
Aku membuka jendela kamar lebih sering dari biasanya, seakan ingin menghirup udara segar lebih banyak.
Kejadian sore tadi di taman belakang sekolah sungguh di luar dari harapanku. Padahal siang sebelumnya aku di hadapkan kenyataan pahit, perasaan malu masih membekas, aku masih belum sanggup menatap lama-lama sepasang mata itu. Tapi anehnya Elang malah menyatakan perasaan suka padaku, sungguh sebuah kesalahan yang indah. Benar aku dan Elang baru mengenal sebulan ini, bekerja dan berdiskusi bersama, apakah jika aku bertemu Elang suasana jadi canggung? bagaimana besok aku bertemu? tapi syukurlah besok akhir pekan, jadi masih ada satu hari aku kemungkinan berlatih mengatasi raut muka, nada suaraku dan aku kembali tersenyum sendiri. Sekarang aku sudah tidak perlu mengartikan tiap tatapan mata Elang yang seperti menguliti tia, kata-katanya jarang digunakan, tiap inci kulitku. Dan perasaan tergelitik setiap ada yang menyebut nama Elang akan kunikmati pelan-pelan, aku akan menjalani semuanya.
Matahari hampir tenggelam, entah berapa lama aku menatap kosong rak-rak buku dihadapanku. Aku beranjak, merapikan kliping tebal yang masih saja terbuka pada artikel tadi. Berulang-ulang aku putar perkataan Elang padaku. Ada perasaan hangat yang menyenangkan dari kata-kata itu. Aku melangkah pelan menuju taman belakang sekolah, tempat aku biasa mencari inspirasi untuk tulisan-tulisanku atau tempat mengadu pada Sam tentang Elang. Mengingat kembali bagaimana aku berambisi manjadi editor yang kompeten, terutama didepan Elang. Sejak pertama bertemu Elang, aku ingin terlihat sempurna, cantik, pintar dan menyenangkan, aku tersentak 'Kenapa aku berusaha keras untuk terlihat seperti itu didepan Elang? Benar aku jatuh cinta?' aku menyipit menentang matahari 'Ini pertama kalinya, berarti ini cinta pertama ya?' senyumku mengembang, akan menjadi tawa jika tidak kudengar dehem suara di belakangku, ada Elang di sana dan kembali jantungku berdebar
"Sejak kapan kamu disitu?" ujarku terkejut, Elang tersenyum
"Sudah agak lama, karena sepertinya kamu terlalu asik melamun"
__ADS_1
"Kamu tau arti dari stalking kan? Lebih baik jangan begitu..."
"Kamu sedang apa?"
"Seperti kamu bilang, melamun"
Elang yang tersenyum membuat jantungku seakan menghilang dari rongganya sementara waktu
"Aku mau kamu tau bahwa aku menyukaimu, sejak pertama kita bertemu aku memperhatikanmu, setiap gerak gerik, bicaramu, bahkan candaanmu menyiksaku, aku ingin kamu jadi milikku Ya" ujar Elang tanpa jeda setelah dia duduk, lanjutnya
__ADS_1
"Mungkin terdengar aneh. Kita baru kenal belum ada satu bulan, tapi aku begitu ingin disisimu, menemani. Sejujurnya, mungkin ini bukan saat yang tepat, tapi aku pikir, aku tidak mau membuang waktu dengan hal lain, karena aku ingin kamu dan aku memulai semuanya bersama"
Elang diam sebentar, aku seperti mendapatkan kembali udara untuk bernafas, Elang masih lanjut
"Aku sudah utarakan semua, sekarang giliran kamu, aku tunggu jawaban kamu, kamu bisa pikir-pikir dulu karena ini terlalu mendadak..." tiba-tiba Elang berdiri kemudian berjalan menjauh, susah payah aku berujar
"Iya, aku mau...."
"Apa??" Elang menatapku tak percaya. Tanpa berpikir dua kali aku rasa aku sudah tau jawaban apa yang ingin aku utarakan, untuk menjawab semua pertanyaan hati ini, untuk menenangkan perasaan ini
__ADS_1
"Aku mau kita bersama" ya, ini benar cinta, akupun tersenyum.