
Jessy sampai ke sebuah gedung yg sangat besar ada beberapa bagian bangunan yg menjulang tinggi dan tertulis "vettel's university" yah ini adalah salah satu sekolah milik keluarga Alan... tidak sembarang orang bisa masuk ke sekolah ini. hanya mereka orang orang kelas atas anak anak konglomerat, bangsawan, dan juga politikus yg bisa sekolah si sini. atau mereka anak2 yg mendapat beasiswa karna prestasi maupun kebaikan keluarga Alan. keluarga Alan adalah keluarga yg harmonis. ayah dan ibu Alan adalah 2 orang yang sangat saling mencintai.. berbanding terbalik dg keluarga Jessy. Alan anak tunggal dan pewaris grup vettel milik ayah nya. Alan bukan lah tipe seorang pemberontak seperti Jessy dan Reynand Alan sangat menghormati dan menyayangi keluarga nya. seorang laki-laki yang sempurna bukan? Alan hanya tidak suka menjadi anak tunggal.. dan mewarisi kekayaan keluarga nya. dan itu menjadikan Alan menjadi sedikit pembangkang. biarpun Alan seorang laki2 sempurna dan wanita banyak yg menginginkan nya bahkan mau dg suka rela menyerahkan tubuh mereka buat Alan. tapi Alan selalu menolak karena Alan mempunyai keinginan menemukan cinta sejati yg membuat hatinya bergetar... itu semua karena Alan terobsesi dg ibunya... dan kisah cinta sejati ibu dan ayah Alan.
di sebuah atap gedung kampus Alan dan Reynand sedang menunggu seseorang yah mereka menunggu kedatangan gadis kecil mereka Jessy.
"Tenang Alan... dia akan baik baik saja" ujar Reynand sambil memandang ke segala arah Reynand memandangi para gadis yg lalu lalang di bawah sana. sesekali Reynand tersenyum mana kala para gadis mengoda nya....
" Hem... " gerutu Alan sambil memandang ke bawah yah ... ke pintu masuk universitas mencari mobil Jessy yg sampai saat ini belum kelihatan masuk.
" aku takut Reynand... Jessy...." ucap Alan tidak dapat melanjutkan kata-katanya
" sudahlah ... cukup kita menepati janji kita membuat dia bahagia" ucap Reynand Pelan ada raut wajah kesedihan di wajah Reynand.
dua orang sahabat ini diam dg pikiran masing-masing seolah olah ada sesuatu yg mengganjal di hati masing-masing.
flashback
saat usia Jessy 12 tahun di usia yg sangat muda dan rapuh. suatu malam Jessy kabur dari rumah ayah dan ibunya bertengkar hebat ... ibunya di pukuli secara membabi buta oleh ayahnya sendiri semua barang barang di rumah hancur berkeping-keping. malam itu tak ada satu pun yg bisa melerai pertikaian mereka. para pembantu rumah dan penjaga pun enggan mendekat karena takut. malam yg mencekam buat Jessy kecil. Sandy Kaka nya malam itu pergi keluar kota dg asistennya. Jessy kecil hanya bisa meringkuk di kamarnya seluruh tubuhnya gemetar hebat. jantungnya terasa mau lepas. air mata nya mengalir begitu deras di pipinya. perlahan Jessy kecil keluar kamar mengendap agar tidak ketahuan penjaga.
" Jessy..!!!!" teriak Alan dan Reynand memecah keheningan malam di kawasan perumahan elit mereka.
__ADS_1
dua orang sahabat itu berlari kecil matanya selalu melihat setiap sudut jalanan itu berharap menemukan Jessy kecil nya.
tiba tiba Reynand berhenti di sebuah gedung yg belum selesai di bangun.
" Alan...." suara Reynand sambil menunjuk ke satu tempat matanya terbelalak melihat ke atas gedung itu.
" Jessy ... " Alan lemas tiba2 terduduk tak berdaya seolah2 tulang di kakinya lenyap dalam sekejab. matanya menuju keatas bagunan. di sana ada seorang anak kecil dg pakaian tidur warna putih duduk di pinggir pembatas dg kaki nya yg di ayun2 di pinggiran gedung.
" Reynand ... pergilah cari bantuan dan hubungin Kaka Sandy..." pinta Alan
tak terasa air mata Reynand jatuh di pipinya... dia takut apa yg akan terjadi dg Jessy kecil.
sedangkan Alan lari ke atas gedung untuk menemui Jessy kecil.
" Tunggu lah aku Jessy" batin Alan
tak sampai 5 menit Alan sudah sampai ke atas di mana ada Jessy di situ.
Alan bisa Melihat dg jelas Jessy masih menangis matanya benggak karena terlalu banyak air mata keluar.
__ADS_1
" hi... Jessy ini aku Alan" ucap Alan sambil perlahan mendekat ke arah Jessy ...
" Alan... kenapa kau kemari? " teriak Jessy
" Pergilah.... pergi..." pinta Jessy
" Jessy ... jangan melakukan hal bodoh kemari lah ... cerita kan semua keluh kesahmu... di sini masih ada aku dan Reynand sahabat yg akan menjaga mu selamanya" bujuk Alan. ...
" Aku takut ... Alan aku takut.... " hik hik hik .... tangis Jessy " Apa aku salah ...? kenapa mereka melahirkan aku jika mereka hanya melukai ku... hati ku sakit .. tak bisa kah mereka menyayangi aku seperti anak2 lain? "
ucap Jessy sambil terisak-isak
" ayo kita turun Kaka Sandy ... sudah pulang... Kaka Sandy akan sedih jika kau seperti ini.... kau Reynand akan menjadi musuh ku dan tak akan memaafkan aku jika terjadi sesuatu terhadap mu Jessy..." bujuk Alan perlahan Alan melangkah maju mendekati Jessy ... karena gadis kecil itu sudah berdiri berjalan dg santai nya di pinggir gedung... seolah-olah dia tak menghiraukan apa yg akan terjadi jika saja dia jatuh kebawah.... Reynand tiba2 datang dg nafas yg terputus putus.
" Jessy turun !!??? " teriak Reynand sambil berurai air mata. bersamaan dg itu Alan refleks mendekat dan menarik tangan Jessy. Alan dan Jessy jatuh dg Alan di bawah nya ... karna Alan sengaja memberi tubuh nya sebagai tameng jika Jessy jatuh tidak sakit.
air mata pecah di atas gedung itu. 3 sahabat saling berpelukan satu sama lain menandakan mereka tidak akan terpisah selamanya... flashback end
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1