
Alan masih memeluk erat Jessy dia tau Jessy sekarang bener bener down butuh dia di samping nya. cukup lama Alan dan Jessy di kamar mandi Alan berdiri membopong tubuh Jessy ala bridal style. sebelumnya Alan telah memberikan jaketnya untuk menutupi tubuh Jessy agar tidak kedinginan.
" kenapa mereka lama? " ucapa Renata di luar kamar hotel tempat Jessy di lecehkan oleh Thomas.
" sabar lah ... ini akan sangat berat bagi Jessy" jawab Reynand
" apakah selalu seperti ini?" keluh Jessy
" kau akan biasa melihat hal seperti ini dan jika kau menyukai Alan jangan cemburu terhadap Jessy. " Reynand memberi nasihat kepada Renata karena Reynand tau Alan dan Renata saling memberi perhatian satu sama lain.
ceklek ...
pintu kamar terbuka dan Alan membopong tubuh Jessy. Renata dan Reynand saling pandang dan mengikuti Alan di belakang nya
"pake mobilku kita bawa Jessy pulang .. kak Sandy sudah menunggu " ucap Reynand memberi arahan kepada Alan. karena memang sebelumnya Reynand telah menghubungi Sandy perihal apa yg terjadi dg adik kesayangannya Jessy.
__ADS_1
sampai di parkiran Reynand langsung membuka kan pintu belakang mobil nya untuk Alan dan Jessy. sedang kan Renata duduk di kursi depan sebelah Reynand yg menjadi sopir. mobil Reynand membelah kota dg kecepatan yg tinggi ..karena sudah malam jadi mobil Reynand bisa bergerak dg mudah di jalanan.
Renata melirik Alan dan Jessy di kursi belakang. ada raut wajah tidak nyaman Renata melihat keintiman Alan dan Jessy. Alan mendekap tubuh kecil Jessy tangan mereka saling berpegangan dengan eratnya. Renata bisa melihatnya dan merasakan kenyamanan Jessy dan Alan yg saling mendekap. bahkan wajah Jessy begitu damai dan nyaman bersandar di dada bidang Alan. seolah Jessy menemukan kenyamanan tersendiri padahal tadi pas di kamar hotel itu Jessy sangat shock dan ketakutan.
" apakah harus seperti ini?
hati ku sakit aku iri aku kesal " batin Renata sambil menggenggam ujung bajunya di paha Renata. tanpa sepengetahuan Renata sebenarnya Reynand melihat perubahan raut wajah Renata dan melihat tangannya mengepal. tanda Renata memang cemburu terhadap Jessy.
"jangan coba-coba kau menghancurkan kami Renata, jika kau melakukannya sesuatu terhadap kami apalagi Jessy dan Alan. akan ku hancurkan kamu" batin Reynand
tak butuh waktu lama buat Reynand sampai di kediaman Jessy. di teras sudah ada Sandy menunggu dg cemas. Sandy menghampiri mobil Reynand di ikuti dg Alex asisten nya. dg segera Sandy membuka pintu belakang untuk memudahkan Alan membawa Jessy.
" aku akan membawa Jessy langsung ke kamar kaK Sandy" pinta Alan. Sandy mengangguk karena Sandy bisa melihat dg jelas wajah Jessy terlelap dalam gendongan Alan. Sandy tidak mau kalau Jessy sampai terbangun dan Sandy tau apa yg akan terjadi kalo Jessy bangun dari kenyamanan nya dan mengingat kejadian yg telah menimpanya.
Alan mengendong tubuh Jessy ke lantai dua. tempat kamar Jessy berada. di ikuti oleh kak Sandy Reynand dan Renata. dg sangat pelan Alan meletakkan tubuh Jessy ke kasur tempat tidurnya Jessy menggeliat dan di usap nya pelan rambut Jessy. seketika Jessy diam dan bisa di lihat dia telah tertidur dg nyaman.
__ADS_1
" ayo turun... " perintah kak Sandy
perlahan Alan melepaskan genggaman tangan Jessy. dan turun kelantai satu mengikuti kak Sandy Reynand dan Renata.
di lantai satu Reynand dan Alan menjelaskan semua yg terjadi dg Jessy. kak Sandy dan Alan sangat marah kepada Thomas dan tidak akan mudah bagi Thomas untuk menghindari mereka.
" oh ..kak kenalkan ini Renata dia teman universitas kami dan Jessy. " Alan memperkenalkan Renata kepada kak Sandy.
Sandy dan Renata saling bersalaman dan senyum satu sama lain.
" kalian pulang lah Jessy sudah aman dg ku. kalian pasti lelah besok kan kalian harus ke universitas.
" baik kak .. " ucap Alan dan Reynand bersamaan.
" kak kalo ada apa2 dg Jessy tolong kabari saya ... " pinta Alan. Sandy mengangguk tanda setuju.
__ADS_1