
" hai... kalian kenapa melamun ? " teriak Jessy membuyar kan lamunan Alan dan Reynand
Jessy berlari kecil menghampiri dua sahabat nya itu. Jessy langsung berdiri di tengah-tengah dua sahabat nya itu.
"Apa yg kalian pikirkan?" selidik Jessy
"tidak ada " Alan menjawab
"hehehehe... " senyum Reynand
"Alan apa kau sudah menemukan cinta sejati mu?" celetuk Reynand mencairkan suasana agar Jessy tidak memikirkan apa yg di lamunan Reynand dan Alan. karena Reynand bisa menebak pasti Jessy akan sedih bila tau apa yg mereka lamunkan.
deg..... tiba2 jantung Jessy bergetar atas pertanyaan Reynand kepada Alan.
"Hem... sampai saat ini belum ... tapi perasaan ku aku akan segera menemukan dia" jawab Alan sambil melihat gerbang kampus berharap akan ada sesosok wanita yg bisa mengetar kan hatinya.
"cepat lah Alan biar status mu itu berubah kau lelaki yg sempurna pasti banyak yg mengantri untuk mendapatkan mu" Jessy menyaut kata2 Reynand
"hei... hei... hei...jangan bicara omong kosong kalian jangan bicara seolah-olah kalian hebat soal pacar pacaran lihatlah kalian ... " jawab Alan menimpali ucapan Jessy dan Reynand
"hahahaha...." mereka tertawa bersama
__ADS_1
" kau tau Alan ... Reynand seorang playboy kelas kakap dia bisa meniduri banyak wanita aku tak yakin apa ada yg mau Ama Reynand hahahha ..." jawab jesssy
" aku sudah cukup bahagia dg hidupku sekarang ... kalo soal wanita .." jawab Reynand
" dan kau Jessy ... bagaimana? " tanya Reynand sambil menyenggol bahu Jessy
deg ... jantung Jessy kembali bergetar
mendapat pertanyaan Reynand
cukup lama buat Jessy menjawabnya
tangan Alan tiba2 membekap Jessy dari belakang membuat jantung Jessy bergetar kembali
"banyak omong ... Ayuk ke kantin aku lapar.." ucap Alan sambil menyeret Jessy
"Ayuk.... " jawab Reynand
"lepas kan tangan mu Alan sakit ... aaauu ... lepas kan atau ku gigit tangan mu? " pekik Jessy sebenarnya bukan masalah sakit karena mulut Jessy di bekap oleh alan.
karena sekarang jantung Jessy bergetar hebat...
__ADS_1
mereka bertiga turun dari balkon dan menuju ke kantin. dengan canda tawa mereka kejahilan mereka. buat para mahasiswa di universitas itu. kelakuan mereka memang sudah. biasa mereka lihat jadi bukan sesuatu yg aneh.
sesampainya di kantin mereka bertiga duduk di paling pojok tempat favorit mereka. bahkan para mahasiswa tidak ada yg berani menduduki tempat kesayangan mereka bertiga .
setelah beberapa saat mereka datang dan duduk ... makanan mereka sudah datang.
"silahkan nona den... makanannya udah siap.." ucap pelayan kantin
dikantin pelayan pun tau apa makanan yg biasa mereka pesan.
"terima kasih" ucap Alan kepada pelayan itu
jadi kalo mereka bertiga memang di prioritas kan. karena mereka para pelayan kantin tau berhadapan dg siapa.
di meja sudah teredia Anek makanan dan minuman. pasta kesukaan Alan dan Reynand, sandwich punya Jessy.
" mari makan ..." ucap Reynand sambil menyendok pasta kedalam mulutnya.
selesai makan mereka masuk ke kelas untuk memulai pelajaran. mereka bertiga satu jurusan. sebenarnya sih condong ke Alan. soalnya buat Jessy dan Reynand kuliah bukan hal utama. pikir mereka toh mereka kaya harta kedua orang tua nya tak akan habis 7 turunan.
sedang kan Alan kuliah adalah suatu keharusan karna dia akan mewarisi perusahaan keluarga vettel suatu hari nanti.
__ADS_1