Diam, Hatiku

Diam, Hatiku
ep. 9 Akhirnya


__ADS_3

Jessy melangkah mendekati sahabatnya Alan dan Reynand perlahan namun pasti...


siapa dia ... aku takut ... deg deg deg ... jantung Jessy berdetak hebat ...


tunggu dia kan wanita yg tadi tabrakan Ama aku di toilet?


"hei... gadis kecil ku ... kemarilah aku kangen sekali dg mu." ucap Reynand sambil merentangkan kedua tangannya untuk memeluk Jessy. tanpa rasa canggung Jessy menjatuhkan kan tubuh nya ke arah Reynand. dan menerima pelukan dari Reynand. sebenarnya itu merupakan hal yg wajar di antara persahabatan mereka.


"hei ... kemarilah bukan hanya Reynand saja yg merindukan mu" tiba tiba Alan juga merentangkan kedua tangannya untuk memeluk Jessy. tanpa berpikir Jessy pun menerima pelukan dari Alan.


" kenalkan ini Renata... dia adalah putri pak dekan Harris.." Alan memperkenalkan Renata kepada Jessy. " Renata .... " saut Renata berdiri dari kursinya mengulur kan tanganya untuk menjabat tangan Jessy.


" Jessy ...." saut Jessy sambil menerima jabatan tangannya Renata.


" kita tadi belum sempat kenalan ... hahaha " tawa Renata .. " apakah kalian sudah saling kenal ? " ucap Alan. karena dia binggung melihat Jessy dan Renata saling melempar senyum ... " iya ... tadi kita ketemu di kamar mandi dan aku tidak sengaja menabrak Renata" ucap Jessy " tak masalah .. Jessy tadi kita sama sama tidak bisa menghindar " Renata berucap dg senyum di bibir nya.


sekarang mereka ber empat duduk menikmati makanan mereka sambil ber canda tawa. biarpun baru kenal dg Jessy dan Reynand ternyata Renata sudah bisa beradaptasi dengan baik. sesekali Alan memberi perhatian kepada Renata dan tidak segan segan memberi sangjungan kepada Renata di depan Jessy dan Reynand. apa yg dilakukan Alan sebenarnya tak luput dari tatapan Jessy. bahkan sekarang Alan membantu Renata membuka tutup botol dan menyodorkan kepada Renata... " terima kasih ..." ucap Renata dan dibalas anggukan dan senyum yg mengembang di bibir Alan.


deg deg deg


Jessy bisa merasakan jantungnya berdebar dan ada sedikit kecemburuan melihat keakraban Alan dan Renata.


apakah ini akhirnya....


batin Jessy sambil memakan makanannya dan meremas remas baju nya di bawah meja


" selesai ... aku akan pergi dulu ke perpustakaan ada beberapa buku yg aku mau pinjam " Jessy beranjak dari duduknya


" kenapa terburu buru kita bisa sama sama pergi ke perpustakaan nya " ucap Alan sambil meraih tangan Jessy. " no... Alan aku tidak ada waktu lagi selesai kan makanan mu " ucap Jessy sambil menghempas kan tangan Alan. " aku akan menemani mu ... ayo...!! " tiba tiba Reynand berdiri dan merangkul bahu Jessy untuk menjauh dari Alan dan Renata.


" aku iri Alan dg persahabatan kalian.." ucap Renata


" yah begitu lah kami ... saling melengkapi dan memberi satu sama lain ... tapi tenang ajah kau sekarang bagian dari kami Renata kau tau jarang sekali Jessy bersikap baik kepada perempuan " cerita Alan


" benarkah " senang Renata .


" aku tidak mau menjadi teman mu Alan. aku tidak mau bersahabat dg mu aku ingin menjadi bagian dari hidup mu sebagia kekasih ya... aku mencintaimu Alan " batin Renata


bagi Renata sejak pertama kali dia bertemu dan di perkenalkan ayah nya kepada Alan semenjak itu Renata jatuh cinta. cinta yg dia idam idamkan selama ini. bagi Renata kesempatan untuk mendapatkan cinta Alan terbuka lebar. karena perhatian perhatian kecil Alan yg di berikan kepada Renata adalah bukti bahwa Alan juga memiliki rasa terhadapnya.

__ADS_1


Jessy dan Reynand berjalan ber iringan menuju perpustakaan tiba2 ... langkah Reynand terhenti


" bukan kah perpustakaan ke sini kenapa Jessy malah ke parkiran? " gumam Reynand


" Jessy apa yg kau lakukan apakah kau sudah amnesia ? perpustakaan di so..." pletak ... sebuah tangan menjitak kepala Reynand


" au ... sakit Jessy " gerutu Reynand sambil melangkah mengikuti Jessy ...


" aku pengen ge club' Ayuk .... jangan banyak bicara berpikir lah seolah-olah kau tidak mengerti Reynand " ucap Jessy


" hahahaha ... Ayuk aku juga rindu bau minuman "


tak butuh waktu lama buat Jessy dan Reynand untuk sampai ke club' milik Reynand


ketika mereka sampai memang belum ada keramaian di club' hanya terlihat beberapa karyawan yg mulai bersiap-siap. karena memang hari belum gelap. Jessy duduk di sebuah bangku pojok


" hei .. kau layani dia seperti biasa kau sudah tau kan? " perintah Reynand kepada bartender nya


" siap bos... " jawab bartender yg bernama tony


" nikmat lah minuman mu Jessy aku akan keruangan ku dulu untuk memeriksa beberapa dokumen.." ucap Reynand sambil berlalu meninggalkan Jessy. Reynand menuju lantai 3 tempat dimana kantor nya berada.


" terima kasih Tonny .. kau memang tau apa yg aku mau " ucap Jessy sambil meneguk minuman nya.


Jessy menikmati setiap minuman yg di buatkan oleh Tonny dia menikmati dalam kesendirian dan luka luka hati yg suatu saat akan bisa meledak. dalam pikiran Jessy menerawang jauh ... jika saja hidup nya lebih baik sedikit saja mungkin dia akan merasa kan kebahagiaan. Renata tiba tiba Jessy teringat akan Renata yg begitu dekat dg Alan. bahkan bisa di bilang kedekatan mereka melebihi kedekatan Alan terhadap dirinya.


sama sam cantik dan tampan sama sama jenius pula. " Ach.....!!!! " gerutu Jessy sambil mengacak acak rambut nya.


" ada apa nona ? " tanya Tonny karena dia begitu kaget dg wanita yang ada di hadapannya ini. biasanya dia ceria dan centil.


" Tonny apa kah kau bisa mambantu ku sedikit? " renggek Jessy


" ya nona Jessy ada yg bisa saya bantu? " jawab Tonny


" bisa kau ganti minuman ku dg sedikit tambahan alk***h ? " pinta Jessy


" tidak nona ... aku bisa di pecat kalo bos Reynand tau kan sudah kesepakatan dari awal nona ... " jawab Tonny


" please ... Tonny kali ini saja aku benar benar pengen melupakan sejenak masalah ku saja ... apakah kau tidak lihat wajah ku ini? apakah tidak terlihat keputus asa an ku ? " renggek Jessy.. sambil mengatup kan kedua tangannya dan memohon kepada Tonny

__ADS_1


" baiklah ... tapi hanya kali ini saja nona Jessy" mohon Tonny


"ok akan ku pastikan Reynand tidak akan memecat mu aku janji " ucap Jessy sambil menatap Tonny.


tak terasa sudah berjam jam Jessy duduk di club' dan malam mulai beranjak dan club' sudah penuh sesak dan terdengar alunan music disko.


" oh ... bukan kah ini Jessy ? " ucap seseorang laki laki ...


" Thomas aku rasa malam ini memang akan menjadi malam mu sobat " saut laki yg bersama Thomas


" jangan tuan dia ... " gumam Tonny belum selesai Tommy berbicara " gubrak ... suara tangan Thomas mengebrak meja bartender Tonny.


" jangan kau macam macam dg ku kau tidak tau siapa aku? " ancam Thomas sedangkan dua orang sahabat Thomas hanya tertawa melihat kelakuan Thomas


" Jessy sayang ayo aku antar pulang " ucap Thomas sambil memapah tubuh Jessy yg sudah tak berdaya ke luar club'


" bos ... " tanpa berpikir panjang Tonny lari menuju lantai 3 tempat Reynand berada


gubrak...


tiba tiba pintu kantor Reynand terbuka dan mengagetkan Reynand yg masih memeriksa berkas nya


" bos nona Jessy ... nona Jessy bantu dia " ucap Tonny sambil ngos ngosan


Reynand beranjak dari duduknya dan meraih kerah baju Tonny


" apa maksudmu ? " ucap Reynand penuh amarah.


Reynand pikir Jessy sudah pulang. karena waktu dia kesini dg Reynand sudah berjam jam lalu.


" tuan Thomas membawa nona Jessy yg sedang mabuk " cerita Tonny


Reynand kaget dan tanpa berpikir panjang dia lari dan di ikuti Tonny menuju tempat parkir.


" sial ... " gerutu Reynand karena pas di sampai tempat parkir mobil Thomas sudah melaju


" awas kamu Tonny ... aku akan memberikan perhitungan kepada mu " ancam Reynand kepada Tonny sambil berlari ke arah mobil nya yg tak jauh dari sana


"sial .." umpat Tonny

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2