
Daya
"Kenalin aku Andayani Friska, biasa dipanggil Daya" tangan yang aku ulurkan sekaligus ucapan selamat untuk lelaki di hadapanku, tanda persahabatan dengannya dan awal mulainya kerjasama diantara kami, lama tanganku tak bersambut, perlahan lelaki dihadapanku menjabatnya singkat
"Elang" jawab lelaki dihadapanku dan dia tersenyum memperlihatkan lesung di pipi kanannya 'Indah sekali' batinku 'Kalau saja dia sering tersenyum seperti itu, wajahnya akan terlihat sangat menarik' suara di pikirannku terpotong
"Baik, kenalannya sudah dulu ya, kita mulai rapat yuk" sela kak Adam, aku hanya sempat melirik Elang sebentar sebelum mengalihkan perhatian ke sekeliling ruangan, dia masih tersenyum kecil kemudian menunduk berjalan menjauh, duduk dibelakang kak Adam yang sudah memulai bicara. Aku duduk menyebrangi Elang yang duduk bersebelahan dengan lelaki yang langsung menepuk pundaknya.
Rapat ini sebagian besar hanya pengulangan perkenalan, ada empat belas siswa yang menjadi pengurus majalah termasuk aku. Tim editor ada 3 orang, aku juga berkenalan dengan siswa anggota tim editor lain bernama Sam kelas 1C yang duduk bersebelahan dengan Elang. Nampaknya dia berteman baik dengan Elang karena dari cara bicaranya seperti dapat membaca pikiran Elang, kadang-kadang dia menerjemahkan suara pelan dan dalam Elang jika di tanya sesuatu. Hasil rapat ini menentukan majalah akan terbit dua minggu lagi, berbagai persiapan di bahas secara rinci, karena pertemuan selanjutnya diharapkan semua sudah berjalan atau selesai.
__ADS_1
Aku berkali-kali melirik Elang yang duduk tenang di belakang kak Adam, pulpen hitam yang sejak tadi di telinga kanannya, sekarang di putar di tangan kirinya, sesekali menulis sesuatu di secarik kertas yang di selipkan di kantong baju seragamnya 'Rupanya dia pengguna tangan kiri' batinku 'Rambutnya ikal, lebih kusut karena mungkin tanpa dia sadari dia sering menariknya' tambahku dan aku terkejut sendiri, kenapa aku bisa teralihkan oleh Elang? Aku menghela nafas, melirik catatan di notes kecil, hanya sedikit yang aku tangkap dari sekian banyak rancangan dan rencana penerbitan majalah sekolah pertama ini, kenapa aku menghabiskan waktu dengan memperhatikan Elang? Ada apa ini? bukankah sebelumnya aku bersemangat urusan majalah sekolah ini? Kenapa? Tanpa kusadari aku mulai menggigiti kuku, kembali ke kebiasaan lamaku, pikiranku melayang tidak fokus.
Elang
Gadis itu menghampiriku, sekarang kami berdiri saling berhadapan, dilihat dari jarak seperti ini, semakin aku rasakan getaran aneh didadaku, jantungku berdegup kencang, perasaan panas dingin mulai merambat dipunggungku. Tangan yang diulurkan padaku halus dan kecil, dia memang cantik seperti bunga namun rapuh, sehingga aku takut menyentuhnya dapat menghancurkannya. Tangan yang aku ulurkan terasa berat kuangkat, menyambut tangan kecil itu untuk kujabat
"Baik, kenalannya sudah dulu ya, kita mulai rapat yuk" sela kak Adam, dan akupun berbalik memunggunginya, sedikit takut dia dapat mendengar degup jantungku
"Elang! sini!" teriak satu suara akrab yang memanggilku, Sam.
__ADS_1
"Dari mana aja, aku nunggu dari tadi" aku tak menjawab, melirik gadis bernama Daya tadi sekarang dia duduk dihadapanku.
"Seneng banget kita satu tim" aku tak menjawab, hanya anggukan kecil kepada Sam
"Eh iya, Daya juga di tim Editor ya? Asik nih" aku segera menoleh
"Kamu kenal Daya?"
"Iya, dulu aku satu sekolah SMP dengannya" tanpa ku tanya, Sam melanjutkan "Dari dulu anak itu jarang bergaul sama anak-anak lain, lebih sering ke perpustakaan daripada ke mall. Tapi dia baik banget loh..." dan ucapan Sam terpotong kak Adam yang memulai rapat. Ada perasaan iri mendengar Sam berbicara tentang Daya 'Kenapa bukan aku yang satu SMP?' dan aku menatap gadis di hadapanku, tangannya sibuk mencatat, sesekali menunduk menatap buku notesnya. Kuraih pulpen yang kuselipkan di telinga dan selembar kertas di kantong seragam, aku mulai mencoret garis panjang bergelombang di atasnya, membayangkan rambut hitam yang bergoyang kanan ke kiri, saat ini dikepalaku hanya ada sosok cantik rapuh itu berbicara dengan suara tenang mengucapkan namanya 'Perasaan apa ini?' kembali ku bertanya dalam hati
__ADS_1