecil itu.


...


Untuk kedua kalinya Isabelle menapaki pelataran perusahaan besar milik sang mantan suami. Kali ini ia melangkah dengan sedikit semangat yang berkobar dalam dadanya.


Semua ia lakukan demi melindungi si buah hati yang saat ini sedang bersama pengasuhnya. Setelah menemui Chen terlebih dulu, seperti klien lainnya ia juga harus menunggu lagi seperti beberapa hari lalu.

__ADS_1


Pada akhirnya ia bertatap muka lagi dengan pria tampan dan matang si presiden direktur Xander Group.


"Aku datang kesini untuk membicarakan kesepakatan yang kau tawarkan," ucap Isabelle setelah Jake bertanya untuk basa-basi.


Jake menaikkan satu alisnya seolah ia tidak heran dengan sikap dan keberanian Isabelle datang menemuinya. Mungkin dia berpikir bahwa si mantan istri memang tidak tahu malu.


"Hm, kau yakin? Apa kau rela melakukan apapun demi toko itu?" tanya Jake, pria itu beranjak dan mendekat.


"Sungguh kau sangat ambisius, Isabelle. Aku tidak heran kau juga bisa menipuku," sindir Jake dengan senyuman sinis.


Isabelle hanya bisa memejamkan mata, sampai kapanpun Jake tidak akan pernah berhenti untuk mengungkit kesalahannya.


"Sudah kukatakan aku tidak akan menyerahkan toko itu, dan aku akan melakukan apapun sebagai pertukaran!" tegas Isabelle, ia berusaha tetap tegar menghadapi sikap dingin dan mulut tajam Jake.


"Ah, apakah aku harus terkejut dengan sikapmu? Cih, kurasa kau mirip dengan kakakmu yang arogan itu." Jake berkata dengan menahan emosi mengingat Issac yang memiliki sifat pantang menyerah.


Isabelle terdiam tanpa berniat menjawab, ia tahu Jake pasti marah pada kakaknya yang menjadi otak dari penipuan pada pria itu.


"Kakakmu tidak punya nyali untuk menemui ku, tapi tidak apa masih ada adiknya yang sama-sama keras kepala," ucap Jake, ia terus saja berkata dengan marah, tentu saja ia sudah ditipu oleh sahabat yang paling ia percaya. Dan itu membuatnya kecewa bahkan benci.


"Katakan saja apa yang harus kulakukan?" Isabelle berusaha untuk tidak menggubris sindiran Jake, semoga saja pria itu tidak memintanya melakukan hal yang mustahil.


Jake menatap Isabelle, mungkin ia berpikir bahwa mantan istrinya itu tidak suka berbasa-basi. Benar-benar keras kepala.


"Baiklah, aku butuh karyawan di perusahaan untuk posisi office girl!" jawab Jake dengan tatapan yang penuh intimidasi.


Isabelle menatap kemudian tersenyum tipis, sudah jelas pria itu ingin sekali merendahkan dirinya. Entahlah, atau bisa saja Jake memang ingin menekan dirinya.


"Hanya itu?" tanya Isabelle, ucapannya seperti tantangan pada pria tampan yang berada di hadapannya.


Jake tersenyum penuh arti. "Kau bisa kerja mulai besok, jam tujuh pagi tidak kurang tidak lebih!" ucapnya.


Isabelle sangat memahami bahwa si mantan suami memperingatkan dirinya untuk tidak terlambat.


"Aku tidak akan terlambat!" jawab Isabelle, mereka saling menatap dan itu adalah tatapan yang seolah mengibarkan bendera perang.


TBC


Ya, gaess...

__ADS_1


See u next chap


I love u all ❤❤❤


__ADS_2