Dia (Mantan) Istriku

Dia (Mantan) Istriku
Belahan Jiwa


__ADS_3

Hari demi hari pun berlalu, setiap detik, menit, dan jam juga terus berputar tanpa berbalik arah. Begitupun semua kisah hidup di dunia, tidak bisa diulang kembali walau apapun yang terjadi.


...


Hanya tinggal menghitung hari bagi Jake untuk segera menggelar acara pesta pernikahan dengan Silvia, entahlah waktu seperti cepat berlalu.


Seperti ada yang salah, Jake mulai mempertanyakan keyakinan untuk menikah, padahal sebelumnya ia benar-benar yakin untuk menjadikan super model itu menjadi pendamping hidup.


Silvia Ganus sudah menyadang gelar tunangan dari Jake Xander sejak dua tahun lalu, walaupun mereka pernah mengalami masalah di tahun sebelumnya dengan kasus pernikahan tersembunyi Jake yang membuat rencana matang pernikahan mereka menjadi kacau.


'Aku tidak akan memaafkan wanita yang yang sudah menipu kita!'


Itu adalah sumpah mutlak Silvia yang sepertinya memang membenci wanita yang sudah mencuri posisi yang paling ia inginkan.


Sekarang Silvia harus puas dengan status sebagai istri ke dua yang dinikahi Jake karena tempat utama sebagai istri pria itu sudah dicuri orang lain.


Wanita mana yang rela jika calon suaminya direbut wanita lain? Tidak ada yang tahu bahwa rasa benci masih bersarang di dalam hati si wanita model tersebut.


...


Jake masih menyimpan map milik Isabelle yang belum ia buka sama sekali, dia benci karena perasaannya bercampur aduk sekarang.


Di saat ini, secara tiba-tiba dengan waktu yang tidak tepat, ia ingin bertemu Isabelle untuk bertanya kembali pada wanita itu.


Ia ingin tahu alasan di balik pernikahan curian itu dari Isabelle, padahal hal tersebut sudah berlalu, dengan kata lain tidak ada gunanya untuk diungkit.


Jake butuh banyak waktu untuk mengetahui segalanya, tapi waktu tidak bisa dipinjam lagi. Semua sudah terlanjur dan keadaan tidak bisa dipulihkan seperti semula.


Tidak ada jalan lain, Jake memang harus pergi bertemu wanita muda yang sudah mengacaukan segalanya. Dia tidak ingin menunggu lagi dan memutuskan untuk menuntut jawaban dari sang mantan istri.


"Sayang, kau mau ke mana?" tanya Silvia yang melihat calon suaminya beranjak dari kursi tunggu butik, saat ini mereka sedang mencoba pakaian pernikahan yang sudah dipesan sejak lama.


"Aku ada urusan sebentar, aku akan segera kembali!" jawab Jake sambil terus berjalan menuju pintu keluar dan tanpa menunggu jawaban dari Silvia.


Entah apa yang dipikirkan Jake, ia memang pergi menuju suatu tempat yang pastinya akan membuat Silvia kecewa jika mengetahuinya.


Sebenarnya ia juga perlu mempertanyakan kewarasannya yang mungkin tidak bekerja dengan baik saat ini.


Namun, pria itu masih memungkiri dan mengelak dengan alasan Isabelle masih punya banyak urusan yang belum selesai dengannya.


Ia merasakan ada yang bergemuruh di dalam dadanya ketika mengingat wajah Isabelle yang menangis atau tertawa, ada yang salah setelah kebersamaan mereka di Luis Conty.


Jake merasa tidak tenang bahkan ketika ia tidur, pelukan Isabelle masih terbayang dan telapak tangannya masih bisa merasakan kelembutan rambut panjang wanita muda tersebut.


...

__ADS_1


"Isabelle!!!" panggil Jake dari luar pintu rumah sang mantan istri.


Tidak sulit bagi dirinya untuk mencari alamat Isabelle, karena ia mendapat informasi dari Chen yang masih menyimpan data diri wanita itu di berkas pegawai.


Dengan tidak sabar Jake mengetuk pintu lebih keras lagi, mungkin suaranya tidak cukup kuat untuk membuat sang mantan istri keluar dari rumah.


Rumah Isabelle sangat sepi, apakah wanita itu sedang pergi? Jake putus asa, kenapa ia merasa seperti itu? Ia marah pada sesuatu yang ia sendiri pun tidak tahu alasannya.


Keinginan untuk bertemu Isabelle tidak terwujud, dengan hasil nihil Jake terpaksa harus pergi dari sana.


Pria matang itu hanya mendekati sebuah tempat dengan jendela dan pintu kaca. Dia mengintip tempat melalui kaca tembus pandang, rupanya itu adalah toko bunga yang mungkin baru saja dibuat Isabelle.


"Kau pergi ke mana, Isabelle?" Jake hanya bisa bermonolog sambil mengacak rambutnya dengan frustrasi.


Akhir pekan yang dirasa sangat buruk menurut Jake, ia kesal setengah mati. Isabelle sudah tidak takut lagi padanya. Wanita itu seperti menantang Jake untuk menuntutnya pada pihak berwajib.


Namun, Jake tidak sekejam itu, justru sekarang ia merasa tidak tega jika harus memenjarakan Isabelle, sangat rumit baginya ternyata ia tidak suka diabaikan.


Mungkin sekarang sudah tidak jadi masalah selama bayangan Isabelle tertangkap di netra nya. Dia tidak akan menuntut wanita itu lebih banyak lagi


Apa itu tidak salah? Jake kembali merasa tidak waras tapi itulah yang dirasakannya saat ini. Siapa yang ia bohongi sekarang? Keadaan berbalik karena kenyataannya Jake selalu ingin melihat bayangan sang mantan istri.


Jika sebelumnya ia ingin menyingkirkan Isabelle, maka sekarang ia tidak ingin wanita itu menghilang dari tatapannya.


'Sial!!'


...


"Baiklah," jawab Jake dengan singkat.


Pria itu hanya tersenyum kecut mengingat kebodohannya kemarin, ia hanya menatap Silvia yang sudah jelas akan menjadi masa depannya.


Jauh di dalam hati kecilnya ia masih mengharapkan hal mustahil yang seharusnya tidak pernah terbesit walau hanya satu detik.


Jake menatap Silvia dan membalas pelukan wanita itu. Ia hanya berusaha kembali pada cinta yang seharusnya--itu adalah logika si pria matang.


"Apapun yang kau inginkan, Sayang!" ucap Jake sambil mengecup puncak kepala sang tunangan.


...


Dua keluarga dari kalangan atas bercengkrama di sebuah restoran berbintang, apalagi yang mereka bicarakan selain pesta pernikahan yang hanya tinggal beberapa hari lagi.


"Jake!!" Itu adalah Silvia yang sedikit menaikkan nada suara.


"Ada apa denganmu? Kau melamun dan tidak fokus, apa kau tidak suka hidangannya?" tanya sang super model yang berdandan dengan begitu cantik.

__ADS_1


Jake hanya menatap heran, ia tidak sadar jika pikirannya tidak berada di tempat itu sekarang. Dia masih memikirkam hal lain yang tentu hanya dirinya yang tahu.


"Ada apa, Nak?" Kali ini ibu dari Jake juga membuka suara melihat anaknya yang seperti banyak pikiran.


"Apa kau sedang tidak sehat?" Terlalu banyak pertanyaan membuat Jake semakin tidak nyaman, pria itu segera memutuskan beranjak.


"Aku permisi sebentar, kalian lanjutkan saja!" Jake pamit sekedar mencari udara segar.


"Ada apa dengannya?" tanya Silvia pada calon mertuanya.


"Mungkin dia hanya tegang menghadapi hari pernikahan," jawab Ibu Jake sambil tertawa dan menggoda Silvia.


...


Asap rokok berhembus dari mulut dan hidung pria matang yang saat ini sedang duduk di bangku taman kota seperti waktu itu.


Tidak akan ia lupakan pertemuan dengan seorang bayi mungil yang bernama asli Michael dengan nama kecil Mickey. Seorang bayi yang membuatnya merasa menjadi pria dewasa yang sesungguhnya.


Besok adalah hari pernikah Jake, ia hanya bisa menyerah untuk tidak bertemu lagi dengan Isabelle, mungkin ia akan merelakan segalanya.


Ia juga tidak tahu kenapa hatinya berubah secara mendadak setelah Isabelle memutuskan untuk menyerahkan toko dan itu artinya mereka tidak perlu atau tidak akan pernah bertemu lagi.


Jake merasa tidak rela karena sebelumnya mereka masih bisa berhubungan baik tanpa ada rasa benci, bahkan ia ingat saat menggoda sang mantan istri, itu berjalan secara alami tanpa direncanakan.


Akhir pekan ini Jake memang sengaja datang kembali ke taman kota, mungkin itu juga untuk yang terakhir kali karena setelah menikah nanti Silvia mengajaknya pindah ke luar negri tanpa meninggalkan pekerjaan di Tennese.


Jake tersenyum karena mengingat pertemuan dengan bayi kecil lucu yang menggetarkan hatinya, ia berjalan dan meyusuri setiap sudut taman, mungkin dia berharap akan satu keajaiban bayi itu akan muncul lagi bersama pengsuhnya.


Sepertinya harapan itu memang terkabul, Jake memang melihat gadisĀ  yang sama, mereka--si pengasuh dan bayi terlihat berada di salah satu sudut taman yang lain.


Jake merasa bahagia dan terkejut di saat yang bersamaan, rupanya Tuhan mengabulkan keinginannya yang lain.


Jake tidak mungkin salah lihat dan ia tidak sedang bermimpi, tidak hanya Mickey dan pengasuhnya yang ia lihat, tapi bayangan nyata seorang wanita yang ingin ia temui juga berada di sana.


Degup jantung Jake terasa bertalu bahkan seperti ingin lepas dari tempatnya. Jake merasa sesak melihat pemandangan yang sangat di luar dugaan.


"I-Isabelle!" Sebuah nama keluar begitu saja dari mulut pria matang tersebut.


'Oh, kau tampan sekali, kau pangeran mama yang paling mama sayangi!'


Sangat jelas walaupun samar, itu memang suara Isabelle, dan itu menjelaskkan siapa ibu beruntung yang memiliki Mickey--itu adalah pikiran Jake ketika bertemu sang bayi beberapa waktu lalu.


Jake hanya bersembunyi di balik pohon, lututnya terasa lemas dan kepalanya berisi begitu banyak pertanyaan.


Apalagi? Apalagi yang Isabelle sembunyikan? Siapa bayi itu?

__ADS_1


'Mickey tidak memiliki ayah, Nyonya sudah bercerai dan mantan suaminya tidak tahu kalau mereka memiliki anak.'


TBC


__ADS_2